niminimu
507 posts


Kyoshi is above the law

seriously, just act normal, no need to be cruel. hidup udah secape itu jadi ngga usah nambah bikin susah orang lain cuma karena kamu milih jadi jahat. because at the end, being mean will never make you look cool, inget karma.

Setinggi apapun level pendidikan & akademik orang, kalo jalan tanpa kemampuan bersosialisasi sama empati, jadi tai. Prabowo itu pinter, pendidikannya bukan maen, menguasai 5 bahasa asing, tapi pidato nya ga lebih bagus dari anak sekolahan, karna apa? Ga ada empati.

Ternyata kalau gue baca-baca, omongan Raditya Dika tentang 'gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue’ adalah bentuk personal boundaries yang sehat. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menjelaskan bahwa menjaga privasi (tidak over-sharing dan tidak terlalu ikut campur urusan orang) memberikan manfaat psikologis besar yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa otonomi, kontrol atas diri sendiri, memperkuat identitas diri, dan memperbaiki hubungan interpersonal. Selain itu, adanya privasi juga membantu seseorang merasa aman secara emosional karena tidak ada tekanan untuk “perform” atau dibanding-bandingkan. Penelitian lain mengatakan bahwa semakin sadar seseorang terhadap batas pribadinya, semakin tinggi juga kualitas hidupnya. Dengan menjaga privasi dan batas pribadi, kita berusaha melindungi kesehatan mental, menghemat energi, dan hidup lebih damai. Penelitian terutama pasca-pandemi dan era media sosial semakin menguatkan bahwa “minding your own business” adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesejahteraan jiwa di dunia yang hyper-connected ini. Semoga bermanfaat! Sumber: 1. The Psychological Benefits of Keeping Your Life Private

gw ga beralih ke siapa2 tp cepet aja move on nya. intinya orang gamon ya krn gamau aja, move on tinggal move on. lebih curious ke org yg gamon bertahun tahun kek kok bisa gitu, emg gada distraksi lain?


taukan apa yang mahal , mobilnya wkwkw










