Overcast

6.3K posts

Overcast banner
Overcast

Overcast

@cameraeff04_

Katılım Eylül 2022
87 Takip Edilen14 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Free Palestine 🇵🇸
Eesti
0
0
1
909
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Insom mulu
Indonesia
0
0
0
1
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Ih ga suka boros bet sialan
Indonesia
0
0
0
5
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Besok pasti dah keluar lagi kite, nongs kopken ea
Indonesia
0
0
0
11
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Orang aneh
Overcast tweet media
Indonesia
1
0
0
6
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Kok jamet si
Eesti
0
0
0
5
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Foto waktu bukber puasa kemarin! Iseng2 bawa iPhone 4s jadul, jadi digicam 😂! Foto terakhir bonus @pwettysheshine
Overcast tweet mediaOvercast tweet mediaOvercast tweet mediaOvercast tweet media
Indonesia
1
0
2
63
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Pengen balik lagi chattan lewat LINE 😌
Indonesia
0
0
1
5
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Yang mau joki uji validitas sama reliabilitas, SPSS boleh wkwkwkwk
Indonesia
1
0
0
72
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Pra sejarah wkakakkakakkaka
Overcast tweet media
Indonesia
1
0
1
19
Overcast retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Gue baru tahu kalo sering "memendam emosi" ternyata berhubungan dengan "meninggal lebih cepat" setelah baca jurnal ini 𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗿𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗺𝗮𝗿𝗮𝗵-𝗺𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗱𝗿. 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮? Yuk kita bahas penelitiannya! Jadi ada penelitian di Journal of Psychosomatic Research (2013) melacak 729 orang Amerika selama 12 tahun. Pada awal studi tahun 1996, semua peserta diukur tingkat emotion suppression-nya. Pengukurannya sederhana, misalnya -Seberapa sering kita sengaja nahan ekspresi emosi? -Saat marah, apakah tetap disimpan? -Saat cemas, apakah kita pura-pura santai depan orang lain? Terus 12 tahun kemudian, penelitinya cek siapa yang sudah meninggal dan dari penyakit apa. Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 "𝗺𝗲𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗺 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶" 𝗯𝗲𝗿𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝘀𝗲𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 70% 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶. Mekanismenya adalah saat kita menekan emosi, sistem saraf otonom bekerja lebih keras, sehingga tekanan darah bisa jadi lebih tinggi. Selain itu ada disregulasi neuroendokrin, yang menghubungkan antara kondis psikologi ke penyakit fisik, salah satunya adalah kanker. 𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 "Memendam emosi" ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Kemampuan untuk mengidentifikasi, memproses, dan mengekspresikan emosi, termasuk amarah, ternyata juga dapat berhubungan dengan kondisi fisik jangka panjang, termasuk risiko kematian. Semoga bermanfaat!
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano

Emotional suppression is associated with an earlier death.

Indonesia
45
1.1K
3.8K
91.4K
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Foto ini pas skripsian di kopi kenangan sampe subuh 🥲
Overcast tweet media
Indonesia
0
0
0
42
Overcast
Overcast@cameraeff04_·
Alhamdulillah hujan
Indonesia
0
0
0
13