Catoer Gascoigne 103

27.6K posts

Catoer Gascoigne 103 banner
Catoer Gascoigne 103

Catoer Gascoigne 103

@catoer_ndp

Long Live Rock N' Roll

Blora, Indonesia Katılım Ekim 2013
870 Takip Edilen1.4K Takipçiler
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Cuma mau kasih tau: 💵 Dolar AS tembus Rp 17.360 📅 17 Juli jatuh tempo utang Rp 833 T 🏦 Total utang Rp 9.658 T 💰 Bunga utang Rp 599 T 📉 IHSG anjlok ke 7.129 🏭 Harga plastik naik 50% 🔥 Gas LPG non-subsidi naik 18% ⛽ BBM non-subsidi naik 40–60% Stay strong WNI cc: Threads
Indonesia
175
9.2K
20.9K
254.3K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
ada artikel serem banget, "..Ketika Kampus Menjadi Pabrik..." ditulis oleh Bondan Kanumoyoso, seorang sejarawan dan dosen dari FIB Universitas Indonesia. Penulis mengkritik kebijakan pemerintah yang ingin menutup jurusan kuliah tertentu hanya karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini Universitas adalah tempat untuk mengasah pemikiran dan intelektual, bukan sekadar pabrik yang memproduksi tenaga kerja untuk industri. Masa depan sulit diprediksi, sehingga jurusan yang dianggap tidak laku sekarang bisa jadi sangat dibutuhkan di masa depan untuk mengatasi masalah sosial dan teknologi. Ilmu seperti sejarah, sastra, dan filsafat tetap sangat penting karena membantu masyarakat tetap kritis, berempati, dan memahami identitas bangsanya. Kebijakan yang terlalu fokus pada pasar kerja dikhawatirkan akan membuat mahasiswa menjadi pragmatis dan membuat bangsa kehilangan sosok pemikir atau intelektual publik. Penulis menyarankan agar pemerintah melakukan kolaborasi antarilmu dan memperbarui kurikulum, daripada langsung menghapus atau menutup jurusan tersebut.
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
116
2.9K
7.1K
149.1K
Catoer Gascoigne 103
Catoer Gascoigne 103@catoer_ndp·
🔥🔥🔥
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.

