Sutan Bagindo

2.3K posts

Sutan Bagindo banner
Sutan Bagindo

Sutan Bagindo

@dabirugo

Katılım Ağustos 2015
2.6K Takip Edilen2.6K Takipçiler
Sutan Bagindo retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel). Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik. Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
tempo.co@tempodotco

Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

Indonesia
325
7.5K
25.9K
672.8K
Sutan Bagindo retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Si Gemoy memang parah. bikin malu saja, sampai diberitakan oleh media negara tetangga sebelah. Hadeuh.... 🙄
Indonesia
205
2K
5.4K
107K
Sutan Bagindo retweetledi
🇮🇷🇵🇸🇯🇵 Thoton Akimoto
Seoul, South Korea on #Nakba78 Day. Nakba has never ended. The perpetrator called "Israel" is a cancerous disease that is now spreading to Lebanon, Iran and elsewhere. We stand in solidarity with all the peoples fighting for liberation and freedom.
English
4
41
111
1.9K
Sutan Bagindo retweetledi
Motherland
Motherland@Motherl28134473·
When you boycott, you’re not staying silent — you’re speaking with your wallet.
Motherland tweet media
English
1
49
101
761
Sutan Bagindo retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
bj habibie cuma punya 37 menteri tapi bisa sepower itu dan itu dalam setahun lah prabowo punya 112 menteri ++ dan udah 1,5 tahun malah amburadul rupiah kemana mana
Lambe Saham tweet media
Indonesia
324
5.8K
16.6K
225.2K
Koran Harian
Koran Harian@cocoelonmusk·
Kalo kalian punya lahan yang luas kalian mau nanam apa?terus alasannya apa?
Koran Harian tweet media
Indonesia
15
0
10
416
Sutan Bagindo retweetledi
Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN)
Din Syamsuddin: 95% warga Muhammadiyah itu mendukung pernyataan Amien Rais. Artinya 57 juta warga Muhammadiyah siap menghadapi ormas preman pemalak parkiran. 😁
Indonesia
212
906
2.6K
68.5K
Sutan Bagindo retweetledi
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
Apa yang digambarkan di film pesta babi itu: perampasan tanah buat PSN dll, terjadi juga di banyak tempat :(. Kalau ditanya dasar hukumnya,ya ada! :(( itulah memang cara kerja oligarki,memanipulasi UU buat cari cuan. UU cipta kerja, UU Minerba, belum lagi berbagai PP dan Perpres
Indonesia
63
1.8K
3.9K
44.4K
Sutan Bagindo retweetledi
neyi kaybettiğini hatırla
neyi kaybettiğini hatırla@neyikaybettik·
Hollanda'da bir grup İsrail bayrağını indirip Filistin bayrağını göndere çekti.
Türkçe
45
1.4K
6.9K
44.7K
Sutan Bagindo retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Gila ya, ada ilmuwan asli Medan yang jadi salah satu pionir teknologi halal paling canggih di dunia, tapi justru lebih dihargai di luar negeri. Namanya Profesor Irwandi Jaswir. Lahir di Medan tahun 1970, dia berhasil ciptakan teknologi pelacak DNA babi dan alkohol di makanan serta kosmetik dengan kecepatan dan akurasi super tinggi. Dia juga kembangkan formula gelatin halal dari ikan dan unta, plus metode deteksi lain yang bantu jutaan umat Muslim di seluruh dunia memastikan produknya benar-benar halal. Tapi ironisnya, saat dia mau bangun pusat riset halal besar-besaran di Indonesia, malah terbentur birokrasi yang lambat dan minimnya dana riset. Fasilitas kurang memadai, dukungan pemerintah waktu itu juga kurang maksimal. Akhirnya dia terima tawaran dari Malaysia. Di sana, dia disambut bak raja. Dikasih laboratorium canggih, dana riset melimpah, dan langsung jadi profesor tetap di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dia