5516☆

70 posts

5516☆ banner
5516☆

5516☆

@cursedthrope

ㅤ ℳeow meow ❔️ྀི meow meow meow meow meow ❤︎ meow meow meow meow meow ❕️ྀི

Katılım Temmuz 2025
33 Takip Edilen10 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
5516☆
5516☆@cursedthrope·
I don't deserved to get flowers on my wedding day; it would be nice if I got them on my funeral day.
English
0
0
0
2K
5516☆ retweetledi
ella🌸
ella🌸@ellamaxxing·
ella🌸 tweet media
ZXX
65
18.7K
92.3K
1.6M
5516☆ retweetledi
rara/dewi 🐠🍤 full slot!
my heart aches for the victims. turut berdukacita dan sampaikan sayangmu
rara/dewi 🐠🍤 full slot! tweet media
Indonesia
28
8K
26.1K
240.6K
5516☆ retweetledi
SepurArtwork Official
"Kini ia akan berdinas untuk selamanya" Husnul Khatimah buat para Korbannya, mungkin kereta ini tidak mengantarkan kamu ke Cikarang, tetapi mengantarkan kamu ketempat yang lebih baik sesungguhnya. Ijin pinjam foto nya yak, anglenya bagus buat jadiin gambar dan makasih ✨
SepurArtwork Official tweet media
Indonesia
99
8.5K
29.4K
482.3K
5516☆ retweetledi
rena 🪷 cf22 O-43
“sudah sampai mana?” “bentar lagi sampai.” 🩷🩵
rena 🪷 cf22 O-43 tweet media
Indonesia
1
6.8K
28K
247.9K
5516☆
5516☆@cursedthrope·
Sehat selalu dosen yang gak membataskan tahun jurnal
Indonesia
0
0
0
52
5516☆ retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat. Kartini dipermasalahkan karena Jawa. Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda. Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes. Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka? Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya. Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan. Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau? Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu? Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara. Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan. Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi. “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!” Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus. --- Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
90
3.6K
9K
349K
5516☆ retweetledi
alley
alley@heeavan·
welcome back princess diana
alley tweet mediaalley tweet media
English
6
1.3K
7K
48.3K
5516☆
5516☆@cursedthrope·
Dosen baca jawaban UTS esai gue:
5516☆ tweet media
Indonesia
0
0
0
48
5516☆ retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
bangun oi, rebahan mulu
bia tweet media
Indonesia
78
14.6K
44.6K
341.4K
5516☆ retweetledi
Firza
Firza@firzadwp·
Seandainya baca jurnal seseru baca AU
Indonesia
469
35.2K
86.6K
1.3M
5516☆
5516☆@cursedthrope·
Akal-akalan siapa abis UTS langsung lab
Indonesia
0
0
0
60
5516☆
5516☆@cursedthrope·
I love him, i'd love to hear him talk bout his day, make dad joke and being silly ⭐🍎🪷🫧🍀
English
1
0
1
92
5516☆
5516☆@cursedthrope·
Late-night session (can't sleep hell nawh)
5516☆ tweet media5516☆ tweet media5516☆ tweet media5516☆ tweet media
English
0
0
0
95
5516☆ retweetledi
Summie's write
Summie's write@RuthSummie·
I wanttttttt😩
Summie's write tweet media
English
432
34K
101.7K
2.4M
5516☆
5516☆@cursedthrope·
Di mata dosen semester genap ini mahasiswa keliatan kayak Bandung Bondowoso kah?
Indonesia
0
0
0
58
5516☆ retweetledi
the meji.
the meji.@mejitwo·
Petition to change "et al." to "and gang" in academia
English
384
29.8K
122.1K
2.4M
5516☆ retweetledi
ₑᵣz²⁵
ₑᵣz²⁵@nepztunzorca·
ku kira semester genap eazy ternyata lebih crazy
Indonesia
112
5.9K
14.2K
180.5K
5516☆
5516☆@cursedthrope·
5516☆ tweet media5516☆ tweet media5516☆ tweet media
ZXX
0
0
0
55
5516☆ retweetledi