Sabitlenmiş Tweet

Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Sudah Ada 23 Kasus dan 3 Kematian
Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa hantavirus kembali terdeteksi di Indonesia. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan ada dua kasus suspek yang ditemukan di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan.
Penyebaran Hantavirus sendiri sebenarnya sudah terpantau sejak 2024, tercatat ada 23 kasus dengan tiga kematian. Virus ini cukup berbahaya karena memiliki tingkat kematian yang bisa mencapai 40 persen.
Gejala awal Hantavirus mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, kondisi bisa memburuk ketika virus menyerang paru-paru atau ginjal.
Kasus Hantavirus sempat menjadi perhatian dunia setelah muncul di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Samudra Atlantik. Dalam kejadian itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit.
Meski begitu, WHO menegaskan wabah tersebut bukan bagian dari pandemi global. Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama, seperti antar anggota keluarga, pasangan, atau tenaga kesehatan.
Hantavirus berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Virus dapat menyebar melalui kotoran, urine, atau air liur tikus yang terhirup atau tersentuh manusia.
Virus ini bisa menyebabkan dua penyakit serius:
1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Penyakit ini menyerang paru-paru. Awalnya gejalanya mirip flu, tetapi bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat. Menurut CDC Amerika Serikat, tingkat kematiannya mencapai 38 persen.
2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Penyakit ini menyerang ginjal dan dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis, perdarahan internal, hingga gagal ginjal pada kasus berat.
Meski terdengar mengkhawatirkan, penularan hantavirus dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang.
Hantavirus juga bukan virus baru. Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat mencatat ada sekitar 150 ribu kasus hantavirus setiap tahun di seluruh dunia. Mayoritas kasus ditemukan di Eropa dan Asia, dengan lebih dari separuh laporan berasal dari China.
Sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk hantavirus. Pasien dengan kondisi parah biasanya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, bahkan sebagian membutuhkan alat bantu pernapasan.n



Indonesia

