bahkan pimpin International Institute for Halal Research and Training (INHART) yang sekarang jadi salah satu pusat halal ternama dunia. Puncaknya tahun 2018, dia dapat King Faisal International Prize, sering disebut "Nobel-nya dunia Islam", langsung dari Raja Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya membangun "Halal Science" sebagai bidang ilmu baru. Sekarang tahun 2026, Prof. Irwandi masih aktif di IIUM, terbitkan paper baru soal gelatin ikan, dan bahkan jadi board member di Halal Centre Saudi Food and Drug Authority. Penemuannya sudah dipakai oleh pabrik-pabrik global. Gue pribadi sedih sekaligus bangga baca cerita ini. Bangga karena anak bangsa bisa sehebat itu. Sedih karena negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia justru kehilangan talenta seperti dia gara-gara brain drain klasik, kurangnya support riset dan birokrasi ribet. Padahal industri halal dunia sudah bernilai triliunan dolar. Kita seharusnya jadi pemimpin, bukan cuma konsumen. Semoga kedepannya Indonesia bisa lebih mendukung ilmuwan seperti beliau.
Dravenwe tweet media
Indonesia
207
2.3K
6.5K
130.6K
Sutan Bagindo retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Pandangan @aniesbaswedan Tentang Jusuf Kalla. Simak nih @psi_id tolol
Indonesia
42
533
1.4K
12.5K
Sutan Bagindo retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada 1997, orang-orang Betawi mengadakan pembersihan terhadap wabah preman Hercules yang meresahkan area Jakarta. Gerombolan bandit penjahat dari hutan Timor Timur yang jadi anjing peliharaan keluarga Cendana itu kicep dipukuli warga sampai mampus dan diusir dari Tanah Abang. Sebelumnya, gerombolan bandit dan penyamun hutan yang berkhianat terhadap bangsanya sendiri di Timor Timur itu seakan tak tersentuh polisi, karena statusnya sebagai anjing peliharaan rezim keluarga Cendana yang saat itu menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Aparat, bukannya menghabisi dan menembak mati Hercules dan gerombolan rampok berbahayanya sampai musnah, malah melindungi dan membekinginya. Beking Hercules saat itu adalah seorang jenderal ABRI spesifik yang telah menjadi anggota dari rezim inti keluarga Cendana. Atmosfer di Tanah Abang, yang adalah sentra tekstil terbesar di Asia Tenggara, jadi dipenuhi bau tengik dan pesing wabah penyakit teror, kebrutalan, pemalakan, pencurian, dan perampokan gerombolan preman mabuk buas Timor yang memukuli pedagang kecil tanpa konsekuensi. Menjijikkan. Massa Betawi yang dipimpin orang yang dijuluki Ucu Kambing inisiatif melakukan aksi sepihak mengusir gerombolan preman mengerikan ini dari kampung dan pasar mereka dengan tangan dan golok mereka sendiri. Ini terjadi sebelum krismon. Sayangnya, setelah keluarga Cendana digulingkan dan si jenderal bekingnya kabur dengan panik ke luar negeri, gerombolan bandit dan penjahat Timor liar ini gagal dibantai dan ditumpas mati sampai habis oleh negara hukum era Reformasi yang stabil. Kesempatan itu pun hilang. Seperti zombie yang busuk dan penuh cacing, hari ini sepertinya gerombolan preman asing buas ini sudah hidup kembali lagi dengan sangat norak dan belagu, bahkan hari ini meludahi dan mengusir Persija dari kandangnya sendiri demi mempertontonkan coli kebelaguan ego mereka di ruang publik rakyat Jakarta. Entahlah apakah suatu hari nanti, sejarah akan bisa kita ulang, dan apa yang dimulai Bang Ucu benar-benar dituntaskan sampai ke akar-akarnya.
zhil tweet media
IDN Times@IDNTimes

