Bowo

104.4K posts

Bowo banner
Bowo

Bowo

@bowdat

Katılım Haziran 2009
821 Takip Edilen2.9K Takipçiler
Bowo retweetledi
Kawal Rahmat Wibowo
Kawal Rahmat Wibowo@KawalRahmatwi·
Lalu, apa saja yang RW lakukan untuk memeras? 1. Doxxing, termasuk menyebarkan nama, muka dan tempat bekerja target pemerasannya 2. Harassment dan teror, baik fisik maupun digital, ia bahkan pernah mendatangi kantor targetnya 3. Laporan palsu terhadap polisi dan intimidasi
Kawal Rahmat Wibowo tweet media
Indonesia
1
12
31
4.8K
Bowo retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
RIANA DWI KURNIAWATI Berdasarkan data PDDIKTI, ia menempuh pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di UNY (2015–2020), lalu melanjutkan pendidikan profesi guru di kampus yang sama (2023–2025) Di 18th Scientific Meeting of the Asian Association for the Study of Diabetes, ia mendaku berafiliasi dengan Temanggung Public Health Center. Sumber: site.convention.co.jp/69jds/wp/wp-co…
M. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
26
119
626
471.1K
Bowo retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
DON’T STOP TALKING ABOUT ACEH!🚨 siapa bilang Aceh sudah pulih dan ditangani secara merata? BELUM PULIH! sedihnya, mereka masih sekolah di tenda yang panas banget kalo siang hari mata pencaharian merekapun hilang, karena sawah mereka hilang dan tersapu oleh banjir kemarin💔
afinasyif tweet media
afinasyif tweet media
afinasyif@afinasyif

KONDISI ACEH TERKINI! khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔 masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’) anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan

