-

37.8K posts

- banner
-

-

@bocahpendiem

On the Backs of Angels Katılım Eylül 2012
397 Takip Edilen462 Takipçiler
- retweetledi
UNITED ARMY INDONESIA
UNITED ARMY INDONESIA@unitedarmyfc·
DALOT MY IDOL BISA MENENDANG SAMPAI BULAN!
Indonesia
20
10
42
4.6K
- retweetledi
UNITED ARMY INDONESIA
UNITED ARMY INDONESIA@unitedarmyfc·
Bruno terjatuh kesakitan VAR: 👀
Indonesia
2
4
10
3.8K
- retweetledi
jarot
jarot@izinchicken·
@fearlessbarb13 Iya,karena anak org kaya nikah sama tukang es yg di tabrak itu hanya di ftv sctv
Indonesia
1
2
43
8K
- retweetledi
I'm Wealthy
I'm Wealthy@m_wealthy95·
@fearlessbarb13 Ada pesan seorang tua ke saya waktu membahas tentang pernikahan. Menurut beliau menikah itu bukan hanya menyatukan kedua mempelai. Melainkan juga menyatukan 2 keluarga, dari latar belakang yang berbeda. Hal ini masih saya ingat sampai hari ini.
Indonesia
0
4
30
4.5K
- retweetledi
Francis Griffith
Francis Griffith@farrelrmdhni·
@MiskinTV_ @0tk0il LC Cygnus designnya bagus, walaupun banyak yang benci dan prefer versi dieselnya
Francis Griffith tweet media
Indonesia
2
2
62
17.6K
- retweetledi
max
max@babijoged·
@MiskinTV_ @0tk0il LC 200 mayan enak dinaikin terutama kondisi jalanan rusak dan banjir
max tweet media
Indonesia
1
3
90
38.6K
- retweetledi
Pungs
Pungs@offside15_·
@MiskinTV_ Itu pelecehan, laki laki juga berhak nuntut dan marah. Marah lah. Jangan cuma ngomong klo di balik klo di balik doang. Cowo cewe sama aja klo sudah begini ya namanya pelecehan.
Indonesia
9
73
720
25.2K
- retweetledi
Joe
Joe@JoeJoeIDX·
@MiskinTV_ Dikira pelaku KS hanya laki-laki, ternyata wanita juga banyak. Hanya saja terlindungi secara gender.
Indonesia
56
167
2.8K
199.6K
- retweetledi
Lesmana Mandrakumara Cakra Atmaja M.B.A B.S 🐼
Hmmm... Kayaknya dari kecil saya memang sudah terpapar dengan hal tersebut dari majalah, game dan film di tv. Akses ke hal tersebut memang mudah banget karena dulu ada aja temen saya yang nemu majalah dewasa punya bapaknya dan dibawa ke sekolah, atau main game yang temanya dewasa, dan nonton film lewat televisi kabel yang ternyata ada adegan dewasanya, belum lagi akses ke warnet yang sama sekali tidak dibatasi. Kalo dibandingin, mungkin sekarang malah lebih parah. Di Instagram, TikTok dan X udah gampang banget menemukan konten softcore. Pola asuh ortu saya itu strict, tapi fair. Mereka golongan akademis dengan gelar tinggi dan selalu mengutamakan pendidikan dan membiasakan saya gemar membaca, menonton film dan mendengarkan musik sejak kecil untuk memperluas wawasan saya. Selama saya memenuhi permintaan mereka dan menjauhi larangannya, kemungkinan besar saya bisa diberikan apa yang saya mau. Kebetulan saya memang dulu lumayan aktif berorganisasi dan beraktivitas di sekolah. Semua hal saya jalani dari kecil dari mulai les renang, les piano, les sempoa, les bahasa inggris, eskul pencak silat, eskul futsal, eskul basket, ikut paskibra, dan main band. Di SMP saya tergolong anak yang selalu masuk ranking 5 besar, beberapa kali ikut lomba sains, dan juga aktif di kepengurusan osis atau kepanitiaan lainnya. Jadi dengan segala pencapaian saya, orang tua saya mengabulkan beberapa permintaan saya seperti membelikan komputer, membelikan PS 2, dan memasang TV kabel Indovision dirumah, dan lumayan membebaskan saya bermain hingga sore ketika sudah pulang sekolah (karena biasanya memang ada eskul atau aktivitas lainnya seperti les). Sekolah saya saat itu lumayan strict dan menanamkan nilai-nilai keagamaan. Tapi, ya namanya sekolah pasti ada aja anak-anak nakalnya. Dan kebetulan beberapa anak-anak yang nakal di sekolah saya memang yang juga masuk ranking dan berprestasi. Jadinya, bersama merekalah saya belajar banyak hal yang positif dan negatif. Mungkin rasa ingin tahu saya saja yang lumayan besar, dan eksploratif dalam berbagai hal. Sebenarnya bagus, namun berbahaya bila tidak diberi batasan. Mungkin orang tua dan sekolah saya yang tidak pernah sadar karena selama ini saya anak baik dan teladan di depan mereka. Dan yang paling berbahaya mungkin karena tidak pernah ada edukasi seksual dari orang tua dan sekolah saya. Keduanya menganggap bahwa semua topik soal seks adalah tabu dan tidak pernah dibahas sedikit pun, walaupun menyangkut soal