Bryan Afrianto

727 posts

Bryan Afrianto banner
Bryan Afrianto

Bryan Afrianto

@bryanafrianto

Love @_dtto

None Katılım Haziran 2019
484 Takip Edilen75 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
Dtto 3D
Bryan Afrianto tweet media
Español
0
1
11
961
Thana Kusuma 🛏️ | Vtweeter & Vtuber ID/EN 🕯️
> Tugas kelompok mata kuliah Akuntansi. > Disuruh berkelompok dan bikin laporan 3000an kata yang topiknya "Digital Twin" (cari tau sendiri di Google kalo ga tau ini apa). > Kelompokku anggotanya cuma tiga orang, kelompok yang lain empat orang per kelompok. Kelas kita jumlah muridnya ganjil soalnya. > Tiga orang isinya dua cewe (termasuk aku), dan satu cowo. > Seperti biasa aku langsung siapin Google Doc, pembagian tugas, dll biar anggota yang lain tinggal kerjain tugasnya. > Deadline tugasnya Selasa depan. > Aku sama si cewe udah beresin bagian kita, si cowo sebiji ini cuma pernah bales chat di WA sekali terus ilang sampe hari ini. Btw aku udah ngetag2 dia berkali2 di grup WA ya. > Me: *kesel* > Kirim email ke tu cowo berharap (ga) dibales. > Kirim email ke dosennya buat ngelaporin tu cowo. Seumur2 aku kerja kelompok baru kali ini aku sampe harus ngadu ke dosen. Dosennya sendiri udah bilang sih kalo ada anggota anomali harus segera lapor buat ditindak. Pantesan aja di matkul lain dia pernah hampir berantem di kelas gara2 dilabrak anggota kelompoknya sendiri. Ternyata emang manusia ghoib.
Thana Kusuma 🛏️ | Vtweeter & Vtuber ID/EN 🕯️ tweet media
Indonesia
9
0
52
4.3K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@ThanaKusuma Kenapa tidak live sambil nugas? tidak perlu ditunjukkan layarnya cukup Avatar dan layout stream seperti free talk.
Indonesia
1
0
0
137
Thana Kusuma 🛏️ | Vtweeter & Vtuber ID/EN 🕯️
Kalau kalian sering nemuin aku bergadang, itu bukan gara2 aku nguli game gacha doang ya kerjaannya. Aku emang kadang nyambi ngegame biar ga ngantuk aja. Vtuber yang kalian biasanya sebut2 tolol ga punya otak, tukang rage bait, dan caper ini juga aslinya manusia yang lagi berjuang hidup sama kayak yang lainnya. Dipikir kuliah di negara tetangga itu gampang? Ngimpi kamu. Kalo gampang mah ngapain aku bela2in bergadangan bikin tugas analisis ekonomi negara di jam setengah 4 pagi dan suhunya 1 derajat Celcius? Lebay? Norak? Ga bisa bagi waktu? Pasti ngerjainnya pake AI? Aku iyain aja lah biar cepet. Mending tidur ato panen engagement aja biar makin dikenal jadi cenblu tolol di X. Enak cuy dapet duit gaib yang biasanya didongengin sama warga X yang udah monet. Duh semlenget, kudune aku nganggo basa Jawa wae mau nggo misuh-misuh. Nek tekan kene rame turis meneh, jan males tenan aku. Tapi ya lumayan sih, nambah rame. Sapa ngerti dadi bisa gajian cenblu. Tulung balesi dong, bèn aku ora ngantuk.
Thana Kusuma 🛏️ | Vtweeter & Vtuber ID/EN 🕯️ tweet media
Indonesia
15
1
35
1.5K
Bryan Afrianto retweetledi
ごりらマン
ごりらマン@_Fgorilla_·
おしずさん #しずくれよん
ごりらマン tweet media
日本語
1
9
63
4.5K
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Udah keterima paper Q2 harusnya publish artikelnya this month, tapi ke detect AI checker 41%. Gue yang nulis manual tanpa AI, nambahin dari jurnal dan buku aja rasanya mau menangis. Sebenernya gimana sih sistem AI Checker???
Indonesia
135
336
5.6K
207.3K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@mechnclgrl Yang sering disalah pahami 41% itu bukan total kalimat yang menggunakan AI tapi persentase kemungkinan AI terlibat dalam penulisan itu hal yang berbeda.
Indonesia
0
0
0
52
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@mechnclgrl Ai Checker itu scam entah kenapa masih banyak yang percaya. Padahal open AI sebagai perusahaan dan pengembangan GPT sudah pernah membuat AI checker jya sendiri namun dihentikan karena memang tidak berguna.
Indonesia
1
0
3
1K
𝕰𝖒𝖕è𝖗ö𝖗 𝕻è𝖓𝖌üí𝖓
Tidak pernah ada Paus yang melegalkan lgbt Paus Fransiskus mengajarkan untuk memberkati lgbt spt jg memberkati orang biasa, bukan memberikan berkat seperti perkawinan karena ajaran Gereja Katholik menentang prilaku menimpang, bukan orang yang potensi berdosa, selama org tersebut berpegang pada iman rdan tidak berbuat maka dia sama spt orang biasa. Paus Leo XIV menegaskan hal itu dengan lebih tegas. Tidak ada yg berubah.
Istianah Nissa@istianahnissa_

