jul

10.7K posts

jul banner
jul

jul

@daffajulio

Sorry, you won't get any answer of your question on my profile. Better not to see anything.

Katılım Ağustos 2011
445 Takip Edilen808 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
jul
jul@daffajulio·
sebab aku percaya, di genggam jemarimu akan selalu kutemukan rasa bahagia.
Indonesia
1
1
1
0
jul
jul@daffajulio·
@hattamaulana07 Anjir iki mah howo2ne data dukcapil sing bocor
Indonesia
1
0
0
53
Creative Impunity
Creative Impunity@hattamaulana07·
Barusan dapet email dari yg allegedly bukan DJP asli soale pake @Gmail.com, disuruh confirm by wasap ke Ulfa sama Andi (sapa bjir) Yg serem tu ni data pribadi gw bener dan update njirrr, ngerii ni negara open source
Creative Impunity tweet mediaCreative Impunity tweet mediaCreative Impunity tweet media
Indonesia
2
0
0
162
jul retweetledi
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Pernah arrange VIP dinner utk 8 orang, posisi duduk udh diatur se-oke mungkin supaya si undangan ga canggung. Harga per paxnya $$$$$$ Last minute, aspri minta ikut ke dalam, cara mintanya "Lho tanpa saya, beliau ga bisa ngapa2in nanti..." Knp jdi pimpinan kl gabisa apa2 😔
Tya 🌻@iTatya

Soalnya si Teddy pernah ✨ngambek besar✨ di Perancis krn ga dibolehin masuk ke ruangan sama pihak Perancis krn ✨bukan siapa-siapa✨

