Sabitlenmiş Tweet
Surya Chandra
13.5K posts

Surya Chandra
@chandra1889
Data Analyst × BI Specialist × Product Manager. Building smarter products with smarter data. Sharing insights on career and digital innovation 📊
Depok, Indonesia Katılım Ekim 2010
1.1K Takip Edilen1.1K Takipçiler
Surya Chandra retweetledi

Contoh paling simpel, kayak orang lagi butuh sesuatu tapi belum yakin mau beli.
Di fase ini, brand bisa hadir bukan dengan jualan, tapi bantu dengan kasih edukasi ringan, perbandingan produk yang jujur, simulasi kebutuhan, atau bahkan reminder yang relevan.
Jadi bukan sekadar dorong beli, tapi nemenin proses mikirnya.
Contoh lainnya bisa gamification di aplikasi e-commerce bikin orang sering buka app, jadi betah lebih lama, dan akhirnya lebih sering “ingat” sama platformnya. Jadi ketika ada kebutuhan, mereka cenderung balik ke situ.
Indonesia

Sori masih pemula.
Berarti penerapannya bagaimana, ya?
Kalau setahu saya, “gimana orang mau balik lagi” itu letaknya di after transactionnya.
Misal beli barang, bagaimana kita menghandle keluhan secara baik, menemani pengguna barang agar bisa digunakan dengan baik dsb.
Tetapi jika barang belum terjual, menciptakan model engagement based itu belum terbayang.
Indonesia

Coba saya jawab ya Pak,
Fokus yang pindah dari transaction based ke engagement based itu bukan berarti transaksi jadi nggak dikejar.
Justru betul transaksi tetap jadi hasil akhir, tapi cara mencapainya yang berubah.
Kalau transaction based fokusnya lebih ke “gimana orang beli sekarang”, sedangkan kalau engagement based fokus ke “gimana orang mau balik lagi dan tetap relevan dalam jangka panjang”.
Karena di realitanya Pak, beberapa orang jarang langsung beli. Mereka lihat dulu, bandingin, nunggu momen dulu, bahkan bisa lupa.
Nah cara ini berupaya menjaga kita tetap ada di pikiran mereka sampai akhirnya transaksi itu terjadi.
Jadi bukan ganti tujuan, karena hero metric nya tetap transaksi dan cuan.
Donny Kurniawan@donnykrn
@chandra1889 Bisa jelasin lebih “pindah dari transaction-based ke engagement-based”. Karena ujung2nya bukannya tetap transaction ya?
Indonesia
Surya Chandra retweetledi

@BTS_tiwtt Itu jadi hobby konsumtif yang menghasilkan cuan ya kak
Indonesia

@chandra1889 hobby belanja biasanya klo dpt yg murmer2 di jual lg harga asli 🫠
Indonesia

Menarik ya untuk melihat bagaimana sebuah platform yang awalnya fokus di “hemat uang” bisa tumbuh dengan mengubah perannya jadi bagian dari aktivitas harian user.
Kuncinya bukan nambah fitur, tapi pindah dari transaction-based ke engagement-based. Dari sesekali dipakai, jadi sering dibuka.
Kalau dikaitkan dengan Indonesia, ini sangat relevan. Dua habit terbesar user kita adalah belanja online dan main game di mobile.
Ketika bisnis bisa masuk ke dua momen ini sekaligus, yang dibangun bukan cuma transaksi, tapi kebiasaan. Dan kebiasaan itu jauh lebih kuat dari sekadar promo.
Insight besar yang bisa ditarik adalah, bahwa growth hari ini bukan cuma soal akuisisi user baru, tapi meningkatkan frekuensi dan kedekatan dengan user lama.
Produk yang menang bukan yang paling banyak fitur, tapi yang paling sering jadi alasan user untuk balik setiap hari.
Indonesia

Dulu banyak startup bangga banget kalau bisa bikin semuanya dari nol.
Tapi sekarang banyak yang mulai realistis. Kalau ada yang bisa dibeli dan langsung jalan, kenapa harus buang waktu bertahun-tahun?
Kadang yang penting bukan siapa yang paling canggih, tapi siapa yang paling cepat sampai.
Indonesia