Polda Metro Kerahkan 480 Personel Amankan HUT GRIB Jaya di GBK idntimes.com/news/indonesia…

Indonesia
64
1.3K
4K
212.9K
Sutan Bagindo retweetledi
K.Wijono
K.Wijono@KWijono·
Mencuri "Matahari" dari Ruang Kelas (Ada Ramuan Bawang Merahnya): Pemerintah mungkin cuma butuh waktu 5 menit untuk mengetok palu pemberhentian. Tapi mereka butuh waktu seumur hidup untuk menjelaskan pada anak-anak ini: Kenapa orang yang paling tulus menyayangi mereka, harus dibuang seperti sampah administrasi? Di sudut kelas itu, sebuah meja saksi bisu tiba-tiba terasa begitu dingin. Pak Guru merunduk, menyembunyikan wajah yang basah. Bukan karena takut lapar, tapi karena hancur membayangkan siapa yang akan sabar menuntun jari-jari kecil itu menulis esok hari. Tiba-tiba, sebuah pelukan kecil mendarat di pundaknya. Spontan, jujur..tanpa rekayasa. Disusul pelukan-pelukan lain yang semakin erat, seolah anak-anak itu sedang berusaha "mengikat" gurunya agar tidak terseret arus aturan yang tak punya hati. Mereka belum paham apa itu 'anggaran', apa itu 'efisiensi'. Yang mereka tahu hanya satu: Jangan ambil Bapak ini dari kami. Silakan hapus namanya dari database negara, silakan hentikan transfer gajinya yang tak seberapa. Tapi ingat, kalian sedang menanam benih luka di ingatan sebuah generasi. Karena pelukan massal di meja guru hari ini adalah bukti, bahwa adab dan kasih sayang tak pernah bisa digantikan oleh selembar kertas SK..🥲😭
Indonesia
24
183
376
5.6K
Sutan Bagindo retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan. Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura. Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN. Naik Singapore Airlines. Penerbangan komersial biasa. Turun dari garbarata seperti penumpang biasa. Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal. Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan. Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung dan segala kebutuhan rombongan. Konteksnya yang membuat ini makin menohok: Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia. Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun. Jadi analoginya begini: ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya. Terus ada acara arisan di kompleks. Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer. Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer. Itu bukan gaya hidup orang kaya. Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya. Dan bedanya sangat jauh. Yang paling ironis: Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan. Masih banyak bagian yang diimpor. Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia. Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun. Dan yang paling menyakitkan: Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya. Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi. Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial, sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan. Kesederhanaan bukan tanda kelemahan. Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial. Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan. Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri. Bangsa yang benar-benar besar tidak perlu selalu terlihat besar. Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
1.1K
6.2K
12.7K
491.5K
Sutan Bagindo retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lo udah dengar kan angka 5,61%? Udah pada seneng, udah pada bangga, udah pada share-share di medsos bilang Indonesia tertinggi di Asia. Tapi tunggu dulu. Rayon Chin baru bedah angka itu sampai dalam. Dan hasilnya bikin dahi mengernyit. 5,61% itu bagus. Tapi bagus dari mana? Bayangin lo punya warung. Omsetnya Rp10 juta sebulan. Terus lo utang Rp3 juta pakai kartu kredit, terus lo belanjakannya ke warung lo sendiri. Omset naik jadi Rp13 juta. Lo seneng? Seneng lah. Tapi utang Rp3 juta itu harus dibayar besok plus bunganya. Nah itu yang lagi terjadi sama ekonomi Indonesia sekarang. Yang bikin 5,61% itu bukan karena industri kita makin kuat, bukan karena ekspor kita lagi gacor, bukan karena manufaktur kita lagi ngebut. Yang bikin angkanya segede itu adalah belanja pemerintah naik 21,81% dalam satu kuartal dari yang sebelumnya cuma 4,5%. Lima kali lipat. Dalam tiga bulan. Dari mana asalnya? THR PNS menjelang Lebaran. Distribusi MBG yang dipercepat di awal tahun. Total belanja negara di Q1 tembus Rp815 triliun naik 31% dari tahun lalu. Sektor yang ikut meledak? Akomodasi dan F&B naik 13% ya karena Lebaran dan liburan. Konsumsi rumah tangga naik 5,52% ya karena orang belanja pas Lebaran. Ini bukan engine yang jalan terus. Ini