Indonesia
126
5.2K
34.3K
1.2M
jul retweetledi
_
_@fleshless_hands·
@konglomarket kayaknya harus banyak masyarakat nyadar kalau yang ga kompeten dan dikasih privilese gila gilaan itu bukan parcok sama parjo juga tapi kejaksaan...
Indonesia
14
325
2.9K
75.5K
jul retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys ada beberapa momen di wawancara Najwa dengan Prabowo yang gw rasa perlu lebih banyak orang cermatin. Bukan yang bagus-bagusnya. Tapi yang mengejutkan dan jujur tidak nyaman untuk didengar dari seorang presiden. Pertama soal demonstrasi dan bom molotov. Najwa kasih data ratusan mahasiswa dan aktivis ditangkap pasca demo. Penangkapan terbesar sejak reformasi. Dan aktor yang menyuruh tidak pernah terungkap. Prabowo tidak jawab soal kenapa aktornya tidak pernah diusut. Dia malah balik tanya ada yang ribut tidak soal bom molotov? Ada yang ribut tidak soal gedung DPR mau dibakar? Najwa bilang banyak Pak yang protes. Prabowo bilang enggak ada itu. Dan mereka debat soal apakah ada yang protes atau tidak. Di depan kamera. Dengan nada yang semakin meninggi dari sisi Prabowo. Presiden dan jurnalis berdebat soal fakta apakah ada pemberitaan atau tidak bukan soal substansi pertanyaannya. Pertanyaan aslinya tidak pernah dijawab. Kenapa aktor intelektualnya tidak pernah ditangkap. Kedua soal kritikan yang dianggap regime change. Najwa tanya apakah semua kritikan terhadap pemerintah bermuara pada keinginan untuk regime change. Prabowo bilang tidak semua tapi ada. Lalu dia sebut Asia Tengah. Color revolution. Disinformasi dari negara-negara tertentu. Dan kalimat ini yang menurut gw paling mengkhawatirkan. 'Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah. Itu namanya false flag operation.' Ini diucapkan dalam konteks kasus Andri Yunus yang pelakunya sudah terbukti dan dikonfirmasi sendiri oleh Mabes TNI sebagai anggota Bais TNI. Bukan spekulasi. Bukan rumor. Sudah dikonfirmasi institusi militer negara sendiri. Tapi presiden membuka kemungkinan bahwa itu bisa jadi false flag. Dan itu bukan pernyataan yang kecil. Karena kalau presiden sendiri meragukan fakta yang sudah dikonfirmasi institusinya sendiri bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelidikannya akan tuntas. Ketiga soal 'kalau tidak suka bisa turun ke jalan.' Ini yang paling bikin gw diam sebentar. Di tengah diskusi soal kekhawatiran ruang demokrasi yang menyempit Prabowo bilang kalimat ini. 'Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.' Konteksnya dia sedang bilang bahwa rakyat yang mendukung dia tahu kalau rusuh semua yang rugi. Tapi framing-nya bisa dibaca dua arah. Satu dia percaya diri karena merasa dukungan rakyat masih kuat. Dua ada nada yang terasa seperti tantangan. Di saat yang bersamaan dengan konteks mahasiswa yang baru saja mengalami penangkapan massal terbesar sejak reformasi. Ajakan untuk turun ke jalan dari seorang presiden — di tengah diskusi soal intimidasi terhadap pengkritik itu pilihan kata yang sangat tidak biasa. Keempat soal 'saya korban juga.' Ketika Najwa tanya soal ruang bersuara yang menyempit dan kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis Prabowo bilang satu kalimat yang gw tidak bisa lewatkan begitu saja. 'Saya ini korban juga.' Lalu langsung pivot ke harga pangan yang terkendali di Ramadan. Gw tidak tahu maksudnya persis. Korban dalam konteks apa. Diserang secara politik? Difitnah? Tapi menyebut diri sendiri sebagai korban di saat yang sama ketika aktivis HAM yang luka bakar 24 persen dan korneanya rusak sedang dirawat di rumah sakit itu pilihan framing yang sangat tidak tepat waktunya. Gw tidak bilang semua yang Prabowo katakan malam itu salah. Ada yang bagus. Ada yang jujur. Ada yang berani. Tapi ada beberapa momen yang seharusnya tidak keluar dari seorang presiden di forum publik. Karena kata-kata presiden itu bukan sekadar pendapat pribadi. Itu sinyal. Dan sinyal yang salah efeknya jauh lebih luas dari kata-katanya sendiri.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
239
3.2K
8K
383.1K
jul retweetledi
Scholastica ✨
Scholastica ✨@retrotikaa·
Berasa banget bedanya driver-driver di tol pas mudik lebaran vs hari biasa. Lebih serem yg mudik lebaran. ✅ Lagi di lajur lambat masih di dim ✅ Nyalip lewat bahu jalan ✅ Di lajur cepat msh ada yg nyalip sbelah kanan ++kenceng-kenceng bgt Karimun aja melesat
kip@becausemikhael

@retrotikaa Karena driver sekali setahun pada lane hogger semua di paling kanan. Gw merasa ga ada urgensi buat patuh di belakang driver2 musiman ini yg mungkin memarkiran mobilnya saja belum bisa tepat.

Indonesia
17
34
151
22.1K
jul retweetledi
Liverpool - LGK
Liverpool - LGK@id_lgk·
Gambaran Arne Slot dikasih tau tim analyst bahwa mainin Gakpo itu gak works, alih-alih percaya dan siap untuk meninjau ulang, Arne Slot malah tantrum ke tim analyst dan jajaran kepelatihan
Korban Ceklist Satu ༊ ⋆𐙚 ˚@AnKiiim_

"Moment @prabowo 'kesurupan' saat diwawancarai oleh Najwa Shihab" Wowo ini salah satu penghalang orang masuk surga, liat dia ngomong bawaannya pen banget maki² ajg 😭