@Bbeo18 @Gank_Of_Petojo Paus sebelumnya melegalkan LGBT

Indonesia
10
83
509
19.7K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@HabibiFuad @tempodotco Itu udah lama kanker nya dia terapi terus dan tentu terapi yang paling mahal makanya sembuh kanker nya jadi bukan obat.
Indonesia
0
0
8
1.3K
Pinggiran Meja
Pinggiran Meja@HabibiFuad·
@tempodotco Berarti ada obat kanker dalam hitungan hari? Dunia medis menyembunyikan obat kanker? Atau Netanyahunya bohong, nggak sembuh tapi "dipaksa" sembuh? Opsi terakhir sih lebih masuk. Dia udah nipu, bohong, dan membunuh orang nggak berdosa kayak nepok nyamuk.
Indonesia
1
31
431
12.6K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Netanyahu Sembuh dari Kanker Prostat, Akui Tunda Pengumuman
Indonesia
121
45
671
317.4K
Memelord
Memelord@memefess·
Sebagai user ps5, saya setuju ini yeet!
Memelord tweet media
Indonesia
7
4
73
6.4K
Otaku Anime Indonesia
Otaku Anime Indonesia@Otaku_Anime_Ind·
Mei Kinosaki dari anime Marriagetoxin! Visualnya gak main-main, cakep parah dengan rambut blonde. Gak heran kalau dia langsung mencuri perhatian banyak fans. Sayangnya, meskipun sudah dijelaskan oleh Kinosaki sendiri, masih banyak yang gak percaya dengan gender aslinya. Salah satunya adalah netizen Jepang ini. via x/anime_nanashi
Otaku Anime Indonesia tweet media
Indonesia
23
14
294
12.6K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@itsurboihyl Korra itu Avatar "tumbal"untuk membuat cerita Avatar terus berlanjut di Avatar seven heaven nanti semua masalah yang dibuat korra bakal diselesaikan oleh Pavi.
Indonesia
0
0
0
257
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@fillainart Tohru adalah karakter perempuan yang hebat dalam perkembangan nya diawal cerita dia hanya pemberi dan bersembunyi dibalik masa lalu ibu nya takut untuk maju karena merasa mengkhianati ibu nya namun Kyo membangkitkan sisi "egois" tohru bahwa melangkah maju itu bukan mengkhianati.
Indonesia
0
0
2
80
fillainart
fillainart@fillainart·
Ada satu anomali yg cukup meresahkan kalau kita ngomongin diskursus anime, yaitu kenapa obrolan soal shounen selalu bising, sementara shoujo kesannya dianaktirikan? Jawabannya sering kali disederhanakan jadi "ya karena audiens shounen lebih masif dan aktif." Padahal, kalau kita mau bedah dikit di struktur sejarahnya, ada bias kultural yg bikin fenomena ini lebih kompleks dari