Dua Dwi

3.6K posts

Dua Dwi

Dua Dwi

@daffodil2727

👩‍💻👩‍🏫

Indonesia Katılım Haziran 2010
734 Takip Edilen35 Takipçiler
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@ghozyulhaq Sekolah² sekarang dicap jelek kalau tidak menaikan dan meluluskan murid. Padahal nantinya bisa jadi bom waktu output² hasil pendidikannya
Indonesia
1
0
0
40
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
Fun fact: Anak-anak Indonesia belajar kalau curang itu boleh justru dari Guru di Sekolah. Guru-guru menormalisasi hal itu, ngatrol nilai, bagi2 kunci jawaban, demi nama baik sekolah. Kejujuran dan Integritas hancur di tangan Pendidikan itu sendiri.
Nayaka Yoga Pradipta 🇵🇸@nayakayp

Tetiba inget unas dulu para guru masuk nyodorin kunci jawaban tiap sblm mulai ujian… Dulu happy knp skrg ngenes ya bayanginnya lagi 🥲 Lebih ke kasihan guru2 sih setelah tau “cara dunia bekerja”

Indonesia
35
117
486
37.7K
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@txtdaritaxpayer Aku pernah makan mie instan buatan korea. Pake bahasa korea, tapi ga tau halal apa ga 😭. Ga rasa micin, mienya kenyel
Indonesia
0
0
0
33
Latifa
Latifa@latifaskaa·
Btw, bntar lagi aku ulang tahun 😆 Plis kasih aku ide kado untuk diri sendiri menurut kalian apa ya ges?
Indonesia
27
0
9
1.2K
Dua Dwi retweetledi
Nat & Ver
Nat & Ver@NarasiVisual·
Stanislas Dehaene adalah seorang neuroscientist yg udah 3 dekade meneliti cara otak manusia bekerja. Tahun 2020 kemarin, dia nulis buku berjudul “How We Learn” yg bahas cara otak kita memproses & mengingat ilmu baru. Aku udah selesai baca dan isinya bener2 mind-blowing, terutama soal tips praktis yg disebut Dehaene sebagai 4 PILLARS OF LEARNING. A thread 🧵 by Narasi Visual
꒰ᒡ . . ᒢ꒱ αcαα :c@acamaricahehey_

penasaran deh, cara kalian belajar biar cepet ngerti atau inget materi tuh gimana? boleh sharing nggak moots🥹

Indonesia
16
1.7K
7.6K
238.5K
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@empty__core Hajatan kalau di desa modalnya gede, tiba² stok makanan ludes diambil yg rewang
Indonesia
0
0
0
3
Dua Dwi retweetledi
Mbak kun
Mbak kun@empty__core·
gmn menurut kalian?
Mbak kun tweet media
Indonesia
255
318
1.8K
34.3K
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@tissue_______ @akunhewan "Wajib naik kelas" sebenarnya ga ada aturannya dikurmed. Itu utk akreditasi sekolah, pemangku kebijakan (pemda/pemprov) lebih suka membranding image pendidikan baik² saja
Indonesia
0
0
0
9
arisetiawan
arisetiawan@tissue_______·
@akunhewan 1. Efek kurikulum, yg paling sederhana tdk ad PR & "wajib" naik kelas. 2. Kontrol ortu kurang, digitalisasi bikin kecanduan gadget & may be ortu sibuk nyari duit in this ekonomi. 3. Kontrol sosial kurang, dimana anak bermain gadget udh biasa, ya emang agak gimana kalo ini sih.
Indonesia
1
0
0
102
akun hewan | tapi bukan
di grup watsap orang tua pd sambat dg kondisi anak2nya yg punya kemampuan kognitif rendah. ada yg menyebut penyebabnya adalah kurikulum pendidikan kita, ada yg bilang gara-gara kecanduan gadget. om & tante yg punya anak/ponakan, merasa relate gak dg problem ini? ada opini? 😁
akun hewan | tapi bukan tweet mediaakun hewan | tapi bukan tweet media
Indonesia
43
74
647
235.3K
Dua Dwi retweetledi
Latifa
Latifa@latifaskaa·
Aku share soal Teknik Feynman ternyata cukup rame. Teknik lain yang aku pake tu Pomodoro. 25 menit belajar 5 menit istirahat Kadang aku pake tools aplikasi atau pake pomodoro dgn video youtube ✌🏻
Latifa tweet media
Indonesia
0
8
53
1.1K
A C X
A C X@ceogalxe·
apa ya?
A C X tweet media
Indonesia
305
3
70
17.5K
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@listyantidewi @OniSuryaman Ini SMP, anaknya rebel. Ngejar prestasi akademik susah, jd kayanya fokus non akademik deh sekolahnya
Indonesia
1
0
0
59
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Banyak banget kompetisi pelajar yang aslinya skema money-grab. Bayar ratusan ribu hingga jutaan, tapi kalau menang cuma dikasih medali/sertifikat (kadang di-ttd pejabat biar keliatan legit).
Call Me Ngkong Roses🌹@NgkongRoses