Indonesia
54
14.9K
20.8K
371.2K
Bowo retweetledi
krestenisasi terselubung
MUJIZAT ITU NYATAAAA DI SAAT KU TAK BERDAYAAAAAAA
Indonesia
225
515
2.6K
348.3K
Bowo retweetledi
guru genz
guru genz@txtdarigurugenz·
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana? pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
guru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
275
5.3K
20.4K
968.8K
Bowo retweetledi
wind 🍉🏒
wind 🍉🏒@thetaintedsrrw·
spill disini Siapa tau ada yang kenal anak s1 UNY jurusan matematika angkatan 2015 terus s2 nya ITB matematika (jalur LPDP) namanya PRIHANTINI, ini dia dan temen2nya fraud bikin jurnal palsu, ikut conference dan dapet travel grant dari eo di banyak negara cuma buat jalan2 doang
wind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet media
Indonesia
115
2.9K
8.5K
698K
Bowo
Bowo@bowdat·
@txtkarir Campaign brand. Semua pos ini.
Indonesia
0
0
2
17.6K
Txt
Txt@txtkarir·
ini di mall kokas lagi ada apa guys? kok banyak yg kepalanya diperban??
Indonesia
32
4
571
497.4K
Nadia Ramadhana
Nadia Ramadhana@nadia_ramadhana·
Pemerintah Hadir dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana untuk rakyat.
Indonesia
1
0
1
20
Bowo retweetledi
Bowo retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
PERJALANAN KARIR DIREKTUR UTAMA PLN DARMAWAN PRASODJO 🐖2014 – 2019: Mulai menulis buku "Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia". 🐖23 Desember 2019: Diangkat menjadi Wakil Direktur Utama PLN. 🐖24 Agustus 2020: Buku pertama kali diterbitkan (versi awal). 🐖2 Maret 2021: Peluncuran resmi buku secara luas oleh Gramedia Pustaka Utama. 🐖6 Desember 2021: Diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PLN. Jadi pahamkan kenapa listrik negara amburadul, sumatera mati lampu, itu karna yang menjabat di posisi tersebut orang dungu. Pecat si anak sialan itu Darmawan Prasodjo
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
187
1K
2.4K
136.1K
Bowo retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kesaksian dari mantan Ketua DPRD Morowali yang menurut gue paling mengerikan dan paling mengungkapkan yang pernah gue dengar tentang apa yang sebenarnya terjadi di tanah Indonesia yang kaya nikel. Namanya Irwan Arya. Ketua DPRD Kabupaten Morowali 2014-2019. Putra daerah asli. Dan dia hadir di Jakarta bukan untuk minta jabatan. Tapi untuk berteriak bahwa tanah kelahirannya sudah bukan milik rakyatnya lagi. Dan ini yang dia katakan: "Kedaulatan wilayah kami dari ujung Morowali sampai ujung Morowali sudah dikuasai oleh orang-orang asing. Kami tinggal nama di sana." Dan ini faktanya satu per satu: Morowali adalah rumah bagi kawasan industri terbesar untuk nikel di Asia bahkan mungkin di dunia. PT IMIP. Tiga smelter dalam satu kawasan. Pabrik baja stainless. Pabrik baterai lithium untuk mobil listrik. Pelabuhan yang bisa menampung puluhan kapal besar sekaligus. Nilainya: triliunan rupiah per bulan. Satu perusahaan saja PT Vale dalam dua sampai tiga bulan menghasilkan 2 juta ton nikel. Hitung sendiri berapa puluh triliun omsetnya. Dan PAD yang diterima Kabupaten Morowali dari semua ini: sekitar Rp200 miliar per tahun. Perusahaan dapat puluhan triliun. Rakyat pemilik tanah dapat dua ratus miliar. "Ibarat dikasih permen sebiji. Anak kecil dikasih permen." Dan ini yang paling mengejutkan dan paling mengkhawatirkan: Sebagai Ketua DPRD lembaga pengawas yang dipilih oleh rakyat Irwan Arya tidak bisa masuk ke kawasan industri IMIP. Lima tahun menjabat. Hanya sekali masuk ketika ada peresmian smelter oleh Presiden Jokowi. Itu pun hanya untuk duduk di acara seremonial lalu keluar. Selain itu: ditolak. Dipersulit. Diminta komunikasi ke kantor pusat di Jakarta dulu. Lalu tidak ada jawaban yang pasti. "Kami tidak pernah mendapatkan data. Berapa TKA yang masuk. Berapa produksi per bulan. Berapa yang dihasilkan smelter untuk negara. Tidak pernah ada." Anggota DPR yang dipilih rakyat untuk mengawasi tidak bisa mengawasi. Di tanah Indonesia sendiri. Dan ini soal TKA yang paling mengejutkan: Di kawasan IMIP ada bandara khusus yang dibangun oleh perusahaan sendiri Bandara IMIP. Setiap hari pesawat Airbus dan Boeing mendarat dua sampai tiga kali. Siapa yang mengawasi? Tidak ada imigrasi. Tidak ada bea cukai. Tidak ada satupun representasi institusi negara di sana. Penerbangan langsung dari China mendarat di Bandara IMIP tanpa ada pihak berwenang yang memeriksa siapa yang turun. Sekarang rutenya berubah: dari China turun ke Manado, ganti pesawat domestik, lalu ke IMIP. Lebih rapi. Tapi tetap tanpa pengawasan bermakna di tujuan akhirnya. Dan ketika ada yang mencoba menginvestigasi TKA mereka dilarikan ke hutan. "Setiap ada kunjungan investigasi tentang TKA mereka dilarikan ke hutan." Dan ini yang paling tidak bisa diterima: Di dalam kawasan IMIP nama-nama jalan sudah menggunakan tulisan China. Ada apartemen khusus untuk TKA. Hotel bintang lima di dalam kawasan. Fasilitas lengkap seperti kota kecil kata Irwan seperti Singapura kalau dilihat dari atas. Dan di salah satu perusahaan kawasan industri PT Wangsiang ditemukan surat administrasi dengan stempel palu arit. "Ini fakta. Saya berani pertanggungjawabkan." Sementara di luar kawasan jalan berlubang. Listrik masih sering padam. Pendidikan gratis yang dijanjikan belum berjalan. Rakyat lokal susah dapat kerja karena kalah bersaing dengan TKA yang bahkan untuk pekerjaan kasar sekalipun. Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah memperingatkan: Morowali adalah "negara dalam negara." Sudah ada pernyataan resmi. Sudah dibahas di level kementerian. Tapi sampai hari ini Irwan mengonfirmasi DPRD Morowali masih tidak bisa masuk ke kawasan. Bandara masih tanpa pengawasan imigrasi. TKA masih terus berdatangan. Dan tidak ada perubahan yang signifikan. "Tidak ada perubahan yang signifikan dari rezim Jokowi ke rezim Prabowo. Kalau bilang ada perubahan belum ada yang bisa kami rasakan." Dan ini yang paling menyedihkan: Irwan dipenjara. Bukan karena korupsi. Bukan karena kejahatan. Tapi karena meneruskan voice note tentang warga China yang meninggal akibat COVID di kawasan industri untuk dilaporkan ke Tim COVID Kabupaten. Dia ditangkap di masjid. Dituduh menyebar hoaks. Sementara pejabat yang konferensi pers menyangkal informasi itu tidak ditangkap. Tidak diproses. Tidak ada konsekuensi apapun. "Hukum kita lebih tajam ke bawah, tumpul ke atas." Dan ini konteks