🦋

32.8K posts

🦋 banner
🦋

🦋

@clvudiify

hidup kalo ga capek, ya capek bangettz

Katılım Ekim 2019
1.5K Takip Edilen1.3K Takipçiler
🦋
🦋@clvudiify·
a day strolling keraton, ke titi laras, lanjut nonton, makan, ngopi lagi, night ride slamri, dan harus berpisah…see u ya di jogja/solo lagii
Indonesia
0
0
0
21
🦋 retweetledi
zulfa
zulfa@strxwberryst·
besok udah senin lagi? dan besok masih april??? najis
Indonesia
395
6.4K
19.3K
285.4K
🦋
🦋@clvudiify·
Dann akhirnya tumbangg
Indonesia
0
0
0
18
🦋
🦋@clvudiify·
Tugas uts yg numpuk ditambah tanggungan kerjaan gws deh gw
Indonesia
0
0
0
21
🦋 retweetledi
xdozul
xdozul@xdozul·
adulting adalah pindah-pindahin saldo direkening biar ga kena biaya admin.
Indonesia
288
5.6K
23.2K
1.1M
🦋
🦋@clvudiify·
TAKUTT INTERVIEW NAMANYA JUGA GEN Z 😭😭😭😭
Indonesia
0
0
0
17
🦋
🦋@clvudiify·
Mulai burnout deh gw
Indonesia
0
0
0
29
🦋
🦋@clvudiify·
Kebangun krn panass bgtt gilaa
Indonesia
0
0
0
18
🦋
🦋@clvudiify·
Tebak lokasyen??
🦋 tweet media
HT
0
0
0
61
🦋
🦋@clvudiify·
Kita dengan kesadaran penuh milih ngejar kerjaan dari pada tugas kuliah 😭😭😭
🦋 tweet media
Indonesia
0
0
0
47
Ibu_Neneng
Ibu_Neneng@NyaiNeneng·
Istana jadi begini circle nya semenjak pnya presiden duda 😂😂
Indonesia
1.5K
4.8K
26.4K
2.5M
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
BOTI Kesalahan selalu datang dari diri sendiri. Teddy dan Hambalang Boys diserang dengan isu boti karena mendapat banyak keistimewaan dari negara. Serangan itu tidak berdiri sendiri, ia lahir dari kinerja pemerintah yang buruk baik secara tata kelola maupun kebijakan. Andai saja pemerintah ini melahirkan kebijakan yang pro rakyat, mengubah keadaan ekonomi keluar dari krisis, maka publik tak secomel hari ini. Tapi apa lacur, sudah tak becus bekerja, menyengsarakan rakyat dengan kebijakan tidak adil, membungkam suara kritis rakyat, ditambah gaya hidup hedon nan menyimpang, maka serangan kecil ini hanyalah menunggu waktu dari meledaknya rudal kemarahan publik. Akan tiba masanya ledak informasi yang tak mampu dibendung Reminder: Foto/video yang dipakai netijen, semua berasal dari Hambalang Boys sendiri
ꦩꦸꦂꦠꦝ tweet mediaꦩꦸꦂꦠꦝ tweet media
Indonesia
387
3K
11.9K
703.4K
🦋
🦋@clvudiify·
Pengen gelar laptop dmn yg sepi tp pw?? Soalnya gw sendirian kalo rame2 ga nyaman
Indonesia
0
0
0
52
🦋
🦋@clvudiify·
Minggu mager bgtt mau keluarr
Indonesia
0
0
0
40
🦋
🦋@clvudiify·
@SoloMenfess Soba koyo di ungkep ngene kok
Indonesia
0
0
0
334
Solo Menfess
Solo Menfess@SoloMenfess·
Hujan nya deras sekali -lur
Indonesia
22
0
16
8K
🦋
🦋@clvudiify·
Bencii bgt mau tidur tp kebayang2 kicau kicau kicau maniaaa 😭😭😭
Indonesia
0
0
1
62
🦋 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.5K
10.9M
⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡
⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡@yasyfaull·
Fine dining kaki lima disolo, warga UNS wajib sih mencoba
⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡ tweet media⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡ tweet media
Indonesia
46
21
775
27.6K
🦋 retweetledi
sabo
sabo@plisitin·
rakyatnya kicau mania, pemerintahnya kicau balau
Indonesia
105
11.7K
36.6K
347.1K