momen. Setelah Lebaran lewat, THR habis, MBG balik ke ritme biasa angkanya mau dibawa ke mana? Yang bikin lebih serem bagian yang jarang diomongin media: Di kuartal yang katanya tertinggi sejak bertahun-tahun, mesin terbesar ekonomi Indonesia justru melambat. Manufaktur yang nyumbang 19% dari total GDP — tumbuhnya turun dari 5,4% ke 5,04%. Ekspor cuma tumbuh 0,9% padahal dua kuartal sebelumnya 9,14% terus 3,25%. Trennya turun terus turun terus turun. Impor malah naik ke 7,18%. Pertambangan anjlok 8,20%. Yang naik adalah sektor yang sifatnya musiman dan tidak akan terulang di Q2. Yang turun adalah sektor yang harusnya jadi tulang punggung pertumbuhan 10 tahun ke depan. Dan ini bagian paling tidak enak: Belanja pemerintah naik 31%. Pendapatan negara naik cuma 10%. Defisit APBN di Q1 sudah Rp240 triliun naik 2,5 kali lipat dari Q1 tahun lalu yang cuma Rp83 triliun. Tapi yang lebih serem lagi adalah defisit primer ini ukuran paling jujur kesehatan fiskal negara. Tahun lalu Q1 masih surplus Rp22 triliun. Tahun ini Q1 defisit Rp95 triliun. Bukan cuma memburuk tapi berputar total. Dari plus ke minus hampir Rp100 triliun dalam setahun. Artinya: pendapatan rutin negara tidak cukup untuk biayai operasional dasar bahkan sebelum bayar bunga utang. Jadi negara harus utang baru bukan untuk bangun jalan atau sekolah, tapi untuk bayar tagihan harian dan cicilan utang lama. Dan cadangan devisa BI turun 8,4 miliar dolar di Q1 karena harus terus intervensi supaya rupiah tidak makin babak belur. Siklusnya muter terus: defisit lebar, utang baru, yield SBN naik, asing kabur, rupiah lemah, BI intervensi, cadangan devisa terkuras. Dan pertumbuhan 5,61% ini nikmatin siapa? MBG mengalir ke vendor, catering, kontraktor lalu ke petani dan peternak supplier. Idenya bagus. Tapi transparansi suppliernya masih gelap. Belum jelas berapa persen yang benar-benar sampai ke rakyat paling bawah. THR PNS? Yang nikmatin ya PNS. Sementara 60% pekerja Indonesia ada di sektor informal. Tidak dapat THR. Tidak dapat kenaikan apapun dari belanja pemerintah ini. Lebaran spending? Yang nikmatin kelas menengah ke atas yang punya kapasitas belanja. Mall, hotel, restoran ramai. Yang tidak punya duit lebih ya tidak ikut merasakan apapun. Pekerja manufaktur, buruh harian, petani yang harga gabahnya tidak naik secepat sembako, pekerja informal yang upahnya kalah cepat dari inflasi mereka tidak ikut menikmati 5,61% itu. Tapi siapa yang nanggung biayanya? Defisit lebar ujungnya rupiah lemah. Rupiah lemah ujungnya harga impor naik. Harga impor naik ujungnya inflasi. Dan yang paling keras kepukul inflasi adalah mereka yang paling tidak ikut menikmati pertumbuhannya. 5,61% itu angka yang nyata dan sah. BPS tidak bohong. Tapi angka itu datang dari mesin suntikan belanja pemerintah yang melonjak lima kali lipat, Lebaran yang tidak terjadi setiap kuartal, THR yang hanya dirasakan sebagian kecil pekerja. Sementara manufaktur melambat, ekspor trennya turun, defisit primer berbalik total dari surplus ke minus hampir Rp100 triliun, dan cadangan devisa terkuras. Q1 2026 kemungkinan adalah puncaknya. Q2, Q3, Q4 Lebaran sudah lewat, THR sudah habis, MBG kembali ke ritme biasa. Angkanya mau dibawa ke mana? Itu yang harus dijawab pemerintah. Dan itu yang harus lo kawal.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
87
313
681
64.9K
Sutan Bagindo retweetledi
Ommi de Queen👑
Ommi de Queen👑@ommi_siregar·
Faiz seorang pelajar asal Kediri yang memiliki pemikirin kritis, ia kerap mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat banyak. Begitu cara dia mencintai negara ini. Kendati demikian, hari ini ia dituduh sebagai provokator. Alih-alih mendengarkan kritiknya, mereka (aparat kepolisian) malah menangkap dan menahan Faiz. Kemarin, ia dituntut oleh Penuntut Umum dengan Tuntutan 6 Bulan Penjara.
Ommi de Queen👑 tweet media
Indonesia
7
1.6K
2.4K
35.6K
Sutan Bagindo retweetledi
Tyo_Wibowo 🇵🇸
Tyo_Wibowo 🇵🇸@akuntwiter968·
Saya (Dua Lipa) tidak pernah bilang perjuangan ini mudah. Tapi saya juga tidak pernah menyangka segelap ini. Sekarang, saya tidak minta tepuk tangan. Saya minta Anda melihat, Apakah Anda berani ambil posisi seperti ini? Apakah Anda berani kehilangan pekerjaan demi kebenaran? Karena saya sudah melakukannya. Dan sampai detik ini saya tidak menyesal sedetik pun. Free Palestine 🇵🇸 Sampai kapan pun, Dua Lipa.
Tyo_Wibowo 🇵🇸 tweet media
Indonesia
22
368
1.1K
11.5K
Sutan Bagindo retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Yakult juga nih orang 😞
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
185
1.1K
2K
33.6K