orel

5.1K posts

orel banner
orel

orel

@broknveins

Katılım Şubat 2014
367 Takip Edilen449 Takipçiler
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
2 Tang yang suka ngaku ngaku Jak
TXT DARI JAKARTA tweet media
Indonesia
24
30
465
21.1K
orel
orel@broknveins·
@txtdrjkt agora paling mager
Português
0
0
0
302
orel
orel@broknveins·
udah ditahap demen gelas2 cantik
Indonesia
0
0
0
41
orel
orel@broknveins·
@zhan4yu cobain ini mas
orel tweet media
Indonesia
1
0
0
24
orel
orel@broknveins·
jarang ketawa ngakak except denger celetukan mang asep
Indonesia
0
0
0
91
orel
orel@broknveins·
bhapp
SuaraAkal@dodisegrovee

@tempodotco Ujung2nya pemantauan real-time bakal susah jalan. Masih banyak daerah yg listriknya ngga stabil dan sinyal internetnya lemah. Apalagi yg ngerjainnya Peruri (perusahaan cetak uang). Emangnya sanggup mantau ribuan dapur di setiap pelosok? Aneh2 aja makananlah dipantau dari pusat😓

Eesti
1
0
1
208
ayang
ayang@prilianka·
ga disukain sama orang-orang di dunia gapapa banget yang penting masih ada pacarku
Indonesia
1
0
0
28
orel
orel@broknveins·
oh god stagingnya di tempat gue lagi
ferizandra@ferizandra

KETIKA DATA RESMI MEMBUKA SKANDAL PROYEK GAIB IT BGN RP1,2 TRILIUN... Sebuah jejak digital di sistem pengadaan pemerintah memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana mungkin proyek teknologi informasi bernilai Rp1,2 triliun dinyatakan selesai, tetapi jejak pelaksanaan dan realisasinya nyaris nihil...? Temuan ini bersumber dari data resmi di platform Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui sistem SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik), yang selama ini menjadi tulang punggung transparansi belanja negara... Dua Proyek, Satu Pola Janggal Pada 22 Oktober 2025, Badan Gizi Nasional mencatat dua paket pengadaan besar: 1. Managed Service Sarana IT dan IoT di 5.000 lokasi dengan nilai: Rp665,4 miliar 2. Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional dengan nilai: Rp600 miliar Total anggaran: Rp1,265 triliun... Keduanya menggunakan metode PENUNJUKAN LANGSUNG — mekanisme yang dalam praktik pengadaan hanya diperbolehkan dalam kondisi terbatas, seperti keadaan darurat, kebutuhan khusus, atau ketika hanya ada satu penyedia yang mampu... Namun yang menjadi sorotan bukan sekadar metode, melainkan hasil kerjanya... Status “Selesai”, Tapi Tanpa Pelaksana Dalam tampilan sistem, kedua proyek tersebut tercatat “Paket Sudah Selesai”... Masalahnya, pada bagian “Pemenang Berkontrak”, gak tercantum identitas vendor: Gak ada nama perusahaan...! Gak ada alamat...! Gak ada NPWP...! Lebih janggal lagi, pada bagian nilai realisasi, tercatat: Rp0...! Kontradiksi ini memunculkan pertanyaan mendasar: Siapa yang mengerjakan proyek triliunan ini, dan bagaimana mungkin proyek selesai tanpa nilai realisasi...? 🤔 Produk Rp600 Miliar yang “Error” Penelusuran lebih lanjut mengarah pada portal sistem informasi yang diduga merupakan bagian dari proyek tersebut... Hasilnya jauh dari ekspektasi sistem bernilai ratusan miliar: • Data kosong atau nol • Fitur gak berjalan • Tampilan antarmuka sederhana dan gak stabil Dalam beberapa pengujian, sistem bahkan gak mampu untuk menampilkan data dasar untuk wilayah tertentu... Kalo ini benar bagian dari proyek Rp600 miliar, maka muncul pertanyaan berikutnya: Apakah ini hasil akhir, atau proyek belum benar-benar berjalan...? 🤔 Penunjukan Langsung untuk Proyek Raksasa Penggunaan penunjukan langsung dalam proyek bernilai kecil bukan hal baru, namun untuk nilai di atas Rp1 triliun, praktik ini jarang terjadi tanpa alasan kuat... Secara prinsip, pengadaan skala besar seharusnya melalui tender terbuka guna: • Menjamin kompetisi harga • Menjaga kualitas • Menghindari konflik kepentingan Ketika jalur kompetisi dilewati, publik berhak mengetahui dasar penunjukannya... Transparansi yang Dipertanyakan Sistem SPSE selama ini digadang sebagai simbol keterbukaan, namun kasus ini justru menunjukkan paradoks: • Data tersedia → tapi gak lengkap • Status jelas → tapi gak logis • Sistem terbuka → tapi menyisakan banyak celah pertanyaan Kalo data resmi aja menyimpan kejanggalan, maka transparansi gak lagi soal akses, melainkan soal kejujuran dan kelengkapan informasi... Dampak yang Belum Terlihat Proyek ini dikaitkan dengan program pemenuhan gizi nasional—program yang menyasar jutaan penerima manfaat, namun hingga kini, dampak konkret dari sistem tersebut belum terlihat jelas: • Apakah sistem benar-benar digunakan...? • Apakah membantu distribusi gizi...? • Atau hanya berhenti sebagai proyek administratif...? Pertanyaan yang Menunggu Jawaban Hal ini membuka sejumlah pertanyaan krusial: • Siapa vendor dari proyek Rp1,2 triliun ini...? • Mengapa data pemenang gak tercantum di sistem...? • Bagaimana proyek bisa dinyatakan selesai dengan realisasi Rp0...? • Apakah sistem yang ada merupakan hasil final dari proyek tersebut...? • Apa dasar penggunaan penunjukan langsung untuk nilai sebesar itu...? Ketika angka triliunan hanya hidup di layar, sementara hasilnya gak terasa di lapangan, publik berhak curiga: ini proyek pembangunan—atau sekadar ilusi...? 🤔

