ggi

3K posts

ggi banner
ggi

ggi

@csoulitude

kalo capek istirahat

🪐 Katılım Mayıs 2022
118 Takip Edilen143 Takipçiler
ggi retweetledi
𝕾𝖆𝖒𝖒𝖎
𝕾𝖆𝖒𝖒𝖎@sammi_ananta·
Dunia pendidikan perlu perhatian serius dari pemerintah !!!
Indonesia
108
4K
8.2K
75.7K
ggi retweetledi
bu-na 姊姊 🌸
bu-na 姊姊 🌸@Bunaspace·
Mensejahterakan rakyat bukan ngasih embege, tapi murahin harga sembako 😭
Indonesia
72
3.6K
10.1K
79.4K
ggi retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
- Currencynya melemah terus. - Indeks sahamnya turun terus. - Anggarannya defisit terus. - Bendaharanya gak tau ada pembelian fasilitas masif. - Pejabatnya ditanya anggarannya dari mana dijawab “pokoknya ada.” I dont know how many “wallahi we’re finished” I have left in me.
Indonesia
104
10.1K
17.3K
178K
ggi retweetledi
Kukuh Adi D.
Kukuh Adi D.@kukuhya·
Lo semua capek capek intermittent fasting lah, cut carbo lah, defisit kalori lah, cardio ampe mampus lah dll supaya kurus. Padahal kalo mau kurus cepet cuman tinggal jadi Menteri Keuangan aja.
Indonesia
355
4K
18.9K
1.8M
ggi retweetledi
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429·
Almarhum Gusdur dimakzulkan krn dianggap lakukan kesalahan serius oleh DPR-MPR Yakni: ▪︎Buloggate & Bruneigate (tidak kebukti) ▪︎Upaya bekukan DPR & MPR (Dekrit 23/7/2001) ▪︎Pecat Kapolri tanpa persetujuan DPR Nah kalau yg jelas² langgar Konstitusi berkali-kali gimana?👇
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔 tweet media
Indonesia
214
13.1K
22.3K
211.5K
ggi retweetledi
Bung Madin
Bung Madin@bung_madin·
Makin hari makin muak dgn kebijakan pemerintah. Bertahun-tahun guru mengabdi, nggak tuh dikasih motor. Lah ini MBG malah dikasih motor, bahkan insentif sampai 6 jt per hari. Beginilah hasil presiden joget². sekarang kerasakan dari kebijakan pemerintah semuanya mahal. Jancukkk
Indonesia
487
3.2K
6.1K
165.3K
ggi retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Breaking News !!! MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah. here we go !!!  Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?  Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)   • 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung). • 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%). • Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama   ANOMALI FAKTA 🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:   RENTANG PENGHASILAN :  🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak   🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak   🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)   Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%). Empat Temuan Kunci : 🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi, 🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,   🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi, Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5) Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:   🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa), 🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite, 🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,  🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua. Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :  🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure. 🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)   🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite   🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah” Kesimpulan dari Lembaga Porec.  🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”   🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan. Sumber : Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026   policyresearch.id Link : drive.google.com/drive/folders/… cc : @dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet @prabowo
Dosen Kesayanganmu tweet mediaDosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
175
4.8K
9.8K
167.9K
ggi retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Normalisasi Headline berita kaya gini. Jangan ragu sebut israel penjajah! Goodjob @officialinews_
Kapten Haddock tweet media
Indonesia
77
15.2K
63.3K
440.5K
ggi retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Bangsaaaaatt!!! 😭😭 Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh?? Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭 Bangsatlah, celeng!
Indonesia
1.3K
13.1K
36.7K
1.8M
ggi retweetledi
mutiara
mutiara@ayamgota·
Gue paham masih banyak orang yang bisa beli matcha, beli sushi, beli barang viral. Terlihat 'aman' ya, terlihat jauh dr situasi 98, tapi lu pada harus tau sekarang keuangan negara lagi MEROSOT BANGET, mungkin bisa otw 98, gada yg tau. Gue mau nangis aja.
Indonesia
273
13.1K
55.7K
1.4M