Báisteach
12.6K posts

Báisteach
@celestialbrisk
unanswered questions, and load of thoughts.


Pas masih maba tepatnya 8 tahun lalu, gue bbrp kali liat konten soal 'quarter life crisis' lewat di IG atau jadi topik bahasan di podcast-podcast Spotify. Gue kira itu tuh cuma istilah yg dibuat-buat, mikirnya "masa iya sih kakak-kakak ini umur 25 tahun masih bingung, bukannya umur segitu harusnya udah punya karier & pengalaman kerja yg lumayan ya" Bhaap, betapa naifnya, karena buktinya tahun ini ngalamin sendiri. Emang harus ada di posisi itu dulu sih baru bisa ngerti realitanya kayak gimana. Ditambah kalo dipimpin sm orang-orang plenger, kelar dah buka Google Maps juga app-nya close sendiri bingung mau ngarahin ke mana. Sehat-sehat kita yg lagi ngalamin. Sehat-sehat para potential wonderkid Football Manager in real life

#IU And #ByeonWooSeok Personally Apologize For Controversy Involving "#PerfectCrown" soompi.com/article/184199…



Both iu & wooseok udah minta maaf. Sekarang udahan ya hatenya? Bisa kan? 😔

@menuembegejelek Oh emang doi pernah ngomong 8+2 = 11 ya? Baru tahu 🤣

It's heartbreaking. A Japanese sex tourist who traveled to Jakarta, Indonesia, says that child prostitution is rampant in Lokasari, with many clearly underage child prostitutes sitting on the streets waiting for customers, and you can buy a child for as little as IDR 300,000.

tbh gue ga nyangka akun yg tiap hari share berita palsu bisa ngasih jawaban panjang lebar seperti ini well gue jawab ya 1. Mas, justru yang bikin strawman itu balasan mas sendiri. Saya tidak bilang semua orang yang pilih GoRide Hemat adalah “musuh” atau tidak peduli driver. Saya soroti hipokrisinya segmen orang yang suka posting “kasihan driver Gojek, harus sejahtera”, tapi setiap hari pilih opsi termurah + promo gila-gilaan, lalu gak pernah kasih tips. Itu fakta perilaku yang observable, bukan musuh fiktif. 2. Ya, Gojek (dan Grab) memang ambil komisi besar dulu (sekitar 20%), dan mereka desain promo + tarif hemat supaya volume naik & dominasi pasar. Itu benar. Tapi konsumen bukan korban pasif. Konsumen yang terus pilih yang termurah memberi sinyal pasar bahwa tarif rendah itu oke. Dengan kata lain ya pada dasarnya customer suka dengan praktik eksploitasi ini. 3. Mas bilang solusinya bukan tips atau pilih yang mahal, tapi “ganti status mitra jadi pekerja + jaminan sosial”. Itu klasik kiri-utopis Kalau driver jadi karyawan tetap, Gojek harus bayar UMR, BPJS full, cuti, dll. Biayanya naik drastis, tarif ke penumpang harus naik (atau perusahaan rugi & kurangi armada). Siapa yang bayar? Tetap penumpang. 4. Mau driver sejahtera = harus ada yang bayar lebih. Entah lewat tarif naik, tips, atau pilih opsi premium. Menyalahkan “korporasi saja” sambil tetap pilih opsi hemat tiap hari itu tidak rasional. 5. Kalau mas betul-betul peduli kesejahteraan driver, dukung tarif yang lebih masuk akal + komisi rendah + insentif transparan. Bukan narasi “semua salah platform, penumpang cuma korban”. Itu juga simplifikasi berlebihan. Market bukan charity

JUST IN: Polri Targetkan 1.500 Dapur MBG pada 2026
















