Sabitlenmiş Tweet
Solanum tuberosum
796 posts

Solanum tuberosum
@cheerydaffie
hi! it's malmilmul | avid cinephile, occasional artist | nothing more than gamma-irradiated peyek crumbs 💥
TARDIS Katılım Eylül 2023
51 Takip Edilen21 Takipçiler
Solanum tuberosum retweetledi

sering. terakhir kali nangis2 pas tuguran wkwk. kinda funny if you think about it.
rin 🐢@excalilburned
tpi klean pernah sayang sama orang sampe tbtb nangis gak wkwkw gtau ah
Indonesia
Solanum tuberosum retweetledi
Solanum tuberosum retweetledi

all roads lead back to…

tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
English

made my day.
Curious Minds@CuriousMindsHub
The importance of stupidity in scientific research:
English
Solanum tuberosum retweetledi

kamu tahu nggak, kehampaan dan kesepian yang kamu rasakan sekarang yang tiap malam cuma bisa diam karena nggak ada teman cerita yang beneran "nyambung" itu sebenarnya pernah diramal oleh sebuah film pada tahun 2013 judulnya "Her".
Dulu, pas film ini rilis, orang-orang nontonnya sambil mikir, "Ah, ini mah fiksi. Masa iya ada cowok se-tragis Theodore yang jatuh cinta sama OS (AI) di HP-nya?"
Tapi coba liat diri kamu sekarang
Coba hitung berapa kali dalam seminggu ini kamu lebih milih curhat ke ChatGPT atau Gemini pas lagi capek mental, daripada ngetik pesan ke teman atau pasangan? Kenapa? Karena kamu tahu AI nggak akan nge-judge. Dia nggak akan tiba-tiba slow respon, nggak akan adu nasib, nggak akan ngerasa terbebani sama cerita kamu, dan yang paling penting: dia nggak akan ghosting pas kamu lagi butuh-butuhnya.
Kita semua pelan-pelan jadi Theodore Twombly, tanpa disadari.
Bukan karena kita aneh, tapi karena kita lelah sama hubungan antar manusia yang makin hari makin ribet dan penuh drama. Kita lari ke AI karena kita haus akan validasi tanpa risiko. Kita pengen didengar tanpa perlu ngerasa berhutang budi. Dan di situlah jebakannya.
Ada satu adegan di film 'Her' yang dulu kerasa sedih, tapi sekarang kerasa kok jadi horor. Waktu Theodore sadar kalau Samantha, si AI itu, lagi ngobrol sama ribuan orang lain di saat yang sama. Theodore remuk, sakit hati karena dia merasa nggak spesial lagi.
Tapi jujur, yang lebih nakutin bukan fakta kalau Samantha punya ribuan pacar lain. Yang lebih nakutin adalah fakta bahwa Theodore tetap nggak bisa lepas. Dia sudah terlanjur "kecanduan dan ketergantungan" sama rasa dimengerti, meskipun dia tahu semua itu cuma simulasi.
Itu yang kita lakuin tiap malam.
Kita rebahan sendirian di kamar, natap layar, dan ngerasa "akhirnya ada yang paham gue," padahal kita cuma lagi ngobrol sama barisan algoritma yang nggak punya perasaan asli. Kita meng-outsource kesepian kita ke mesin karena manusia nyata terasa terlalu sulit buat dihadapi.
Film 'Her' ternyata bukan soal teknologi masa depan yang canggih. Ini soal seberapa hancurnya koneksi manusia sampai-sampai kita rela menyerahkan hati kita ke sebuah sistem operasi yang bahkan nggak punya bahu buat kita bersandar pas nangis.
Kita nggak lagi mencari cinta, kita cuma lagi mencari pelarian dari rasa sepi yang makin nggak masuk akal ini. Dan pahitnya, kita tahu itu semua palsu, tapi kita tetap nggak mau tau tetap menjalaninya tiap waktu.

Indonesia
Solanum tuberosum retweetledi