ART
0
0
1
27
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Di atas podium sok teges; mengagung-agungkan sistem merit. Anti koneksi-koncoisme, anti ini anaknya siapa, ponakannya siapa. Faktanya? Bayangken, satu orang ADIK KANDUNG menjabat 5 posisi strategis sekaligus. WHAT AN UNMISTAKABLY, PAINFULLY BLATANT HYPOCRISY!! 🫵🏻 #RezimMunafik
MBG Jelek tweet media
Indonesia
146
7.8K
14.2K
149.9K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Hiiiiii Dapur MBG mana yang supplay makanan MBG untuk SMA 1 Comal hari Rabu, 29 April 2026? Di Telurnya ada yang gerak-gerak itu apaaaa 😭 Catatan : “jangan diintimidasi siswa yg mengeluhkan terkait menu” 🙏🏼
Indonesia
95
1.5K
2.7K
339.9K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429·
Rupanya sudah jadi pola 🤦
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔 tweet media
Indonesia
156
11.2K
28.7K
254.1K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
BREAKING🚨 DIDUGA KARENA ORANG TUANYA KRITIS TERJADAP PROGRAM MBG, MURID DISALAH SATU SD DI PEMALANG DIBERHENTIKAN DARI SEKOLAH❗ Seorang Siswa SD Di Kec. Randudongkal, KAB. PEMALANG Diberhentikan dari Sekolah oleh pihak Sekolah. Ini kronologinya 👇🏼
Info Jateng tweet media
Indonesia
449
11.8K
19.2K
289.2K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Dan kalian masih percaya politikus seperti ini benar-benar ingin memperbaiki gizi untuk meningkatkan kualitas rakyatnya?
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
344
5.3K
12.3K
180.6K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Sebuah tweet, keakuratan relevansinya, dan ngebutnya negara dalam berjalan mundur. (Kalo kata @listentofeast "alergi peradaban, alergi kemajuan, mendorong kemunduran.") #BubarkanFKIP #StopJadiGuru
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
Indonesia
4
63
143
4.3K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
BIADAB! Di SDN Sinar Alam, Cianjur, program MBG kedapatan menyajikan AYAM BAU BANGKAI. Guru nyaris muntah mencium aromanya. Ini bukan lagi soal gizi, ini adalah penghinaan terhadap kemanusiaan & nyawa anak-anak kita. .
Indonesia
187
2.5K
3.5K
48K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
259
10.6K
36.5K
388.2K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok
हिन्दी
1.3K
5K
18.3K
4.9M
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Yulia
Yulia@Yulia_4ja·
Opa keren euyyy😎 Target 2030 bubar...? 🤣🤣🤣
Indonesia
461
2.7K
7.4K
311.2K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
JADWAL AKSI BULAN MEI 1 Mei hari buruh, demo buruh 2 Mei hari pendidikan, demo mahasiswa 13 - 14 Mei, peringatan tragedi 98, demo anti soeharto dan anti Neo Orba 20 Mei, hari kebangkitan nasional, demo pro demokrasi 21 Mei, peringatan jatuhnya Soeharto, demo anti Soeharto dan anti Neo Orba
Indonesia
97
3.2K
12.6K
218.5K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Kalian hanya mencerdaskan tidak mengenyangkan! Negara ini tidak butuh rakyat cerdas, yang penting rakyatnya kenyang agar mudah dikibuli..
Indonesia
113
1.2K
2.9K
29.7K
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗕𝗘𝗦𝗔𝗥, 𝗢𝗠𝗢𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗦𝗔𝗥, 𝗢𝗧𝗔𝗞 𝗞𝗘𝗖𝗜𝗟 | 29 % atau Rp. 223,5 triliun dari Rp. 769 triliun anggaran pendidikan, "diculik" utk MBG. Benar bhw MBG tanpa sinergi dgn sistem pendidikan, itu ½ matang. Tapi, MBG dibiayai dgn "menculik" anggaran pendidikan, itu kontraproduktif. Ironinya bukan sekadar anggaran pendidikan yg "diculik", tp negara jadi spt 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗴𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿 𝗸𝗲 𝗴𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿 𝗹𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗺𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗸𝗲𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. Negara "katanya" ingin anak² pintar, lalu publik berdebat, kasih makan atau kasih ilmu ?! Padahal, yg terjadi di balik meja anggaran & di ruang² gelap kekuasaan, 𝗷𝘂𝘀𝘁𝗿𝘂 𝘆𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗠𝗕𝗚 - 𝗻𝘆𝗮, 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗶𝗹𝗺𝘂 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗽𝗶𝗱𝗮𝘁𝗼² 𝗽𝗲𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮. "Mencerdaskan kehidupan bangsa" hanya mantra, lalu diam² menulis di catatan kaki : "𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙙𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙪𝙨𝙞 𝙥𝙧𝙤𝙮𝙚𝙠". _________ Tp memang, tak semua "pensiunan" serdadu berpangkat perwira menengah, pun mantan perwira tinggi itu cerdas, ada juga kok yg "𝘀𝘁𝘂𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗻𝗮𝗹𝗮𝗿". Saya memilih "stunting nalar", agar sy tak menggunakan kata ; " 𝗚 𝗢 𝗕 𝗟 𝗢 𝗞 " . .
Indonesia
95
194
474
9.6K
Catoer Gascoigne 103 retweetledi
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
Situasinya sdh mulai mirip "anomali" jelang 98. Semakin salah kelola, ya tinggal menunggu ledakannya. JANGAN KABUR KE YORDANIA LAGI YA.
Indonesia
345
7.6K
33.8K
496.1K