Nama Tidak Boleh Kosong

11.1K posts

Nama Tidak Boleh Kosong

Nama Tidak Boleh Kosong

@centang2biru

pelan-pelan tapi cepet

Di persimpangan dilema Katılım Temmuz 2023
412 Takip Edilen348 Takipçiler
Nama Tidak Boleh Kosong retweetledi
secretzz
secretzz@secretzzdx·
cowo tuh sebenernya bisa baca ga sih? masa minta print ginian aja salah juga😭
secretzz tweet mediasecretzz tweet media
Indonesia
1.2K
9.7K
74.2K
2.4M
iam
iam@iamhairy·
Kalap bgt masuk uniqlo di vietnam😁😁😁
iam tweet mediaiam tweet mediaiam tweet mediaiam tweet media
Indonesia
5
0
47
2.7K
.fiq
.fiq@fiqlosofi_alam·
@centang2biru Malem² mandi, ntar masuk angin kak motornya wkkwk
Indonesia
1
0
0
34
Nama Tidak Boleh Kosong
Nama Tidak Boleh Kosong@centang2biru·
Akhirnya, stock BP 95 ada di Kotwis. :3
Nama Tidak Boleh Kosong tweet media
Gunung Putri, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
3
70
Nama Tidak Boleh Kosong
Nama Tidak Boleh Kosong@centang2biru·
Bulan Juni full masuk pagi. Libur Sabtu Minggu. 🥲🥲
Cimanggis, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
41
Nama Tidak Boleh Kosong
Nama Tidak Boleh Kosong@centang2biru·
Bulan depan dapet libur hari apa ya? Kwwkk Pertanyaan klasik tiap akhir bulan. :(
Bekasi Timur, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
3
227
Nama Tidak Boleh Kosong retweetledi
INFOMITIGASI
INFOMITIGASI@infomitigasi·
SURAT TERBUKA KEPADA BPK ( Balai Pelestarian Kebudayaan ) YOGYAKARTA KRITISI PADA KESALAHAN TEKNIS FATAL PEMASANGAN PENANGKAL PETIR DI CANDI BANYUNIBO SLEMAN YOGYAKARTA Pemasangan sistem penangkal petir pada bangunan cagar budaya seperti Candi Banyunibo memerlukan standar yang jauh lebih ketat dibandingkan bangunan modern. Berdasarkan bukti visual foto di lapangan, terdapat beberapa kesalahan teknis fatal yang tidak hanya merusak kelestarian fisik candi sebagai situs arkeologi, tetapi juga membahayakan efektivitas proteksi petir itu sendiri. ​Berikut adalah paparan mengenai kegagalan teknis tersebut: ​1. Kerusakan Fisik Langsung pada Batuan Kuno (Metode Anchoring) ​Temuan: Klem penyangga kabel konduktor dipasang dengan cara mengebor langsung ke dalam blok batu andesit candi. ​Dampak Fatal: Tindakan ini melanggar prinsip dasar konservasi cagar budaya. Pengeboran memicu keretakan mikro pada batuan purbakala, mempercepat proses pelapukan, dan menciptakan celah bagi air hujan untuk masuk. Air yang terjebak di dalam sela batu akan memicu tumbuhnya lumut dan mempercepat kerusakan struktural internal batuan. ​2. Tekukan Kabel Terlalu Tajam. ​Temuan: Pada foto terlihat kabel konduktor mengalami tekukan yang sangat tajam (hampir membentuk sudut siku-patah) sebelum mencapai area tanah. ​Dampak Fatal: Arus petir adalah arus transien berfrekuensi tinggi yang memicu sifat induktif yang sangat kuat. Secara hukum fisika, arus sisa petir akan mencari jalur lurus terdekat. Tekukan tajam seperti ini menciptakan reaktansi induktif yang tinggi, sehingga saat terjadi sambaran, arus petir berpotensi besar melompat keluar dari kabel langsung ke batuan candi. Loncatan energi masif ini bisa seketika memecahkan atau menghancurkan batu andesit di sekitarnya. ​3. Penempatan