jawaban tadi. Sebenarnya, ada elemen psikologis, resolusi trauma yg kelam, sampai world-building politik yg lahir murni dari manga shoujo. Tapi masalahnya, identitas genre ini sering kali kena kooptasi. Begini polanya: budaya pop yg bias patriarki secara sistemik melabeli shoujo sebagai genre picisan yg isinya cuma romansa dangkal, cowok tsundere dan cewek menye-menye. Label ini terus direproduksi sampai nempel di kepala audiens. Nah, ketika muncul karya dari demografi shoujo yg narasi psikologisnya gelap dan mendobrak batasan—sebut saja Fruits Basket (2019) dengan trauma antargenerasinya, Akatsuki no Yona yg world-building politiknya luar biasa epik, atau Natsume Yuujinchou yg filosofis banget—industri dan audiens "mainstream" akan kebingungan meresponsnya. Bukannya mengakui bahwa shoujo memang punya kapasitas intelektual yg liar, mereka malah memakai taktik penghapusan identitas. Karya-karya tersebut langsung dilabeli sebagai sesuatu yg "melampaui genrenya". Kita mustinya sering denger komentar semacam, "Fruits Basket ini dark banget, psikologisnya udah selevel seinen," atau "Yona ini ceritanya epik banget, lebih mirip shounen!" Ini adalah bentuk perampasan kredit historis. Label shoujo diperlakukan layaknya kasta yg memalukan. Seolah-olah, kalau sebuah karya itu brilian dan punya kedalaman cerita, ia otomatis "naik kelas" dan gak pantas lagi menyandang gelar shoujo. Padahal, justru lewat eksplorasi female gaze dan ruang emosional yg kompleks di demografi itulah narasi-narasi tajam tersebut bisa lahir. Akibatnya, diskursus shoujo di ruang publik selalu terlihat kerdil. Bukan karena mereka gak punya masterpiece, tapi karena setiap kali inovasi itu muncul, statusnya diam-diam dirampas oleh wacana maskulin untuk dinormalisasi sebagai standar shounen atau seinen. Dominasi diskursus shounen bukan cuma menang di ranah kapitalisasi komoditas, tapi juga lahir dari proyek amnesia massal. Kita diajari buat ngeremehin shoujo, sambil diam-diam merampas banyak inovasi narasi dari genre tersebut. Selama komunitas penikmat anime masih menganggap shounen sebagai titik nol dari semua kewarasan naratif, diskursus pop culture kita bakal terus pincang.
fillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet media
Indonesia
26
523
1.7K
77.3K
🇵🇸 ⊕★ティヤス★ ⊕ LC🦀🐟
Belum lama lihat yang nyebut Ikoku Nikki seinen 😅
fillainart@fillainart

