Sebaliknya, Indonesia memilih untuk memanfaatkan persaingan ini dengan cara yang bijaksana. Presiden Prabowo akan memosisikan Indonesia sebagai negara yang netral, tetapi aktif, mampu bekerjasama dengan berbagai negara tanpa harus berpihak.
Dalam persaingan geopolitik yang semakin tajam antara China dan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, Indonesia berusaha untuk tidak terjebak dalam satu kubu.