Awal mula war antara SEAblings vs Netizen Korea (Knetz)
▪︎ Di Malaysia lagi ada konser salah satu artis korea. DI dunia perkpopan ada yg namanya fansite. (Fans yang biasanya motoin idol korea entah itu konser, fansign/aktivitas lain terus di post)
▪︎Di konser itu banyak fansite dr korea yg ikut ke konser Malaysia. Karena mereka make kamera professional, udh besar diangkat tinggi² pula kameranya, jadi menghalangi penglihatan fans lain
▪︎ Coba ditegur tapi ga mempan. Selain itu, sebenernya hal kaya gitu melanggar rules
▪︎ Berujunng Knetz ga terima, tapi mereka malah rasis sama orang² asia tenggara. Ngatain miskin, kulit gelap, wajah kaya hewan, dll. Bergabunglah SEAblings menjadi satu kesatuan vs Knetz
▪︎Knetz balesnya make bahasa korea terus, disuruhlah pake bahasa inggris sama orang² kita. Tapi dia malah bilang "ngapain make bahasa inggris. gw mah bangga sama bahasa sendiri. Ga kaya kalian yang bangga komunikasi pake bahasa negara yg udah menjajah kalian"
Akhirnya munculah beberapa tweet legend asbunan netizen² indo ini wkwkwk
Pah kak kangen pah...
Pah ada ya orang jahat ya sama papah...kak dendam sama orang yang udah bunuh papah...pelakunya belum ketemu pah sampe skrg pah...kak dendam pah sama pelakunya dan kak ga tau caranya buat nangkepin pelaku ini pah..semoga dengan cara ini pelakunya bs ktngkp🥹
Pak Tom Lembong makin pinggir jurang nih 🙂
Kutukan periode kedua, ketika terpilih kembali muncullah perasaan ini peluang terakhir untuk menguangkan kekuasaan.
Nah ini minggu lalu bot-bot meng-quote-tweet postingan saya berulang-ulang.
Penasaran, saya ambil 10 sampel akun bot tersebut:
@aatmuriyani, @JainalDawi, @Sitibadriahhh3, @Jokodimss, @aabdulrohimmm68, @heni_asmara6, @elisuwarsih, @iintansare, @AsepSugiwantara, @SitiRopeah_8. Saya jalankan seminggu.
Dari peta SNA, selain saya ternyata banyak lagi akun lain yang diamplifikasi menggunakan reply dan QT antara lain @PartaiSocmed, @bengkeldodo, @info_beragam, dll. Satu akun merespon berkali-kali ke postingan yang mereka target, yang narasinya menguntungkan.
Dari daftar mention ditemukan bahwa, panggilan yg sering digunakan oleh bot-bot ini adalah Wan Abud, Yohanes, Cak Duren. Panggilan khas ini sering digunakan oleh pendukung salah satu paslon untuk menyerang paslon lain.