Sabitlenmiş Tweet

Performance trap
Fenomena ini seringkali terjadi dalam lingkungan korporat. Pemahaman bahwa ketika kita bekerja sekeras mungkin, maka promosi akan mengikuti usaha tersebut. Hal ini merupakan asumsi yang rasional, tapi tidak sepenuhnya benar. Ketika kita melakukan pekerjaan dengan baik dan efisien, seringkali reward yang didapat adalah volume pekerjaan yang lebih banyak lagi. Kita yang seharusnya mendapatkan apresiasi, malah menjadi bumper untuk performa kerja rekan yang tidak optimal. Hal lebih buruk lagi yang dapat terjadi adalah ketika atasan kita melihat posisi kita tersebut sangat "penting" bagi tim. Hal ini justru jarang menjadi pertanda yang baik, melainkan sebuah pertimbangan untuk tidak memindahkan posisi kita, bahkan ke level yang lebih tinggi. Asumsinya, apabila kita dipindahkan, maka keseimbangan tersebut akan runtuh. Hal ini bukanlah pertanda sistem korporasi yang baik. Burnout bukanlah sebuah medali yang membanggakan bagi karyawan yang memiliki potensi. Pekerjaan yang repetitif hanya menjadikan karyawan tersebut bekerja lebih cepat, bukan mengasah skill dan potensi yang ada yang dapat berlanjut pada tahap yang disebut “Stagnant Excellence”.
@corporatehottake/note/p-195828601?r=8arnan" target="_blank" rel="nofollow noopener">substack.com/@corporatehott…
Indonesia



















