"Gimana sih gejala awalnya?"
Kok bisa kamu tak luput
dari keindahan senyum manisnya,
padahal itu hanya
sebatas fatamorgana.
"Obatnya?"
Ditebus, ya...
Tapi sayangnya,
apotek mana pun
tak pernah menjual
penawar untuk seseorang
yang terlanjur jatuh hati.
Ada rindu yang tumbuh diam-diam di antara hari-hari yang tak pernah kau ketahui. Setiap kali dunia menjadi terlalu ramai, ia pulang ke namamu, mencari teduh yang bahkan tak pernah dijanjikan bahagia.
Ada rindu yang setiap hari pulang ke namamu, tetapi tak pernah menemukan jalan untuk mengetuk. Ada rasa yang ingin tinggal lebih lama, tetapi keadaan mengajarkannya cara berpamitan sebelum benar-benar dimulai.
Saking sepinya wa ku (isinya cuman grub) sampai aku chat meta buat jadi temen ngobrol + bantu analisis plan kedepan
Lama lama aku jadi introvert kalo gini terus
Ada senyum yang datang sekilas lalu menghilang, dan ada senyum yang singgah terlalu lama—menetap di kepala, pulang pergi di ingatan, lalu perlahan menjelma menjadi alasan mengapa hati sulit berpindah.
Kita bukan tanpa arti, hanya belum berani memberi nama. Barangkali kita hanyalah cerita yang berhenti di tengah kalimat, sengaja dibiarkan menggantung agar tetap terasa, tanpa harus benar-benar menjadi.