Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️

3K posts

Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ banner
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️

Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️

@buburkatcang

pacar apalagi suami org jgn dm aku, aku emoh tenan konflik, walo dmnya sopan2 ae tetep emoh!!!

Demak, Jawa Tengah Katılım Mart 2025
190 Takip Edilen172 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️
@rtagmedia kalo km perempuan, terapin ini yah: bahwa batas minimal seorang perempuan adalah menghormati perempuan lainnya dan pantang ngambil milik perempuan lainnya. Emg km dichat duluan, tapi yuk kita bikin diri kita cantik tanpa harus jd orgil buat perempuan lainnya. Semangat nder:)))
Indonesia
5
38
191
9.1K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
ci(mol)
ci(mol)@cutielovee__·
Budayakan bilang Maaf. Tolong. Terimakasih. Gampang tapi gak semua orng bisa.
Indonesia
12
1.2K
5K
34.6K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
14
1.5K
9.2K
152.3K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Libriscent
Libriscent@libriscent·
Libriscent tweet media
ZXX
32
6.8K
20.4K
185.3K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Berry Manuka
Berry Manuka@berrymanuka_12·
Faktanya kebanyakan cewek kurang suka kalau dipaksa kirim pap
Indonesia
53
395
2.1K
47.1K
SEMARANG MENFESS
SEMARANG MENFESS@SmgMenfess·
Ndes! disini ada yg expert di bidang baking ga? kalau ga ada kenalan gitu? ga expert tapi bisa baking juga gapapa, mau sharing sharing dong ✌🏻
Indonesia
3
0
1
1.1K
👸🏻
👸🏻@ilaemanasa·
udah telat kontrol 2 minggu, tiap mo kontrol ada aja halangan 😓
Indonesia
2
0
2
118
hahengg
hahengg@lemonteague·
sejauh ini ak punya obat sakit gigi, aslam/gerd, obat batuk, radang, diare, antibiotik jg ada. ada untungnya punya banyak stock kek gt, aku bisa kasih ke orang yg membutuhkan
Indonesia
1
0
1
41
🐢
🐢@turrrnotturtle·
kalo misal mantan kalian ngajak balikan + dikasih uang 10 M, kalian mau gk?
Indonesia
180
5
154
14K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
pikacu
pikacu@rafikarchmwt·
pikacu tweet media
ZXX
0
119
373
5.3K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Für Elise
Für Elise@mrcorleoneeeeee·
@cigsaftermilk Walau gw ga sependapat, tp gw paham konteksnya. Kalo mereka bisa tentuin kriteria fisik secara terbuka, maka jgn ngamuk kalo dibales dengan hal yg sama. Keduanya sah. 🤝
Indonesia
15
64
1.4K
59.5K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Last Smile
Last Smile@hehehedennyhehe·
Besarin syukurnya, kurangin lihat nikmat org lain.
Indonesia
1
1
1
74
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
.
.@JustHumanErorrr·
Cowo tinggi harga mati🙏 Minimal 170
Indonesia
403
1.2K
4.2K
971K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Stela Nau
Stela Nau@stelanau·
Yg kemarin nanya gimana caranya tau the one, Zendaya ngasi tau salah satu indikatornya. Dan gw sepakat. Kalo lo punya pasangan, tp malah bikin lo stress, anxious, cemburuan, emosi... NGAPAIN. 🥲 Semoga kalian ditemukan dengan pasangan yg bikin kalian tenang. Gak harus bertanya2 niat dan motifnya apa. Gak harus wondering dia kemana dan sama siapa. Gak harus nebak-nebak mood dia jelek apa gak. Gak harus ngerasa sayang sendirian tp mau belajar love language satu sama lain. Gak harus jadi orang lain supaya dia percaya kalo kita worth it. Beneran deh. Pasangan tuh INVESTASI PALING BERHARGA.
Pop Base@PopBase

Zendaya talks about how she knew Tom Holland was “her person”: “People can get nervous around each other, but I don’t feel nervous around [him], I feel very peaceful and calm. I feel like, “Oh I’m more nervous when I’m away from you than I am with you”, and that’s a good sign.”

Indonesia
143
8.1K
32.4K
918.7K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
caca, dipanggil dpp²⁶ 🏵
jangan underestimate jurusan impian orang lain 😬
Indonesia
70
2.9K
14.7K
136.3K
Kaia as ur future notary 👷🏻‍♀️ retweetledi
Firza
Firza@firzadwp·
gen z gamau nikah tapi kalau ada konten bucin "when ya" nya keluar
Indonesia
329
5K
23.4K
244.8K
A
A@pisaangtubanana·
@buburkatcang @cibaduyouth Iya, kayak temen gue. Dia sampai udah 1 tahun lulus baru bisa magang di lawfirm. Itu nunda karena ga punya ordal sama sekali.
Indonesia
1
0
0
165
aril piterpen
aril piterpen@aril_piterpen1·
nama yg cocok buat masakan ini :
aril piterpen tweet media
Indonesia
905
56
1.3K
155.7K
A
A@pisaangtubanana·
@cibaduyouth Banyakan yg ambil hukum (adv sama notaris) temen gw itu karena lanjutan kerjaan bapaknya aja. Emang dasar pureblood nya hukum gt.
Indonesia
1
2
110
8.1K