Roy
227 posts


Dear laki-laki tolong atuh kl kondangan jangan pake sepatu lari, iya tau sepatunya mahal tapi kalian harus hargai momen org yg mengundang.
Apalagi udh pake sepatu olahraga celana jeans dan kemeja batik. Kecuali emang yg ngundang dresscodenya olahraga.
Beli loafers atau pantofel kan bisa beli yg harganya gak mahal tapi keliatannya sopan.
belajarlah well dress, bukan soal mahal, tapi soal taste dan tahu menempatkan diri. Cara berpakaianmu sesuai dengan acara nunjukkin respect bukan cuma ke acaranya tapi ke diri lo sendiri.
heran balesan musang2 ini. bersih rapi wangi dikit, dikira gay, sampe kapan mau fashion CoD musang terus?
cc:threads


Indonesia

Anak Saya Putri Papuana Melanesiani Pigai akhirnya sudah wisuda di Sekolah Kuliner Bergengsi Terbaik Nomor 1 Dunia Le Cordon Bleu di Eropa. Dulu dia sekolah di Amerika Serikat dan Sekarang di Eropa. Akhirnya lulus di Sekolah Top Dunia.
Anak Sy Putra salah satu generasi muda brilian, alumni Pangudi Luhur Jakarta sering juara dan siswa berprestasi dan saat ini kuliah S1 di salah satu sekolah terbaik dan tersulit dunia di Tokyo Jepang, yang suatu saat akan dilirik atau minimal Presiden Freeport atau Pimpin Smelter Freeport dimiliki Jepang di Gresik. Itu keinginan Saya sebagai orang tua but let’s see the subsequent😀
Mereka sekolah saatnya Ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang Saya tidak punya rumah dan tanah dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet. Tetapi prestasi anak2 Saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri Saya termasuk Menteri yg anak2nya masuk Sekolah2 Top Dunia.😀🙏
Mereka sekolah tanpa biaya Pemerintah, tanpa biaya LPDP seperti anak2 pejabat Indonesia pada umumnya dan juga anak Capres yang mantan Menteri dan Gubernur yang dapat biaya LPDP itu.
By the way “mereka dua tidak tahu kantor saya dan selalu naik taksi, Grab, bawa motor dan bahkan 1 pegawai Kementerian HAM pun tidak kenal. (Boleh tanya mulai dari Securiti, OB, sampai Dirjen/ Sekjen dan semua Pejabat).
Sampai di sini kita bisa renungkan kualitas dan integritas, karakter, kapasitas, moralitas orang tuanya karena “Buah Matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya”.




Indonesia

Oknum anggota Brimob yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar madrasah tsanawiyah negeri (MTsN) di Kabupaten Maluku Tenggara, terjatuh hingga tewas, pada Kamis (19/2/2026), kini memasuki babak baru. Polres Kota Tual, Maluku telah menetapkan Bripda Masias Siahaya (MS) sebagai tersangka. Bripda MS kini telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 76 C juncto Pasal 80, Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 16 tahun penjara.
Update berita selengkapnya di Beritasatu TV, BTV, BeritaSatu.com, & YouTube BeritaSatu!
#Brimob #Polisi #Penganiayaan #MalukuTenggara #SaatnyaMajuBersama #BeritaSatu
Indonesia

@dinasukamelon @Opposisi6890 Nitip… Prabowo dlu.. silahkan cek detail lengkaonya di wikipedia
Indonesia


@Opposisi6890 @ridwanhr Oknum? Tapi kelakuan semua anggota dari sabang sampai merauke sama semua… dasar anak2 setan
Indonesia

@TirtoID @gajelaslonyet Yokkk mulai… jadi kapan mau dijadikan kek mantan mertuanya
Indonesia

Disepakati, Produk AS Masuk RI Tak Perlu Lagi Sertifikasi Halal
tirto.id/disepakati-pro…
Indonesia

@trueliesoflove Inilah pentingnya membaca, bukan hanya skedar melihat video lalu diinterpretasikan
Indonesia

