Ada satu anomali yg cukup meresahkan kalau kita ngomongin diskursus anime, yaitu kenapa obrolan soal shounen selalu bising, sementara shoujo kesannya dianaktirikan? Jawabannya sering kali disederhanakan jadi "ya karena audiens shounen lebih masif dan aktif." Padahal, kalau kita mau bedah dikit di struktur sejarahnya, ada bias kultural yg bikin fenomena ini lebih kompleks dari jawaban tadi. Sebenarnya, ada elemen psikologis, resolusi trauma yg kelam, sampai world-building politik yg lahir murni dari manga shoujo. Tapi masalahnya, identitas genre ini sering kali kena kooptasi. Begini polanya: budaya pop yg bias patriarki secara sistemik melabeli shoujo sebagai genre picisan yg isinya cuma romansa dangkal, cowok tsundere dan cewek menye-menye. Label ini terus direproduksi sampai nempel di kepala audiens. Nah, ketika muncul karya dari demografi shoujo yg narasi psikologisnya gelap dan mendobrak batasan—sebut saja Fruits Basket (2019) dengan trauma antargenerasinya, Akatsuki no Yona yg world-building politiknya luar biasa epik, atau Natsume Yuujinchou yg filosofis banget—industri dan audiens "mainstream" akan kebingungan meresponsnya. Bukannya mengakui bahwa shoujo memang punya kapasitas intelektual yg liar, mereka malah memakai taktik penghapusan identitas. Karya-karya tersebut langsung dilabeli sebagai sesuatu yg "melampaui genrenya". Kita mustinya sering denger komentar semacam, "Fruits Basket ini dark banget, psikologisnya udah selevel seinen," atau "Yona ini ceritanya epik banget, lebih mirip shounen!" Ini adalah bentuk perampasan kredit historis. Label shoujo diperlakukan layaknya kasta yg memalukan. Seolah-olah, kalau sebuah karya itu brilian dan punya kedalaman cerita, ia otomatis "naik kelas" dan gak pantas lagi menyandang gelar shoujo. Padahal, justru lewat eksplorasi female gaze dan ruang emosional yg kompleks di demografi itulah narasi-narasi tajam tersebut bisa lahir. Akibatnya, diskursus shoujo di ruang publik selalu terlihat kerdil. Bukan karena mereka gak punya masterpiece, tapi karena setiap kali inovasi itu muncul, statusnya diam-diam dirampas oleh wacana maskulin untuk dinormalisasi sebagai standar shounen atau seinen. Dominasi diskursus shounen bukan cuma menang di ranah kapitalisasi komoditas, tapi juga lahir dari proyek amnesia massal. Kita diajari buat ngeremehin shoujo, sambil diam-diam merampas banyak inovasi narasi dari genre tersebut. Selama komunitas penikmat anime masih menganggap shounen sebagai titik nol dari semua kewarasan naratif, diskursus pop culture kita bakal terus pincang.

Indonesia
2
0
10
934
Mafuyu
Mafuyu@natsume_time·
@janciiiook Sempet liat byk yg rekomendasiin/sedih ya di episode 1
Indonesia
2
0
0
1.2K
Samuel
Samuel@janciiiook·
Ini bagus bgttt
Samuel tweet media
Indonesia
63
62
746
164.4K
Divine 🇳🇬
Divine 🇳🇬@LukasDGreat07·
Naruto verse really scales above jjk
English
84
380
7.1K
1.7M
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@kurawa Ini rating ulasan pengguna bukan rating umur perusahaan yang manipulasi rating itu biasanya perusahaan gede dan gak ada urusannya dengan steam.
Indonesia
0
0
0
164
RUDI VALINKA
RUDI VALINKA@kurawa·
tumben pada gak nanya sama Grok atau AI lainnya terkait kasus manipulasi rating Steam ini 😁
RUDI VALINKA tweet media
Indonesia
1.5K
28
112
639K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@Arihaitham Mereka yang udah tau industri game sudah mengenai manipulasi rating tapi itu biasanya dilakukan perusahaan gede sendiri bukan dari steam nya dan juga kayaknya si penanya ini salah maksud rating umur dan rating ulasan pengguna. Dia tanya AI tapi gak ikut mikir jdi nya begini.
Indonesia
0
0
0
400
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@rahmat_sam @kitty_gandalf Bukan cuman promosi film kiamat 2012 itu dari kalender suku Maya yang disalah pahami, justru film itu adalah terinspirasi dari lamaran kiamat suku Maya yang disalah pahami.
Indonesia
1
0
0
37
Shun. | Water 7
Shun. | Water 7@orangelotusss·
@anfess_ if u under 20 and almost 20, plis nonton ini biar gk hilang arah
English
2
1
8
833
ANIME FESS
ANIME FESS@anfess_·
-anf gudangnya karakter fineshyt, baddie, badboy, goodboy aka my yasuuu!🫶🏻 brondong cakep, user koket tapi naksir raja iblis (hachi & takumi)🫩 intinya semua ada di anime NANA! meski bikin frustasi nontonnya tpi sangat candu belom lagi lagunya enak-enak😖🔥
ANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet media
Indonesia
28
36
379
13.2K
Bryan Afrianto
Bryan Afrianto@bryanafrianto·
@gfliteversion Jurnal with witch bagus banget anime santai yang membahas pencarian jati diri.
Indonesia
0
0
0
36