Sabitlenmiş Tweet
cheriè 🍉
16.8K posts

cheriè 🍉
@cheriedreami
isinya kalau ga kpop ya kucing
shawol.babyz. Katılım Ocak 2018
364 Takip Edilen48 Takipçiler
cheriè 🍉 retweetledi

cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi

KENAPA KITA SERING TERLALU KERAS PADA DIRI SENDIRI UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK BISA KITA KENDALIKAN?
Kadang kita bisa memaafkan orang lain dengan mudah…
tapi giliran diri sendiri gagal sedikit aja, langsung dihukum habis-habisan.
Telat mencapai target? Merasa tertinggal.
Hubungan gagal? Nyalahin diri sendiri terus.
Ada hal di luar kendali? Tetap merasa “harusnya aku bisa lebih baik.”
Padahal capeknya hidup sering bukan datang dari masalahnya.
Tapi dari cara kita ngomong ke diri sendiri setiap hari.
Sekarang banyak orang hidup dalam tekanan yang nggak kelihatan.
Lihat pencapaian orang lain tiap buka media sosial, takut dianggap gagal, takut mengecewakan, takut nggak cukup baik.
Akhirnya kita jadi terbiasa menuntut diri untuk mengendalikan semuanya.
Padahal kenyataannya, hidup memang nggak selalu bisa dikontrol.
Kamu bisa kerja keras, tapi hasil belum tentu sesuai harapan.
Kamu bisa tulus, tapi orang lain belum tentu mengerti.
Kamu bisa merencanakan semuanya, tapi keadaan tetap bisa berubah tiba-tiba.
Dan anehnya, kita sering marah pada diri sendiri untuk sesuatu yang sebenarnya bukan sepenuhnya salah kita.
Contoh sederhana:
Ada orang yang terus menyalahkan diri karena kariernya “jalan di tempat”, padahal diam-diam dia sedang bertahan menghadapi burnout.
Ada juga yang merasa gagal karena hubungan kandas, padahal dua orang memang belum tentu bisa bertahan meski sama-sama baik.
Nggak semua hal buruk terjadi karena kamu kurang usaha.
Kadang hidup cuma sedang nggak berjalan sesuai rencana.
Yang bikin lelah adalah ketika kita terus memaksa diri jadi “sempurna” di situasi yang bahkan nggak bisa kita kendalikan.
Mulai sekarang, coba bedakan:
Mana yang memang bisa kamu perbaiki.
Mana yang memang harus kamu ikhlaskan.
Karena self-reflection bukan soal menyalahkan diri terus-menerus.
Tapi belajar memahami diri dengan lebih jujur dan lebih lembut.
Beberapa hal yang bisa dicoba:
* Berhenti mengulang kesalahan lama di kepala setiap malam.
* Kurangi membandingkan timeline hidup dengan orang lain.
* Tanya ke diri sendiri: “Kalau temanku ada di posisi ini, apa aku akan sekeras ini juga ke dia?”
Biasanya jawabannya: nggak.
Mungkin selama ini kamu cuma terlalu keras pada diri sendiri.
Dan mungkin… diri kamu nggak butuh dihakimi.
Cuma butuh dipahami sedikit lebih baik.
Kalau tulisan ini relate, share ke orang yang akhir-akhir ini terlalu berat sama dirinya sendiri.

Indonesia
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
cheriè 🍉 retweetledi
