Indonesia
8
84
397
13.8K
jul retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Ini jokes tapi nyelekit banget karena terlalu nyata. 2021 semua orang bilang WFH adalah masa depan. Produktivitas naik. Work life balance membaik. Tidak perlu buang 3 jam sehari di jalan cuma buat duduk di depan laptop yang sama. 2024 komprominya hybrid. Dua tiga hari di kantor. Sisanya dari rumah. Semua orang bisa hidup dengan itu. 2026 tiba tiba balik lagi. Empat hari seminggu di kantor. Dan alasannya satu kata yang tidak bisa dibantah tapi juga tidak bisa dibuktikan. Kultur. Kita butuh kultur yang kuat. Kita butuh kolaborasi. Kita butuh energy yang cuma bisa ada kalau semua orang ada di satu ruangan. Dan realitanya di ruangan itu? Semua orang pakai noise cancelling headphones. Kepala menunduk ke layar masing masing. Tidak ada yang ngobrol. Tidak ada yang brainstorming spontan. Tidak ada magic kultur yang dijanjikan. Yang ada cuma orang orang yang sama, ngerjain pekerjaan yang sama, yang bisa mereka kerjain dari rumah, tapi sekarang harus buang waktu dan uang buat transport dulu sebelum bisa mulai. Dan ini relate banget di Indonesia. Macet Jakarta rata rata 3 jam pulang pergi. Itu 60 jam sebulan. 720 jam setahun. Tiga puluh hari penuh dalam setahun habis di jalan. Bukan buat meeting penting. Bukan buat kolaborasi yang tidak bisa dilakukan secara digital. Tapi buat duduk di kantor sambil pakai headphones supaya tidak terganggu rekan kerja. Yang paling ironis keputusan balik ke kantor ini hampir selalu datang dari orang yang kantornya punya parkir khusus, ruangan sendiri, dan tidak merasakan macet yang sama dengan karyawannya. Kultur yang mereka maksud itu nyata. Tapi kulturnya adalah bos bisa lihat lo duduk di kursi. Dan kalau bos bisa lihat lo duduk berarti lo kerja. Bukan soal produktivitas. Bukan soal kolaborasi. Soal kontrol.
Simons@Simon_Ingari

2021: WFH is the future. 2024: Hybrid is the future. 2026: "come to the office 4 days a week because of culture" The culture: Everyone with noise cancelling headphones

Indonesia
32
1.1K
3.6K
326.4K
jul
jul@daffajulio·
@Widino Hehehe saya pernah di sari pasific nih, kebetulan mau fullboard meeting, begitu masuk ditanya ada keperluan apa, saya jawab fullboard meeting. Kocaknya malah tanya kamar berapa, ya mana saya tau, namanya fullboard ya kunci kamar dikasih setelah meeting selesai lah🤷🏻‍♂️
Indonesia
0
0
0
40
Dino
Dino@Widino·
Sangat setuju! Di indo tuh pengendara motor sering bgt dapet perlakuan gak adil n diskriminatif, bahkan di hotel bintang sekalipun yg literally ngejual service dan hospitality. 2x pengalaman nginep di hotel bintang 4 di Malang sama Bogor, dapet perlakuan sama karena gw bawa motor. Diberhentiin security pas mau masuk, ditanya2 mau kemana, ketemu siapa, intimidating bgt. Pas check in gw komplain, yg bawa mobil bebas keluar masuk tp yg bawa motor kenapa diberhentiin n ditanya2 berasa kaya terduga kriminal? Dikira yg mau nginep di hotel cuma tamu yg bawa mobil apa?
🚗💨@apansa_kalengs

Nggak cuma mall, kebanyakan gedung2 tinggi jakarta tuh pada deskriminasi sama pemotor. Saya pernah iseng melakukan eksperimen soal ini. Semua sekuriti gedung sudirman, kuningan, gatsu, kalo liat pemotor kayaknya hina banget dehh.. pas bawa motor tuh sering diperlakukan kayak mereka gak niat banget gituloh ngasih taunya. padahal ya sendirinya juga pake motor kan? Beda pas saya bawa mobil. Pokoknya perlakuannya beda aja.. wkwkw..

