ꦢꦤꦂ

1K posts

ꦢꦤꦂ banner
ꦢꦤꦂ

ꦢꦤꦂ

@danarnash__

Bukan semua yg putih itu lemak, dan bukan segala yg hitam itu arang.

Yogyakarta — Indonesia Katılım Ocak 2012
285 Takip Edilen201 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Ketika hidup sudah merasa puas, disitulah perkembangan hidupmu terhenti. ~Danni Abdurrahman~
Darma, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
0
Inisial RF 🇵🇸
Inisial RF 🇵🇸@thoriqatuna·
Acara pemberitaan sampah kaya gini emang cara yg paling mudah dan murah. Beritanya dibangun tanpa observasi, riset, wawancara, lalu membuat kesimpulan sesuai yg ada di tempurung kepala mereka. Fuck the TRANS 7. They're not journalists. They're the propaganda arm. #BOIKOTTRANS7
Indonesia
1.1K
908
3.9K
1.5M
sosmed keras
sosmed keras@sosmedkeras·
Lagi nyantai sama para admin bumi
sosmed keras tweet media
Indonesia
54
568
4.2K
178.6K
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Begitu 'ngoyo' ngejar sebuah posisi. Sampe lupa memantaskan diri untuk di posisi itu.
Indonesia
0
0
0
355
ꦢꦤꦂ retweetledi
ikhwānuddīn 🔍
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin·
“aku benci pelajaran Matematika to the bone”
Indonesia
161
1.6K
5.9K
702.1K
ꦢꦤꦂ retweetledi
Sam Ardi
Sam Ardi@Sam_Ardi·
Ransomware dalam semenit
Indonesia
132
1.7K
4.5K
360.8K
ꦢꦤꦂ retweetledi
bolokotono
bolokotono@Androngehe·
@Heraloebss Bikinkan undang-undang yang mengatur anak-anak sampah demografi begini dijadikan tumbal pesugihan saja. Uangnya buat bayar hutang pemerintah.
Indonesia
42
229
1.5K
80.1K
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Paus ingin hidup di hutan, apakah hutan harus berubah jadi laut?
Indonesia
0
0
0
88
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Pemikiran yang kritis untuk memanjakan rasa malas 😄
Indonesia
0
0
0
81
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
@NarasiNewsroom Katanya 'OKNUM', tapi banyak kesamaan ya disemua daerah, resor maupun sektor. Kan jadinya ciri khas 😂
Indonesia
0
1
0
72
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Jadi korban KDRT, berulang kali lapor ke polisi enggak digubris katanya gak ada uangnya, setelah dikasih uang ternyata enggak diproses juga. Sekarang semuanya terlambat. Mega Suryani telah meregang nyawa di tangan suaminya sendiri. Sebuah utas.
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
585
2.2K
5K
664.3K
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Tidaklah sama antara istiqomah dengan tidak berkembang.
Indonesia
0
0
0
69
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Pantes puluhan tahun ga ada perubahan.
ꦢꦤꦂ tweet media
Indonesia
0
0
0
82
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Berpengetahuan secara luas, agar tidak "ditakuti" oleh ketidaktahuan secara konyol
Indonesia
0
0
0
45
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Ini foto banyak saksinya. Ketika orang Solo pertama kali datang ke Jakarta. Betapa si baju putih yang ngajari pidato, ngajari bagaimana pakai baju yang pantas, bagaimana menghadapi audiens, menghadapi orang-orang Jakarta terutama orang-orang Jaksel yang yaaa...gitu deh kalau lihatin orang kan from top to toe. Sampai akhirnya, somehow dia jadi orang nomor satu. Seharusnya, 11 tahun kemudian, giliran si baju kotak-kotak seharusnya mensupport si baju putih, yang telah banyak sekali jasanya kepada dia. Etapi nih tapi Sebetulnya mas @aniesbaswedan kok senasib ya sama saya waktu itu? Sama-sama ketipu wajah polos penampilan ndeso ygy?
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
1.6K
1.6K
5.2K
512.4K
#AyoMoveOn2024
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah·
Kira2 doi lagi apa ya? (Yg nebak benar difollow) 😀😀😀
#AyoMoveOn2024 tweet media
Indonesia
1.8K
58
955
181.9K
ꦢꦤꦂ
ꦢꦤꦂ@danarnash__·
Tolak ukur berpendidikan salah satunya pola pikir logis dan objektif.
KakekHalal@KakekHalal

