
Sumbul#1161
12.1K posts

Sabitlenmiş Tweet

2019 gw pernah scrape product reviews tokopedia, isinya 40,607 unique product riviu, trus gw publish di kaggle, tapi sekarang filenya corrupt di sana, jadi gw publish ulang di hugging face:
huggingface.co/datasets/farha…
Indonesia
Sumbul#1161 retweetledi

bahasanya terlalu technical n bisa multipersepsi
kalau
".. percaya kepada model yang secara arsitektur tidak memiliki mekanisme untuk tahu bahwa ia tidak tahu”
di simplify jadi
"percaya kepada sesuatu yang bahkan tidak capable utk memiliki awareness/consciousness"
bagaimana ?
Sumbul#1161@bitxt
pesan khatib di sholat ied tadi: “saudara saudariku, bukan AI yang patut kita salahkan, ia hanyalah next token predictor, ia melakukan tepat apa yang dirancang untuknya. yang patut kita tangisi hari ini adalah kalian yang percaya kepada model yang secara arsitektur tidak memiliki mekanisme untuk tahu bahwa ia tidak tahu”
Indonesia
Sumbul#1161 retweetledi

@bitxt luar biasa khatibnya, paham perkembangan ai secara teknis sekaligus ngasih pesan mendalam
Indonesia

pesan khatib di sholat ied tadi:
“saudara saudariku,
bukan AI yang patut kita salahkan, ia hanyalah next token predictor, ia melakukan tepat apa yang dirancang untuknya. yang patut kita tangisi hari ini adalah kalian yang percaya kepada model yang secara arsitektur tidak memiliki mekanisme untuk tahu bahwa ia tidak tahu”
Indonesia
Sumbul#1161 retweetledi

@bitxt “Diakhir kata walbi taufik walhidayah thank you for attending my ted talk”
Indonesia
Sumbul#1161 retweetledi

sholat ied di kantornya yann lecun:
Sumbul#1161@bitxt
pesan khatib di sholat ied tadi: “saudara saudariku, bukan AI yang patut kita salahkan, ia hanyalah next token predictor, ia melakukan tepat apa yang dirancang untuknya. yang patut kita tangisi hari ini adalah kalian yang percaya kepada model yang secara arsitektur tidak memiliki mekanisme untuk tahu bahwa ia tidak tahu”
Indonesia

@KYS_02buzzers di kasus ini modelnya diperintah kalo dia tidak tahu 😂
Indonesia

@bitxt 3/4 benar, 1/4 salah
Kalau latihan debat sama AI, kita membantah dengan argumen logis dan mematahkan argumen dia, dia bisa ngaku salah, tentu jauh dari "standar" rasio organik yang khas dari eksistensi manusia. Dia juga bisa menganalisa salahnya dia di mana jika diperintah.
Indonesia