Indonesia
102
557
3.4K
316.9K
jul
jul@daffajulio·
@sampingfore @Ccookk_ Yang watudodol itu kayaknya yg pertama, pernah naik jaman awal2 buka denpasar, tempat bersih, makanan enak, pemandangan jg bagus karena bener2 ngadep laut
Indonesia
1
0
0
830
kala.
kala.@sampingfore·
sekarang di negaran, setahun ganti 3x bayangin aja, sebelumnya selalu di jawa, ada yang tempat makan proper lupa nama tempatnya itu minus kalau tanggal merah libur, kedua di kek penginapan gitu jadi habis dari mengwi pilih makanan sekaligus nanya turun mana, itu alasannya ga disana lagi karena kokinya ngerasa sampe sana terlalu malem 🥲 kalau yang di negaran pernah apes ada ulatnya, nasinya kering banget gabisa dimakan
Indonesia
1
0
0
1.1K
&ᴄᴏᴋ 
&ᴄᴏᴋ @Ccookk_·
Perubahan rumah makan dari Barat buat 27 Trans. Gimana gimana kalo menurut lo ? Makin upgrade atau makin downgrade setelah pindah dari Cikamurang ? 🤔🤔
&ᴄᴏᴋ  tweet media
Indonesia
32
8
106
33.3K
jul retweetledi
Umbi2an Koppig
Umbi2an Koppig@umbiygudahtipes·
Betul, saya sangat sepakat. Berhentilah menjadikan DL sebagai penghasilan tambahan. Jangan pernah menghitung DL sebagai komponen penghasilan. Pola pikir seperti ini itu salah satu sumber kerusakan ekosistem kerja yg sehat dan faktor penyubur budaya feodalisme.
Umbi-umbian dan Entrepreneur@umbipreneur

Salah satu kesalahan para ASN adalah, selalu menganggap DL itu sebagai Penghasilan Tambahan Iya kalau DLnya 36 hari dalam sebulan. 400x dalam 1 tahun. Kalau sebulan cuma 2 hari, Ya jangan bilang itu Penghasilan Tambahan.

