diva

10.1K posts

diva banner
diva

diva

@brewtifulva

Katılım Haziran 2019
341 Takip Edilen265 Takipçiler
diva retweetledi
Xyz
Xyz@Xyzofmine·
@tanyakanrl Ada satu hal yg aku pelajarin dri budaya pisah rumah sm ortu nya orang barat. Ada yg ngejelasin kalo "the bird will eventually leave the nest" krn emang gitu hukum alamnya. Sedangkan kalo dilarang/ditahan anak ga bakal bisa berkembang jdi individu seutuhnya,-
Indonesia
4
32
815
44K
diva
diva@brewtifulva·
@tanyakanrl elu siape sih anjir???? heran gue deh sama kelakuan org org di dunia ini😭😭😭🙏🏻
Indonesia
0
0
0
6
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 sebenarnya bisa aja aku chat, tapi aku maunya dia sadar aja.
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
3.9K
111
4.8K
1.7M
diva retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran: 1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah 2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah 3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode) 4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah 5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah 6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah 7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
i-Pop HQ@iPopHQ

Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)

Indonesia
341
30.8K
58.2K
1.2M
diva
diva@brewtifulva·
ya Allah, permudah switch career saya🙏🏻🙏🏻🥹
Indonesia
0
0
0
11
diva
diva@brewtifulva·
burnout bgt
Indonesia
0
0
0
2
diva
diva@brewtifulva·
bener bener dah muak liat angka ini hufttttttttt
diva tweet media
Indonesia
0
0
0
3
diva
diva@brewtifulva·
i really hate being like this, i just want disappear…
English
0
0
0
11
diva retweetledi
cp
cp@bantalmanis·
@beatqarbu tapi segoblok gobloknya kita, kita aja tau kak ini ide buruk😇
Indonesia
3
110
2K
26.6K
diva retweetledi
🐌
🐌@ihatezfruits·
@tanyarlfes bacot nder, cewe di safe spacenya masih aja diributin, suka suka dia juga, hobi bgt ngurusin hidup orang. kalo temen lu begitu dan lu dimasukin ke cf dia ya berarti dia percaya sama lu dan nganggep lu one of her safe place, jaga kepercayaan temen lu bukannya malah dikomenin
Indonesia
3
272
4.9K
71.6K
diva
diva@brewtifulva·
hate being at home
English
0
0
0
4
diva retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
diva
diva@brewtifulva·
dan dicap “pahlawan tanpa tanda jasa”☺️☺️☺️☺️
Six Balax@_sixbalax_

@neVerAl0nely___ udah direndahkan derajatnya sama pemerintah, trus direndahkan oleh orangtua yang memanjakan anaknya, trus sekarang direndahkan juga oleh siswanya sendiri

Indonesia
0
0
0
123
diva retweetledi
hywnnkw
hywnnkw@heywannaknoww·
rupiah melemah, kebencian ke pemerintah menguat.
Indonesia
107
20.5K
44.3K
454.3K
diva
diva@brewtifulva·
mauu netfix dongg yg mingguan #zonauang
Indonesia
22
0
1
164
diva retweetledi
meow.
meow.@apriIdust·
di hari kartini ini gue cuma berharap semoga makin banyak tempat aman dan nyaman buat perempuan di sini berkembang, bekerja, dan lakuin apapun yang disuka. meski kita tau sistem negara ini rusak dan mostly ternoda patriarkisme yg gak ngotak.
Indonesia
7
13.4K
24.2K
255.8K
diva retweetledi
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ@moonlightfoxs·
kalau borosnya gabisa diilangin, tambahin aja rejekinya ya Allah
Indonesia
142
30.9K
72.4K
783.3K
diva retweetledi
sabo
sabo@plisitin·
rakyatnya kicau mania, pemerintahnya kicau balau
Indonesia
105
11.8K
36.6K
352.1K