Anies Tidak Fair Oleh : Tuan Guru Bajang Saya menyimak pidato bakal calon presiden Bapak Anies Rasyid Baswedan semalam. Pidatonya menarik, satu hal dari pidato tersebut beliau mengkoparasi pembangunan jalan tidak berbayar pada masa Presiden SBY dengan masa Presiden Jokowi. Beliau sampaikan bahwa pada masa Presiden SBY 10 tahun itu, beliau membangun 144.000 jalan non tol mulai jalan provinsi, jalan nasional, dan jalan kabupaten kota. Jauh lebih tinggi dibanding pencapaian Presiden Jokowi selama 9 tahun yaitu hanya 19.000 kilometer. Beliau sampaikan perbandingan tujuh setengah kali lipat pada masa Pak SBY lebih banyak dibanding dengan masa Pak Jokowi. Menyimak pidato ini saya punya satu catatan bahwa Mas Anies Rasyid Baswedan tidak menyebut, atau melupakan. Saya tidak tahu ini sengaja atau tidak sengaja, mestinya sebagai seorang calon presiden memaparkan secara utuh. Beliau tidak menyebutkan tentang jalan desa yang terbangun pada masa Presiden Jokowi pada masa 9 tahun sampai akhir 2022 itu ada lebih dari 316.000 KM jalan desa yang dibangun oleh Presiden Jokowi. Kita tahu kalau bicara tentang mengurangi kesenjangan masyarakat, tentang mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia salah satu instrumennya adalah meningkatkan kemakmuran di tingkat desa, dan meningkatkan kemakmuran di tingkat desa itu artinya mempercepat aktivitas ekonomi, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperbesar porsi ekonomi yang diperoleh oleh masyarakat desa. Salah satu strateginya adalah dengan mengurangi biaya logistik, memperlancar arus barang dan jasa produksi-produksi petani kita, padi, kedelai, sapi dan segala macam yang diproduksi di tingkat desa itu harus dapat diakses dengan mudah, harus memiliki sarana logistik yang baik. Karena itu pembangunan atau jalan desa itu memegang peranan yang sangat penting untuk menghadirkan kehadiran sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengurangi ketimpangan antara desa dan kota. Jadi Mas Anies sebenarnya kalau fair apa adanya beliau seharusnya menyebutkan bahwa pada masa Presiden Jokowi dan lebih dari 316.000 kilometer jalan biasa yang tidak terbangun pada masa sebelumnya. Belum lagi kalau kita bicara infrastruktur lain di tingkat desa ada lebih dari satu setengah juta meter jembatan tingkat desa, ada lebih dari 500.000 unit air bersih, ada 42.000 lebih Posyandu, dan beragam infrastruktur di tingkat desa yang menjadi konsep dari bapak Presiden Jokowi selama 9 tahun pembangunan. Dengan demikian kalau kita menyampaikan data secara utuh pembangunan jalan tidak berdaya pada masa Presiden Jokowi mulai jalan nasional, Jalan provinsi, jalan kabupaten kota, dan jalan desa maka angkanya adalah sekitar 340.000 KM jauh di atas pembangunan jalan tidak berbayar pada era sebelumnya. Terima kasih itu catatan saya, terima kasih kepada Mas Anies Baswedan yang sudah menarik gagasan kontestasi kepemimpinan menuju kepada kontestasi gagasan. Hanya mohon data-data disampaikan secara utuh jangan setengah-setengah.

Indonesia
0
0
0
71