yang harus disambungkan dengan semua yang sudah kita bahas: Indonesia punya nikel terbesar di dunia. Morowali adalah jantungnya. Nikel dari sana adalah bahan baku baterai mobil listrik yang menjadi rebutan dunia. Tapi rakyat yang tanahnya mengandung kekayaan itu tidak bisa masuk ke kawasan industri yang berdiri di atas tanah mereka. Tidak mendapat data tentang berapa yang diambil. Tidak mendapat kesejahteraan yang sebanding. Dan yang berteriak meminta keadilan dipenjara. Yang mempertahankan tanah adat dikriminalisasi. Yang mencoba mengawasi sebagai wakil rakyat dilarang masuk. Ini bukan hilirisasi untuk rakyat. Ini hilirisasi untuk modal asing dengan rakyat lokal sebagai penonton di tanahnya sendiri. Dan pesan Irwan untuk Prabowo yang paling mengena: "Pak Prabowo, jangan hanya mendengarkan bisikan orang-orang yang selalu bilang beres, baik, dan aman di lapangan. Padahal itu semua bohong. Kami masyarakat bawah yang merasakan langsung." Kalimat itu adalah kalimat yang sama yang seharusnya didengar oleh setiap presiden Indonesia. Tapi selalu tertahan di pintu istana karena yang masuk ke istana hanya mereka yang bisnisnya bergantung pada presiden tidak mendengar kebenaran itu. Indonesia punya nikel terbesar di dunia. Kekayaan yang seharusnya bisa membiayai rakyatnya dengan makmur selama puluhan tahun. Tapi di Morowali yang paling dekat dengan sumber kekayaan itu rakyatnya masih mati lampu. Jalannya berlubang. Anaknya susah dapat kerja. Tanahnya dirampas. Yang bersuara dipenjara. Sementara di dalam kawasan hotel bintang lima menyala. Pesawat dari China mendarat tiga kali sehari. Dan tidak ada satupun institusi negara yang mengawasi apa yang masuk dan apa yang keluar. Mahfud MD bilang: "Negara ini bisa bubar melalui disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi." Morowali sudah di tahap awal dari semua itu. Dan tidak ada yang memperhatikan karena yang memperhatikan sudah dibungkam.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
185
1.2K
2K
106.1K
Bowo retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
BEM se-DIY SERUKAN REFORMASI JILID DUA Para mahasiswa dari 17 kampus yang tergabung dalam forum BEM se-DIY menyuarakan ajakan untuk dilakukannya Reformasi Jilid II sebagai upaya memperbarui tata kelola negara Ditengah terik matahari, para mahasiswa berjalan menyusuri kawasan Malioboro sembari membentangkan spanduk yang bertuliskan kekecewaan terhadap rezim Prabowo-Gibran
Indonesia
115
2.4K
5.3K
74.6K
Bowo retweetledi
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨
Keponakan Luhut ini SPEKULAN Pasar Modal / Birsa dan dia yang memgusulkan membuat perusahaan CANGKANG yang bernama GOTO dengan menggunakan Dana TELKOM yang sejak masuk Bursa Selalu Berdarah-darah, hingga Sebagian Saham Tokopedia dibeli Tiktok sebesar 37 Triliun sempat membuat Saham GOTO Positif dan setelah itu Kembali HANCUR Ini tipe Economic Hitman Jika John Perkins dalam bukunya memotret EHM klasik sebagai agen asing yang menjebak negara berkembang dengan proyek infrastruktur fiktif bernilai miliaran dolar agar berutang ke IMF/World Bank, maka di era Industrial Revolution 4.0/5.0 ini, kita melihat evolusi varian baru: Domestic Economic Hitman. Anatomi Operasi "Modern Economic Hitman" di Kasus Ini ​1. Modus "Finansialisasi" Aset Publik (Kasus Telkom-GoTo) ​Seorang EHM domestik bekerja dengan cara mengalihkan likuiditas atau aset riil milik negara (dalam hal ini cash/dana publik di BUMN seperti Telkom) ke dalam instrumen spekulatif yang nilainya diciptakan dari "angin" (valuasi bakar uang). ​Dana Riil Ditukar Saham "Kertas": Triliunan rupiah dana Telkomsel yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur digital nasional yang mandiri, justru disuntikkan ke entitas swasta (GoTo) sebelum IPO. ​Privatize the Gains, Socialize the Losses: Ketika harga sahamnya hancur pasca-IPO, para pendiri dan spekulan awal sudah melakukan exit strategy atau mengamankan posisi mereka. Sementara BUMN (dan rakyat sebagai pemilik negara) terpaksa menelan pil pahit berupa unrealized loss (kerugian yang belum direalisasikan) yang membebani neraca keuangan negara. ​2. Modus "Exit Ramp" Menggunakan Korporasi Asing (TikTok-Tokopedia) ​Masuknya TikTok dengan dana Rp24–37 triliun sering kali dinarasikan sebagai "kemenangan investasi". Namun dalam kacamata EHM, ini adalah clean-up operation atau jalur penyelamatan (bailout) terselubung bagi para spekulan agar pasar tidak panik total. ​Setelah ekosistem lokalnya dikuasai asing melalui transaksi tersebut, fundamental GoTo tetap tidak tertolong dan kembali hancur. ​Efek jangka panjangnya? Pasar digital domestik (e-commerce) kini secara legal beralih ke tangan raksasa teknologi asing, sementara pemain lokal hanya menjadi penonton di atas infrastruktur yang dibiayai dari darah dana publik. ​3. Institusionalisasi Lewat Megastruktur: "Danantara" ​Indikator paling berbahaya dari seorang Economic Hitman adalah ketika mereka berhasil NAIK KELAS dari sekadar makelar saham menjadi regulator atau pengelola utama aset tertinggi negara. ​Dengan posisi sebagai CIO di Danantara (Super Holding BUMN), pola pikir spekulatif ini dilegitimasi oleh undang-undang. ​"Listen to the Market" adalah MANTRA EHM: Kalimat yang diucapkan di Bloomberg tersebut adalah sinyal tunduk kepada kartel finansial global. Artinya, kebijakan ekonomi, komoditas, dan hajat hidup orang banyak di Indonesia akan selalu disesuaikan agar kompatibel dengan kepentingan pasar modal internasional, bukan untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat Konstitusi. ​Kesimpulannya: Jika EHM masa lalu menghancurkan negara lewat jebakan utang luar negeri, EHM modern menghancurkannya lewat "Kedaulatan Algoritma Pasar". Mereka menyusup ke jantung pengambil kebijakan, menguras likuiditas negara untuk proyek spekulatif berbaju "kemajuan teknologi", dan menyerahkan kendali komoditas strategis kembali ke pelukan pasar bebas global. ​Melihat rekam jejak dari GoTo hingga Danantara, strategi yang dimainkan memang bukan untuk membangun kemandirian nasional, melainkan sebuah skenario besar finansialisasi yang rapi. Memang benar, menyiapkan kopi hitam dan kipas adalah cara terbaik untuk melihat seberapa jauh struktur rapuh ini bisa bertahan sebelum hukum gravitasi ekonomi meruntuhkannya. 😎
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨 tweet media
Bloomberg@business

