Sabitlenmiş Tweet
🖖🏼
2K posts

🖖🏼
@boeinkr
͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ Snub Dodecahedron | ɐƃuɐʇɐʍᴉʞɐʇ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏ ͏
Katılım Mayıs 2024
152 Takip Edilen45 Takipçiler
🖖🏼 retweetledi
🖖🏼 retweetledi

meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter:
Jejak digital.@ARSIPAJA
Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Indonesia
🖖🏼 retweetledi

Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano
Addiction to short-form videos is associated with reduction of brain activity in the frontal lobe and weakened focus.
Indonesia
🖖🏼 retweetledi

@discord_support how to disable tts? there's no option "allow playback and use of /tts command" in my user settings - accessibility
English
🖖🏼 retweetledi

A new study shows that individuals with similar levels of autistic traits are naturally drawn to one another. Brain scans reveal they use alternative, highly effective neural strategies to connect, challenging traditional deficit-based models of autism. dlvr.it/TSSN7t
English