edukasi. Menurut saya ini penting, dan memang harus diajarkan secara bertahap sejak dini. Saya merasakannya sendiri kok. Karena tidak pernah diberi batasan, makanya saya kelewat batas. Belajar dari pengalaman saya, saya menyarankan kepada orang tua terutama di zaman yang serba terkoneksi saat ini untuk selalu bisa memfilter informasi yang masuk kepada anak. Jaman sekarang harusnya lebih gampang. Kalo nonton bioskop aja sekarang ada peringatan untuk nonton sesuai usia, jaman dulu mana ada? Gadget dan internet pun sekarang sudah bisa mode restricted untuk anak, dulu jaman saya masih ke warnet mana mungkin bisa? Juga, mulai secara bertahap edukasi tentang seksualitas, baik itu sexual identity dan sexual attraction. Saya melihat bahwa masa pubertas adalah sebuah turning point banyak orang dalam menemukan identitas dan ketertarikan seksualnya. Sebagai contoh, banyak orang yang akhirnya memutuskan dia gay karena suatu pengalaman di masa pubertasnya. Dan yang lebih penting adalah mempersiapkan anak apabila seks itu terjadi, potensi kehamilan dan penyakit seksual. Utamanya memang objektifnya agar anak tidak melakukan seks di usia dini, tapi jika memang itu terjadi alangkah baiknya mereka mengerti dampaknya. Sekian, bu. Semangat ya mengurus anaknya! It's never an easy job being a mom!
Indonesia
22
71
1.3K
142K
- retweetledi
Oren
Oren@orenisme___·
@ChrisWibisana Yap. Baju adat tidaklah salah. Tapi, idealisme penjara yang terbangun saat ini adalah memperingati Kartini sebatas mengenakan baju adat yang dibelokkan menjadi fashion show ala-ala Kartini.
Indonesia
0
57
547
10K
- retweetledi
Menshevik Amongus
Menshevik Amongus@mesheviksus2·
@VikirBaskervl @steroid_druid Harusnya skripsi tidak wajib malah mending banyakin tuh praktek alias entha magang atau pkl (bagi s1) agar mahasiswa tidak harus buat akripsi S2 dipecah jadi yg memang lewat thesis atau yg cuma pelajaean doang S3 yg wajib disertasi
Indonesia
9
21
772
40K
- retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Tidak ada skripsi yang layak diperjuangkan mati-matian. Riset, skripsi atau apalah namanya itu tak sesakral itu sampai layak untuk mengorbankan kesehatan, bahkan nyawa. Dosen pun harus sadar, skripsi sejatinya hanya tugas akhir bagi mahasiswa, skripsi tak perlu sempurna, karena sebaik-baiknya skripsi adalah yang selesai.
Vikir Van Baskerville tweet media
Indonesia
234
2.6K
19.3K
834.4K
- retweetledi
Riz
Riz@rizkidwika·
Embege akan sangat bagus jika: -yang diupgrade itu kantin sekolah -pemasaknya yang ada di kantin -dapurnya decenterized tiap sekolah -beli bahan di pasar terdekat -ga bakal basi karena ga perlu nganter2 Bukannya bikin dapur katering 2 miliar bonus motor trail sama semir sepatu.
Indonesia
204
7.5K
18.8K
227.8K
- retweetledi
DIMDIM
DIMDIM@dimasdwikidrmwn·
@unmagnetism mbg adalah puncak rantai kehidupan
Indonesia
2
309
5.3K
90.9K
- retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
justin bieber disebut2 artis termahal di coachela dengan bayaran 150M keliatan mahal tapi di hadapan mbg, justin cuma remahan
Indonesia
665
14.6K
63.6K
1.1M
- retweetledi
United Reds Indonesia
United Reds Indonesia@unitedredsid·
🚨 FUN FACT: Wayne Rooney permah menolak kesempatan bermain untuk Real Madrid pada tahun 2011 setelah Cristiano Ronaldo mendesaknya untuk mengikuti jejaknya. Tahun itu ia berada di peringkat ke-5 Ballon d’Or, hanya di belakang Messi, Xavi, Cristiano, dan Iniesta. Anak-anak zaman sekarang tidak akan pernah tahu betapa hebatnya dia sebenarnya 🔝
United Reds Indonesia tweet media
Indonesia
95
246
2.4K
192.6K
- retweetledi
nala ʚଓ
nala ʚଓ@vanalalatte·
@LambeSahamjja itulah mengapa aku nikah di usia 29 thn, usia yg katanya kolot buat perempuan menikah. dulu temen byk yg meremehkan. nanya kapan nikah, knp blm nikah. giliran skrg, aku lg menikmati indahnya pernikahan eh mereka udh pd sibuk curhatin kekurangan pasangannya 🫣
nala ʚଓ tweet media
Indonesia
9
30
593
39.5K
- retweetledi
Faris Afif
Faris Afif@Apeeeeep·
@LambeSahamjja So TL DR IMO buat laki: Jadi suami jangan cuma cari duit terus selesai, tapi jadi Ayah dan Qawwam yang juga bisa mengakomodasi impian istri.
Indonesia
6
167
1.3K
73.8K
- retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
285
8.5K
24.4K
1.1M