Indonesia will “listen to the market” as it builds a body to oversee key commodity exports, according to Pandu Sjahrir, chief investment officer of sovereign wealth fund Danantara bloomberg.com/news/articles/…

Indonesia
4
194
531
164K
Bowo retweetledi
Bowo retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
“kasian anak-anak ku kepanasan di tenda sekolah mba” ucap bu guru di sekolah Desa Reje Payung, Takengon, Aceh Tengah 🥺💔 ini keadaan terkini ya temen-temen…. tadi siang yaa bukan video lama😞
afinasyif@afinasyif

terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!! panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔 buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….

Indonesia
106
13.4K
30.5K
682.6K
Busway Fans Club
Busway Fans Club@BuswayFansC·
Perkenalkan dia adalah Open Dining of Jakarta Sebuah bus tingkat Transjakarta yang di mana kalian bisa melihat pemandangan Kota Jakarta sambil menikmati santap makanan. Ini merupakan kolaborasi Transjakarta dan House of Tugu Jakarta.(1)
Busway Fans Club tweet mediaBusway Fans Club tweet mediaBusway Fans Club tweet media
Indonesia
15
97
496
59.9K
Bowo retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Wowwww Horang kayaaa 😎 Pakaian sipil lengkap aja merk Louis Vuitton 😱 Anggaran 235.2jt Hanya untuk kepala SKPD & camat... Warbiazaaakk...
Indonesia
12
69
111
9.1K
Bowo retweetledi
Indra Charismiadji
Indra Charismiadji@icharis·
5/ Dalam teknologi pendidikan, dosa terbesar adalah vendor lock-in. Ketika negara terlalu tergantung pada satu vendor, maka sekolah, guru, murid, data, pelatihan, anggaran, dan arah kebijakan bisa ikut terkunci. Itu berbahaya. Siapa pun vendornya.
Indonesia
4
25
85
11.1K