Indonesia
1
0
0
82
orel
orel@broknveins·
@txtdrjkt kemang gapapa dah ya rabb
Indonesia
0
0
0
210
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
doa pagi ini, semua tolong ucap aamiin untuk kita
TXT DARI JAKARTA tweet media
Indonesia
82
760
2.2K
68.6K
txt onlineshop
txt onlineshop@txtdarionlshop·
Selain gyukaku yg worth it mana lagi ya?
txt onlineshop tweet media
Indonesia
176
150
2.1K
212.5K
kvin
kvin@lebamttelak·
@kolonigigs_ My jinji nya sunset rollercoaster lah. The whole song is good tapi outro nya something else
English
4
1
6
555
KOLONI GIGS
KOLONI GIGS@kolonigigs_·
Coba spill lagu yang bagian outro/verse/bridge/pre-chorus-nya malah lebih enak daripada reff-nya sendiri. Ada rekomendasi?
Indonesia
25
3
34
7.7K
orel retweetledi
Andriawan
Andriawan@_andriawan_·
@RaihanHafizhh Sebagai penikmat horological romance, aku lebih milih F-91W. Dari Obama sampai Osama Dari tentara sampai teroris. Salah satu jam terbadak yg pernah aku punya.
Indonesia
3
13
144
10.5K
bukanketuakelas
bukanketuakelas@kakakpembinah·
Blok M udah terlalu ramai, sesekali mainlah ke daerah Glodok. Emang ada apa aja?
bukanketuakelas tweet mediabukanketuakelas tweet media
Indonesia
109
281
3.3K
163.8K
orel retweetledi
ConquerMindsetMoney | Self Mastery
Your parents stopped buying things for themselves years ago. Not because they couldn't afford it. But because every time they had extra money, they thought of you first. They wear the same clothes. Use the same phone. Eat simpler meals. While making sure you never felt like you went without. Most of us noticed too late. Some of us never noticed at all.
໊smolaraa@kesikesiluv

Hit me with the harshest reality truth.

English
79
6K
23.9K
1M