Call Me Ngkong Roses🌹@NgkongRoses
Setelah viral cerdas cermat, ada lagi ketidakprofesionalan penyelenggara acara.
voktis.id Gelaran kompetisi akademis yang diselenggarakan oleh lembaga Bina Sains Indonesia di Kota Pekanbaru menuai protes keras dan sorotan tajam dari para orang tua murid. Acara yang seharusnya menjadi wadah apresiasi prestasi anak tersebut justru berujung kekecewaan mendalam akibat manajemen panitia yang dinilai kacau balau, tidak profesional, dan penuh kejanggalan.
Peristiwa bermula saat sesi pengumuman pemenang untuk salah satu bidang studi. Berdasarkan keterangan salah satu orang tua wali murid, anaknya awalnya dipanggil secara resmi oleh panitia sebagai Juara 1, disusul rekannya sebagai Juara 2, dan perwakilan sekolah lain sebagai Juara 3. Peringkat dan foto wajah para pemenang tersebut bahkan sudah ditayangkan secara jelas di layar digital utama aula. Namun, drama dan kekacauan terjadi saat prosesi penyerahan medali dan piala dimulai.
Dianulir Mendadak di Depan Umum Saat piala hendak diserahkan kepada sang Juara 1, Master of Ceremony (MC)-yang diketahui merupakan seorang dosen sekaligus pemilik (owner) dari Bina Sains Indonesia-secara mendadak dan sepihak membatalkan status juara anak tersebut di atas panggung.
Secara sepihak, MC mengumumkan bahwa sang anak digeser menjadi Juara 4, yang berarti tidak berhak mendapatkan medali maupun piala. Di saat yang sama, posisi juara di bawahnya langsung diacak kembali di depan para penonton: rekan sang anak digeser menjadi Juara 2, perwakilan sekolah lain yang awalnya Juara 3 diubah statusnya, dan posisi Juara 3 yang baru tiba-tiba diberikan kepada anak lain yang saat itu tengah duduk di bangku penonton.
Akibat penganuliran sepihak di depan publik tersebut, mental sang anak seketika jatuh (down). Kecewa dan syok, anak tersebut langsung turun dari podium kompetisi dan memilih keluar dari ruangan aula.
"Entah perlombaan macam apa ini. Tidak ada persiapan dan kacau balau," ungkap orang tua korban dengan nada kecewa mendalam.
:sharayoung_28 less