Mocabear

4.2K posts

Mocabear banner
Mocabear

Mocabear

@bhataraaa

🐻 Personal space | Cr : Under the Whispering Door📖 Queerphobic dni.

surakarta Katılım Nisan 2021
341 Takip Edilen297 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
.・。.・゜✭・books read in 2026˚ ⋆・. — a thread "Home is wherever I'm with books"
Mocabear tweet media
English
1
0
7
1.3K
Mocabear retweetledi
Magdalene
Magdalene@magdaleneid·
Tidak semua laki-laki feminin gay. Tidak semua perempuan maskulin lesbian. Asumsi itu punya nama: heteronormatif. Untuk itu penting bagi heteroseksual belajar SOGIESC. magdalene.co/story/apa-itu-…
Indonesia
0
199
413
6.1K
Mocabear retweetledi
★
@_PR0T0N·
kindly reminder ga semua queer punya privilege yang sama dari segi lingkungan, finansial, dan keamanan. kalau kalian bisa berekspresi dengan bebas meski dijudge kanan kiri im so happy for u!! i assume you're privileged enough dan punya safety net yang support kalian
CingBocil@cingbocil

Salah satu gaenak nya jadi straight act/discreet adalah se circle sama orang yang homophobic, kadang gw bingung klo mereka lagi throwing hates ke queers di tongkrongan, gw harus pura pura hates juga atau gimana, but Iin fact gw cuma bisa diem...

Indonesia
4
136
401
7.7K
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
udah pd diskursus Obsession aja.. gw baru mau nontoon weekend besok😭
Indonesia
0
0
0
16
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
tiba-tiba kepikiran klo Elphaba anggota dr Brimeed hat .. trs jadi cameo di WHA .. would be so funny asf😭
Indonesia
0
0
0
23
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
jalanin aja dew, jangan menambah beban di kepala mu sendiri..
Indonesia
0
0
0
18
Mocabear retweetledi
Anwaree
Anwaree@_maulanaas·
Mas Faris, sudahkah kamu membaca novelnya? Tweet masnya: "Opini ga bermutu siapa sih ini? Bisa dibalik juga..." dan ada juga di kolom reply: "Kesal sih, masak ibu, nenek, istri, sama adik saya seakan disamakan pelacur? Opini sampah betul2 deh" itu reaksi yang terlalu personal. Kamu tuh nggak lagi kritik bukunya, tapi tersinggung dan langsung ngecap "sampah" tanpa konteks. Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi itu bukan opini murahan. Ini karya sastra yang menyibak realitas yang telanjang. Realitas patriarki yang kejam, di mana perempuan, khususnya yang miskin dan tak berdaya, dipaksa menjual tubuhnya dalam berbagai bentuk. Nah, semua itu digambarkan lewat kisahnya Firdaus, perempuan yang sepanjang hidupnya jadi korban kekerasan seksual berlapis: dilecehkan keluarga sendiri sejak kecil, suami yang abusif, orang-orang "baik" yang bantu dengan modus jahat, sampai akhirnya dia jadi pelacur dan bunuh germo. Firdaus nih bukan cuma "curhat sebagai korban". Lewat monolognya, dia sampai pada kesadaran pahit: "Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk." "...dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri." Ini tuh bukan hinaan sembarangan, apalagi ke ibu/nenek/istri/adik masnya. Ini adalah kritik sistemik terhadap pernikahan dalam masyarakat patriarki yang menjadikan perempuan sebagai properti laki-laki, tanpa bayaran, tanpa pilihan, dan dengan kerja kasar seumur hidup. Mas sudah baca novelnya belum? Kalau cuma lihat kutipan doang, ya wajar tersinggung. Tapi novel ini dibangun dari kisah nyata Firdaus yang diwawancarai El Saadawi di penjara. El Saadawi itu memang seorang feminist radikal asal Mesir, dia sengaja pakai suara Firdaus untuk mengekspos bagaimana kejamnya sistem patriarki memaksa perempuan ke posisi itu. Dari kritik sastra feminis, kenapa novel ini penting? Pertama, novel ini tuh kuat banget. Ia melihat patriarki sebagai akar masalah utama yang mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan. Pernikahan tradisional digambarkan sebagai bentuk "perbudakan" yang paling murah, sementara prostitusi justru memberi sedikit agency (bisa tolak pelanggan, bisa tentuin harga). Firdaus memilih "bebas" sebagai pelacur daripada istri yang terikat. Ini kritik langsung ke sistem keluarga dan pernikahan yang sering melindungi laki-laki. Kedua, novel ini memberi suara ke yang tak bersuara (subaltern dan intersectional), di mana Firdaus adalah perempuan miskin, korban kekerasan, pelacur, dan tahanan. Novel ini justru bagus karena kasih platform ke pengalaman yang biasanya dibungkam. Bukan cuma soal gender, tapi juga kelas dan budaya. Ketiga, adanya realitas yang telanjang versus idealisme. Banyak orang, mungkin termasuk kamu, marah karena merasa anggota keluarganya "disamakan dengan pelacur". Padahal novel ini tuh justru menunjukkan bahwa dalam sistem yang rusak, banyak perempuan dipaksa berada di posisi itu, baik secara harfiah maupun metafora. Bukan berarti semua istri atau perempuan adalah pelacur, tapi sistemnya yang bikin tubuh perempuan selalu "dijual" dengan harga berbeda. Reaksimu itu terlalu personal, itu bukan alasan buat ngecap seluruh novel sebagai "opini sampah". Sastra yang bagus justru sering bikin kita tidak nyaman karena menyentuh kebenaran pahit yang kita hindari. Kalau semua karya yang bikin tersinggung langsung disebut sampah, maka kritik sosial lewat sastra nggak akan pernah ada dong. Novel ini bukan buat bikin orang bahagia atau validasi pernikahan bahagia. Ia sengaja buat kita lihat realitas yang telanjang bagi perempuan yang kalah dalam sistem patriarki. Dan karena hal itu lah yang bikin novel ini kuat dan penting sampai sekarang. Kalau kamu memang mau kritik, kritik isinya secara utuh setelah baca novelnya dulu. Bukan cuma dari satu-dua kalimat yang bikin kamu emosi terus tiba-tiba ditarik ke sentimen pribadi, mas.
Faris Afif@Apeeeeep