Jalur Kabel Merusak Estetika dan Relief ​Temuan: Kabel dibiarkan menjuntai bebas dan menempel langsung melewati bidang relief serta ornamen arsitektur penting candi. ​Dampak Fatal: Selain merusak estetika visual cagar budaya, getaran mekanis kabel akibat tiupan angin lambat laun akan mengikis detail relief kuno tersebut. Terlebih lagi, jika petir menyambar, kabel akan mengalami lonjakan suhu yang sangat ekstrem; kontak langsung antara kabel panas dan batu andesit dapat meninggalkan hangus permanen atau memicu pecah termal pada permukaan relief. ​4. Masalah Terminasi Bawah dan Risiko Korosi ​Temuan: Di bagian bawah, sambungan kabel menggunakan klem/baut penyambung yang posisinya terbuka di atas tanah dan batuan fondasi tanpa adanya pipa pelindung (conduit). Tampak pula sisa isolasi plastik yang tidak standar. ​Dampak Fatal: Bagian terminasi menuju elektroda pembumian (ground rod) adalah titik krusial. Membiarkannya terekspos tanpa pelindung mekanis membuatnya rentan terhadap korosi akibat kelembapan tanah, air hujan, dan benturan fisik. Korosi atau kelonggaran pada titik ini akan menaikkan nilai resistansi pembumian. Jika resistansi pembumian tinggi (di atas 5 Ohm), arus petir tidak akan terserap maksimal ke dalam bumi, melainkan berbalik arah (back-flash) ke struktur candi. ​Solusi Standar Konservasi yang Seharusnya Diterapkan ​Untuk melindungi situs sekelas Candi Banyunibo, sistem proteksi petir seharusnya dirancang dengan pendekatan khusus: ​Sistem Tiang Mandiri: Menempatkan tiang penangkal petir independen di sekitar luar area struktur candi, sehingga jika terjadi sambaran, energi petir sama sekali tidak melewati tubuh bangunan candi. ​Klem Non-Invasif: Jika terpaksa menempel pada dinding candi, pemasangan klem tidak boleh mengebor batu. Klem harus memanfaatkan celah antar-batu (nat) dengan sistem jepit non-destruktif yang dilapisi isolator timbal atau karet khusus. ​Sudut Kelengkungan Lebar: Setiap belokan kabel konduktor harus dibuat melengkung halus dengan radius kelengkungan yang lebar (minimal radius 20 cm) untuk menjamin kelancaran arus AC frekuensi tinggi menuju tanah tanpa risiko side-flashing. cc: @JogjaUpdate @fadlizon
INFOMITIGASI tweet mediaINFOMITIGASI tweet mediaINFOMITIGASI tweet mediaINFOMITIGASI tweet media
Indonesia
14
194
447
17.5K
Nama Tidak Boleh Kosong retweetledi
EL🌷
EL🌷@beyourslff_·
Sampe sekarang masih ga habis pikriii, kok bisaaa ikan segini banyaknya ada di dalem motorku 😭😭
EL🌷 tweet mediaEL🌷 tweet media
Indonesia
743
2.1K
41K
2.7M
Gsurya
Gsurya@Gsurya45·
@centang2biru One drive cuman d kasih 5GB aja yg free nya. Sama kadang suka error klo buka file.
Indonesia
1
0
0
71
Nama Tidak Boleh Kosong
Nama Tidak Boleh Kosong@centang2biru·
Enak Google Drive atau Microsoft One Drive ya?
Cimanggis, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
2
0
1
129
Nama Tidak Boleh Kosong
Nama Tidak Boleh Kosong@centang2biru·
Kacaw, stock BP 92 dan 95 kosong di Kotwis sama Transyogi. 🥲🥲🥲🥲🥲
Nama Tidak Boleh Kosong tweet mediaNama Tidak Boleh Kosong tweet media
Gunung Putri, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
2
202