Indonesia
36
207
612
68.8K
jul retweetledi
LBH👊 - Lembaga Baku Hantam👊
Btw, Filipina ngeluarin kebijakan 4 working days buat lembaga pemerintahannya buat antisipasi kenaikan & kelangkaan minyak/BBM. Selain itu juga mereka diarahkan untuk hemat listrik, perjalanan dinas, acara non-produktif, & nyuruh rapat online. Kita gmn? Kita bangsa yg besar 😎🙏
Indonesia
99
2.7K
7.9K
145K
jul retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Ada temen gw yang kerja di kantor pusat kawasan Gatot Subroto. Posisinya udah Director level, belasan tahun hidup di dunia corporate. Tiba-tiba dia announce di townhall kecil tim: Dia pindah ke Malang. Resmi relokasi base kerja ke sana. Alasannya kedengeran dewasa banget. “Gw mau deket sama orang tua. Kerja tetap serius, tapi hidup nggak cuma soal meeting room dan traffic.” Gaji dia di Jakarta 55 juta. Take home sekitar 47 jutaan. Semua orang mikir: aman lah, mau tinggal di mana juga tetap tajir. Perusahaan approve. Tapi ada satu kebijakan yang jarang dibahas detail: Regional Pay Adjustment Scheme. Intinya simpel: Base salary dan allowance mengikuti indeks biaya hidup sesuai lokasi penugasan resmi. Dia tanda tangan addendum digital sambil jalan ke meeting berikutnya. Scroll. Klik. Done. Bulan pertama resmi berkantor dari Malang, gaji masuk. Take home: 31,2 juta. Turun lumayan jauh. Dia nggak ngamuk. Cuma chat gw satu kalimat: “Ini final ya? Bukan sementara?” Gw sempat duduk bareng dia di Zoom hampir sejam, bongkar satu-satu breakdown dari HR. Yang hilang: • Big City Incentive 4 juta • Executive transport allowance 3,5 juta • Urban living premium 2,2 juta Yang muncul: • Regional adjustment buffer 1,5 juta • Area operational support 900 ribu Di Jakarta dulu pengeluarannya kira-kira begini: • Apartemen pusat kota 16 juta • Supir + operasional mobil 6 juta • Lifestyle & networking event 8–10 juta • Total bisa nyentuh 38–40 juta Di Malang sekarang? • Rumah dua lantai sewa tahunan kalau dibagi per bulan sekitar 7 juta • Mobil tetap ada tapi tanpa supir, operasional 2 juta • Makan enak, ngopi, hangout paling 3–4 juta • Total sekitar 14–15 juta Secara angka? Sisa uangnya justru lebih longgar. Tapi dia tetap merasa ada yang “lepas”. Karena 55 juta itu bukan cuma soal cash flow. Itu simbol. Simbol bahwa dia main di liga elite ibu kota. Simbol bahwa dia masuk ruangan dan orang otomatis respek. Sekarang nominalnya turun. Egonya ikut goyang. Dia sempat bilang di telepon: “Rasanya kayak downgrade ya?” Gw jawab pelan: “Downgrade itu kalau tanggung jawab lo dikurangin. Ini cuma lokasi kerja yang berubah.” Empat bulan berlalu. Update terbaru? Dia tiap pagi bisa sarapan sama orang tuanya. Sore olahraga tanpa harus mikirin macet. Weekend nggak lagi habis di mall, tapi ke gunung atau kebun apel. Dan yang nggak disangka: Dia mulai investasi waktu buat bikin advisory kecil untuk bisnis manufaktur lokal. Fee per proyek 20–30 juta. Sekarang sebulan bisa ambil satu atau dua proyek ringan. Total penghasilan? Balik lagi bahkan kadang lewat dari masa Jakarta. Tapi yang paling beda bukan nominalnya. Ekspresinya. Waktu terakhir gw video call sama dia, dia bilang: “Dulu gw takut kalau nggak di Jakarta, karier gw mengecil. Ternyata yang mengecil cuma gengsi. Yang membesar itu hidup.” Yang berubah bukan cuma kota. Tapi standar tentang apa itu “naik level”.
Indonesia
214
1.4K
8.4K
492.1K
jul retweetledi
Jejak digital.
Jejak digital.@ARSIPAJA·
Arsip, menunggu waktu Maghrib
Indonesia
99
666
3K
127.9K
jul
jul@daffajulio·
@txtdrjkt Jorr laknat, cilandak-jatiasih 1,5 jam sendiri🥲
Indonesia
0
0
1
651
jul
jul@daffajulio·
@ryan_nira Nah dulu beli ac+jasa pasang di selka juga, asli rekomen, udah ada standar biaya tambahan per partnya juga jadi teknisi ga bisa nembak harga
Indonesia
0
1
0
1.2K
Ryan Nira
Ryan Nira@ryan_nira·
Pas pertama kali pasang AC beruntung dapetnya toko yg bener dan sampe sekarang langganan buat cuci AC. Namanya Selka. Toko ini dari awal udah clear akadnya dan nggak asal nembak harga. Selain itu, yg kami suka Selka ini CS-nya responsif, sama sering ada promo sama cashback.
Ryan Nira tweet mediaRyan Nira tweet media
hellen@peachyslen

😇😇😇🙏🏼 pelajaran bagi saya dan suami

Indonesia
13
145
990
59.3K
jul retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
gen z gak akan ikut drama kantor, apalagi jilat atasan.. mereka cuma - butuh gaji - jam kerja normal - pulang tenggo - main ke blok m - weekend ga diganggu
Indonesia
98
4.6K
17.3K
220.5K
jul retweetledi
Firza
Firza@firzadwp·
Gen z beli Netflix tapi ngga pernah ditonton
Indonesia
1.4K
8.9K
28K
927.2K