Opini ga bermutu siapa sih ini? Bisa dibalik juga "budak penghasil uang yang paling murah dibayar adalah tenaga sang suami."

Indonesia
4
87
296
29.6K
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
@handseu_ omg r u ok after reading that.. bcs i'm destroyed 😭
English
1
0
0
28
hans振星
hans振星@handseu_·
AWAS AWASSSS, JUNE READING WRAP UP MAU LEWATTT 🚗🚗🚨😋 bulan ini aku menemukan best read lagi! yaitu Swimming In The Dark karyanya Tomasz Jedrowski 🥺🥺ampe skrg gabisa move on jujur. honorable mention buat Open Water yg writing stylenya cakeup puollllll✨✨
hans振星 tweet mediahans振星 tweet media
Indonesia
14
11
74
1.4K
Mocabear retweetledi
trin
trin@MAXXXXXlNE·
they were so happy to run away together
trin tweet media
English
2
323
2.9K
16.1K
Mocabear retweetledi
Bee
Bee@Ninuninunye·
ak baru sadar kalau orang orang queer itu pada unik unik dan lebih bebas berekspresi terhadap diri mereka, mulai dari cara berpakaian, cara bicara, bahkan cara berpikir mereka unik. that’s why i love being queer
Indonesia
27
860
4K
53.9K
hill
hill@forgethillnot·
watch me heal
hill tweet mediahill tweet mediahill tweet media
English
10
7
132
2.1K
Mocabear retweetledi
nanat marmut
nanat marmut@gakuatbang·
miskonsepsi feminis yg sering terjadi 🥲 feminis di kepala org2 cuma perang gender/balas dendam. pdhl feminis itu melawan sistem yg mengopresi kaum marjinal; termasuk ke dalamnya perempuan, disabilitas, ras minoritas, dan kwir (feminis interseksional)
nanat marmut tweet mediananat marmut tweet media
naga hitam putih@Velourans

Sebagai cowo saya kira feminis dan 'man-hater' itu perang gender. Setelah belajar sejarah dan makna Feminisme: Ternyata perang gender itu gak ada.... yang ada itu adalah Perempuan ditindas oleh Laki-laki selama 10-12 ribu tahun lamanya dalam peradaban manusia di bumi.

Indonesia
4
269
737
11.5K
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
@elliaraurls let's moots kakk, im into hisfic, fantasy and non fiction history tooo
English
1
0
1
52
Elliara 🪻🌠📔
Elliara 🪻🌠📔@elliaraurls·
Heii all! I'm looking for #booktwt friends! I'm Indonesian, and my read is mostly by Indonesian writers! Genre: historical fiction, non-fiction history, healing fiction, fantasy, crime thriller mystery, slice of life, light romance Queerphobic, 02 voters, bookshaming DNI
English
36
7
57
2.6K
Lin ⛰️🪻
Lin ⛰️🪻@Lindujeder·
@bhataraaa Dengan WL sebanyak itu aku tidak pernah bingung beli buku apa, paling yang bingung dompet ku aja soalnya pemghuninya lenyap.
Indonesia
1
0
2
92
Mocabear
Mocabear@bhataraaa·
klo bingung mau beli buku apa, gausah beli buku😊
Indonesia
16
8
73
5.5K