cewe yiran
207 posts







I believe a child becoming too religious at an early age is a sign of poor parenting.

Children raised in religious environments are statistically associated with higher academic attainment, better behavior, and higher levels of parental engagement, outcomes that are almost universally considered hallmarks of good parenting in sociological and educational research.


they too deserve the kind of hype that HMNS, Mykonos, SAFF n Co got 🫠

Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) “bocor” ke dalam pembuluh darah. Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal. Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi. Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.


Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita? Rasa tenang. Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi. Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya. Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan. Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik. Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap. Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.


Banyak yang bilang salah satu faktor kecelakaan kereta di Bekasi Timur adalah Kereta didepannya sedang kecelakaan juga menabrak Taxi, jadi kereta yang di Bekasi Timur tertahan gak bisa jalan. Cuma ini belum bisa kita konfirmasi, lagi kita cari sumber yang valid untuk kronologinya.


Jam 1 siang makin panas menyala. Rakyat mending rebahan.


It’s as clear as day, kalo gada kecelakan kereta dan taksi diawal, peristiwa di stasiun antara kereta jarak jauh dan KRL ngga agak terjadi. Tadi sempet liat video wawancara asisten masinis kereta jarak jauh yang bilang sinyal sempet error, dalam artian, dari yang awalnya sinyal mereka hijau, tiba tiba sinyalnya jadi merah, dan pergantian sinyal ini terlalu mendadak buat mereka bisa melakukan tindakan yang signifikan. Mungkin temen temen yang lebih paham soal kereta bisa jelasin lebih rinci. Menurut gue KAI perlu berbenah soal ini, but they did their best already. SATU FAKTOR yang krusial banget, penyebab kecelakaan beruntun ini ya: TAKSI yang kemungkinan besar nerobos palang kereta! FUCK, kelalaian satu orang driver, bikin 7 orang kehilangan nyawa.

Banyak yang bilang salah satu faktor kecelakaan kereta di Bekasi Timur adalah Kereta didepannya sedang kecelakaan juga menabrak Taxi, jadi kereta yang di Bekasi Timur tertahan gak bisa jalan. Cuma ini belum bisa kita konfirmasi, lagi kita cari sumber yang valid untuk kronologinya.

Waktu itu ada yang bilang, mereka ngga nyangka gue bener-bener kekeh childfree soalnya pas ada SG gue ngurus keponakan pacar, gue keliatan seneng dan telaten banget, nggak jijikan ngadepin iler + susu yang netes terus. .... Ya kan gue childfree? Bukan child hater? 😭😭


This article should be mandatory reading for every medical student, PhD candidate, researcher—and honestly, for anyone who mistakes expertise for certainty. “The importance of stupidity in scientific research” sounds provocative, almost offensive. But Martin Schwartz is not glorifying incompetence. He is describing the real operating system of discovery. Science is not built on knowing. Science is built on tolerating not knowing. That distinction matters. Most of education rewards correctness. School teaches us to answer. Exams reward speed, certainty, and precision. You feel intelligent when you get things right. Research is the opposite. Real research begins exactly where competence ends—at the frontier where nobody knows the answer, including the people you thought must know. That moment is psychologically brutal. You ask the expert. The expert shrugs. You assume you’re missing something. Then you realize: no—this is the work. You are not failing. You are standing at the actual boundary of knowledge. That feeling—“I must be stupid”—is often not a sign of inadequacy. It is often the first sign that you are finally asking an important question. Medicine struggles with this. We train doctors to avoid uncertainty, to fear being wrong, to perform confidence. But the best clinicians and the best scientists know how to sit inside ambiguity without collapsing into fake certainty. This is why AI in medicine also deserves caution. Systems trained only to reproduce established answers may become extraordinarily good at passing exams while being terrible at discovering what matters next. Guideline intelligence is not the same as scientific intelligence. Discovery requires productive stupidity: the willingness to stay with the uncomfortable, to look ignorant, to ask naïve questions, to be wrong repeatedly without protecting your ego. Most people want the authority of expertise. Very few want the humiliation required to earn it. But progress lives there. Not in certainty. Not in performance. Not in sounding smart. In the quiet discipline of saying: “I don’t know… yet.” And continuing anyway.

gimana cara kalian biar sholatnya khusyu?? gue kadang pas sholat suka kepikiran “abis ini mau makan apa ya”😭😭😭

(en) mau tanya had been itu gimana sih penggunaannya? tolong jelaskan pake bahasa bayi sender udh ubek2 google sama chatgpt msh gk paham mksdnya 😭

Mari normalisasikan untuk mengutamakan fungsi, bukan gengsi: • Pakai pakaian yg itu2 aja gapapa • Gak beli barang branded pun gapapa, selama masih layak dipakai • Makan di warteg, warung kaki lima, atau bahkan masak sendiri pun gapapa • Naik motor, naik angkot, atau transum gapapa • Pakai HP yg udah 2–3 tahun pun gapapa, selama masih lancar buat komunikasi dan kerja • Liburan ke tempat deket/staycation di rumah gapapa, yg penting bisa quality time Belajar jg untuk jadi orang yg gak penting, orang lain gak sepeduli itu sama kita

⚠️ trigger warning Antara kecoa atau nyamuk sih anjir. Masih ga ngerti faedahnya buat kita tuh apa mereka nih Buat cicak sih keberadaan nyamuk tuh berfaedah, buat kita apeee??? Klo kecoa emg ga ada faedah2nya kurasa hwhwhw. Mana suka ngejar lagi hadehh benci banget wkwk

ini gimana ngilangin penyakit ngantukan