Setelah viral cerdas cermat, ada lagi ketidakprofesionalan penyelenggara acara. voktis.id Gelaran kompetisi akademis yang diselenggarakan oleh lembaga Bina Sains Indonesia di Kota Pekanbaru menuai protes keras dan sorotan tajam dari para orang tua murid. Acara yang seharusnya menjadi wadah apresiasi prestasi anak tersebut justru berujung kekecewaan mendalam akibat manajemen panitia yang dinilai kacau balau, tidak profesional, dan penuh kejanggalan. Peristiwa bermula saat sesi pengumuman pemenang untuk salah satu bidang studi. Berdasarkan keterangan salah satu orang tua wali murid, anaknya awalnya dipanggil secara resmi oleh panitia sebagai Juara 1, disusul rekannya sebagai Juara 2, dan perwakilan sekolah lain sebagai Juara 3. Peringkat dan foto wajah para pemenang tersebut bahkan sudah ditayangkan secara jelas di layar digital utama aula. Namun, drama dan kekacauan terjadi saat prosesi penyerahan medali dan piala dimulai. Dianulir Mendadak di Depan Umum Saat piala hendak diserahkan kepada sang Juara 1, Master of Ceremony (MC)-yang diketahui merupakan seorang dosen sekaligus pemilik (owner) dari Bina Sains Indonesia-secara mendadak dan sepihak membatalkan status juara anak tersebut di atas panggung. Secara sepihak, MC mengumumkan bahwa sang anak digeser menjadi Juara 4, yang berarti tidak berhak mendapatkan medali maupun piala. Di saat yang sama, posisi juara di bawahnya langsung diacak kembali di depan para penonton: rekan sang anak digeser menjadi Juara 2, perwakilan sekolah lain yang awalnya Juara 3 diubah statusnya, dan posisi Juara 3 yang baru tiba-tiba diberikan kepada anak lain yang saat itu tengah duduk di bangku penonton. Akibat penganuliran sepihak di depan publik tersebut, mental sang anak seketika jatuh (down). Kecewa dan syok, anak tersebut langsung turun dari podium kompetisi dan memilih keluar dari ruangan aula. "Entah perlombaan macam apa ini. Tidak ada persiapan dan kacau balau," ungkap orang tua korban dengan nada kecewa mendalam. :sharayoung_28 less

Indonesia
15
39
134
8.8K
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@listyantidewi @OniSuryaman Eh ada yg lucu bun, KKO SMP dan SMA negeri. Modal sertifikat pencak silat, kegiatan cuma sparing. Kemarin saudara wawancara KKO hrs siap modal karena utk event (mini soccer) ga ditanggung sekolah
Indonesia
2
0
2
96
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
Setiap era/jaman pengaruh teknologi pasti ada saja. Dulu mungkin jamanku kecanduan nonton tv. Tapi aku dulu reward nonton tv itu malem minggu bebas begadang. Hari minggu puas²in nonton kartun. Tapi teknologi sekarang susah dibendung
akun hewan | tapi bukan@akunhewan

di grup watsap orang tua pd sambat dg kondisi anak2nya yg punya kemampuan kognitif rendah. ada yg menyebut penyebabnya adalah kurikulum pendidikan kita, ada yg bilang gara-gara kecanduan gadget. om & tante yg punya anak/ponakan, merasa relate gak dg problem ini? ada opini? 😁

Indonesia
0
0
0
33
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@akunhewan @MenorehMan252 Informasi penting kekubur dalam-dalam, gurunya harus recall terus. Capeklah 1topik aku minimal 4-6pertemuan (matematika) nyentuh 70% murid paham
Indonesia
1
0
4
452
Dua Dwi
Dua Dwi@daffodil2727·
@akunhewan @MenorehMan252 Tren tiktok, tiba² asbun hidup jokow*, kicau kicau dll. Gak mindfull, badan di kelas tapi pikirannya kemana-mana. Kepala anak terlalu penuh informasi
Indonesia
1
0
8
562
akun hewan | tapi bukan
@MenorehMan252 selama pengalaman mengajar, kalo pas belajar mereka biasanya kedistract sama apa bang? menyimak tapi susah ingat, atau gimana? 🤔
Indonesia
2
0
2
2.1K
Dua Dwi retweetledi
Lisa
Lisa@elisabetguwanto·
yang mau mulai commonplace journal, coba nonton video ini deh! commonplace journal: notebook khusus untuk menyimpan informasi eksternal (quotes, ideas, potongan isi buku/film, hasil observasi, dll) yang relevan untuk kita. link videonya di post selanjutnya yaa 👇
Lisa tweet media
Indonesia
3
105
565
10.9K