
💪🏻 ᓚᘏᗢ
201.6K posts

💪🏻 ᓚᘏᗢ
@chiw
Siang Chiw, malam Bambang | Mahasiswi kunang-kunang | Manggil “AYANG” ke semua orang l


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Siti Hafsa diduga melakukan intimidasi kepada korban dugaan pemerkosaan berinisial P (18). Korban merupakan pekerja rumah tangga (PRT) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. P jadi korban dugaan perkosaan yang dilakukan Candra (32) keponakan istri Irham Kalenggo, Nurlita Jaya. Tindakan bejat pelaku dilakukan di rumah pribadi bupati Irham Kalenggo di Jl Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada Selasa (12/5/2026) malam. Usai insiden, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari. Siti Hafsa ternyata menyusul korban. Ia menemui P dan menawarkan agar berdamai dengan menikahi keponakan Kadis Kesehatan Konsel itu. "Dia datangi korban di polres, dia bilang, dek kenapa kamu tidak menikah saja dengan ini pelaku," ungkap kuasa hukum korban, Fadri Laulewulu kepada kendarihariini, saat dikonfirmasi, pada Senin (18/5/2026). Fadri bilang, korban menolak keras tawaran itu. Sebab, disamping karena akan menjadi masalah baru, pelaku juga telah memiliki istri dan satu anak. "Jelas korban tidak mau," tegas Fadri. Selain tawaran menikah, kepada korban, Siti Hafsa juga mengiming-imingi uang senilai Rp 25 juta untuk modal kuliah dan seekor sapi jika mau berdamai dengan pelaku. "Ambil mi uang peohala Rp 25 juta sebagai biaya kuliah mu. Dan ko ingat, kalau kasus ini berlanjut, namanya Bupati Konsel akan rusak, akan tercoreng," kata Fadri meniru pernyataan Kadis PPPA kepada korban. Menurut Fadri, tindakan Kadis PPPA Konsel di luar kewenangannya. Pasalnya, lokasi kejadian berada di Kota Kendari. Ditambah lagi, kasus ini tak berkaitan dengan urusan kedinasan. "DP3 ini seharusnya melindungi dan berpihak kepada korban. Bukan malah terkesan membela pelaku dan menyudutkan korban dengan pilihan damai. Kadis ini sangat tidak kompeten dengan jabatannya," kesal Fadri. Kadis PPPA Konsel, Siti Hafsa tak merespons pesan Whatsapp jurnalis kendarihariini saat dihubungi sejak Minggu (17/5/2026).

Saya tahu ini cuma insert dari Kompas TV but ini langkah cerdas juga. IHSG ditampilin pas blionya bicara dalam 2 menit beliau pidato, IHSG Anjlok 5 poin It was like: keep talking, but IHSG will keep sliding

KASAD Maruli Soal Film Pesta Babi: Duitnya Dari Mana? Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempertanyakan, terkait pendanaan pembuaat Film Dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dkk. "Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Ya, coba aja, ya kan?" kata Maruli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Dia menilai, film karya Dandhy tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebab, dalam film melibatkan beberapa distrik di Papua Selatan. "Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah," ujarnya. Saat ditanya apakah ada pihak yang mendanai film tersebut, Maruli enggan menjawab dengan detail. "Ya, silakan aja," ucap dia. Sebagai informasi, film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale mengangkat isu konflik lahan serta dampak proyek strategis nasional di Papua Selatan. Judulnya diambil dari tradisi pesta babi masyarakat adat Papua yang menjadi simbol kehormatan, persaudaraan, dan identitas budaya. Ini menyoroti bagiamana proyek pangan dan energi skala besar mengancam hutan serta kehidupan suku-suku adat seperti Marind, Awyu, Yei, dan Muyu. Dokumenter ini menampilkan praktik perampasan lahan untuk perkebunan sawit dan tebu, serta bagaimana masyarakat adat kehilangan ruang hidup mereka.*** Alma Fikhasari /PRMN #filmpestababi #filmdokumenter #viral












