Sabitlenmiş Tweet
aldi
8.7K posts

aldi retweetledi

In real life, the bad guys win.
Bambulu@Bqmbulu
What’s the harshest truth every young man must eventually learn?
English
aldi retweetledi
aldi retweetledi

He rechazado sexo para ver un partido de Messi. El sexo siempre está sobre la mesa, pero solo quedan unos cuantos partidos de Messi, es sentido común
Andres 🧢@AndyX27_
Según algunos estudios, la Generación Z prefiere ver un partido de Lionel Messi antes que tener sexo.
Español
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi
aldi retweetledi

@strootsys Di Sri Lanka ada klub yang "Jawa banget" bernama Java Lane Sports Club
Nama “Java” berasal dari kawasan Java Lane di Kolombo, yang dulu dihuni komunitas orang Jawa dari Indonesia sejak masa kolonial
Indonesia
aldi retweetledi
aldi retweetledi

If my March 2020 self and my March 2026 self sat in a room together, they wouldn’t believe each other.
Kristin Raworth 🇨🇦@KristinRaworth
I've never sen anything more accurate
English
aldi retweetledi

aldi retweetledi

Instagram dan Tiktok bikin pria terobsesi pada wanita yang gak bakal mau sama mereka.
Instagram dan Tiktok juga bikin wanita merasa berhak punya pasangan yang bisa provide lifestyle yang gak mampu mereka miliki.
Semua orang mengejar khayalan, lalu kecewa saat kenyataan gak sesuai ekspektasi.
Setiap hari pria scroll Instagram dan TikTok, lihat wanita cantik, body goals, makeup flawless.
Tanpa sadar, standar mereka naik. Mereka mulai membandingkan setiap wanita di kehidupan nyata dengan influencer yang mereka lihat online.
Lupa bahwa semua itu hasil filter, lighting, editing, dan makeup berjam-jam. Lupa bahwa wanita-wanita itu gak akan pernah mau sama mereka.
Pria jadi terobsesi pada sesuatu yang gak realistis. Mereka ngejar wanita cantik dan sexy yang pada kenyataannya gak tertarik sama mereka.
Wanita di kehidupan nyata yang baik, real, dan available? Dianggap biasa aja. Kurang menarik. Kurang exciting.
Akhirnya mereka stuck: gak bisa dapetin yang mereka mau, tapi gak mau sama yang available. Sendirian, tapi tetap ngejar ilusi.
Di sisi lain, wanita scroll Instagram dan TikTok, lihat couple goals yang liburan ke Maldives, makan di restoran mahal, dapet hadiah branded.
Tanpa sadar, ekspektasi mereka naik. Mereka mulai merasa berhak punya pasangan yang bisa provide gaya hidup seperti itu.
Lupa bahwa semua itu hasil kurasi. Cuma kasih liat yang bagusnya aja. Lupa bahwa pria yang bisa provide begitu cuma segelintir, dan belum tentu mau sama mereka.
Wanita jadi terobsesi pada lifestyle yang gak realistis. Mereka ngejar pria yang mapan, romantis, perhatian, dan bisa kasih hidup mewah.
Pria di kehidupan nyata yang baik, bertanggung jawab, tapi income standar? Dianggap kurang. Gak cukup untuk bikin bahagia.
Akhirnya mereka stuck: gak bisa dapetin yang mereka mau, tapi gak mau sama yang available. Sendirian, tapi tetap ngejar ilusi.
Inilah efek paling berbahaya dari social media: semua orang mengejar ilusi alih-alih membangun kenyataan.
Semua orang menuntut orang lain memenuhi khayalan mereka. Khayalan yang bahkan mereka sendiri gak bisa provide untuk diri sendiri.
Pria menuntut wanita cantik seperti model, tapi mereka sendiri gak punya apa-apa yang bisa ditawarkan.
Wanita menuntut pria kaya spek CEO, tapi mereka sendiri gak punya value yang setara.
Akibatnya? Makin banyak orang yang single berkepanjangan. Makin banyak yang frustrated karena "gak ada yang cocok."
Padahal bukan gak ada yang cocok. Tapi ekspektasi kamu yang udah terlalu tinggi dan gak realistis.
Kamu sibuk ngejar sesuatu yang gak mungkin kamu dapetin, sementara orang yang bisa bikin kamu bahagia ada di depan mata, tapi kamu abaikan karena "kurang."
Social media bukan cermin realita. Social media itu highlight reel yang dikurasi, diedit, dan dijual.
Kalau kamu terus membandingkan kehidupan nyata dengan ilusi di layar, kamu gak akan pernah puas. Gak akan pernah bahagia.
Saatnya melek dan realistis, mulai hargai orang-orang real di sekitar kamu.
Kalau kamu merasa stuck gara-gara standar yang terlalu tinggi, chat WA 0812-9224-8681. Saya bantu kamu kembali ke realita dan nemuin jodoh yang beneran cocok.
Indonesia
aldi retweetledi

Coy, 6 tahun itu sama persis kayak dari 2013 ke 2019, tapi kenapa 2013 ke 2019 rasanya 2 kali lebih lama dr 2020 ke 2026?
Indonesian Pop Base@iPopBase
6 years ago today, the first known case of COVID-19 in Indonesia was reported in Depok.
Indonesia
aldi retweetledi
aldi retweetledi
















