Bergidik raga pada jiwa2 yang teguh semangatnya.
Menyatukan kuning, hijau, biru, menjadi MERAHPUTIH.
Tumbangkan RUUnya, taringkan nyali!
Saya yang bukan lagi mahasiswa, menaruh kaki yang sama pada pijakan #HidupMahasiswa
Untuk yang membara gagasnya memercik orasi.
Bekal akal tanpa senjata gas air mata.
Buktikan isi kepala tak sebesar kacang tanah spt yang bersemayam di dalam istana.
Untuk yang sedang bergelora juangnya.
Yang berkobar tekadnya.
Bergerak meninggikan yang saat ini terinjak2: -keadilan.
Yang nyaris padam pijarnya, yang jauh suarnya.
Terkadang pada akhirnya mencintai seseorang hanya butuh melepaskan.
Untukmu tiada yang lebih mau dari bebas, terhindar dari jerat perasaanku. Yang utuh, yang dalam, yang luas, lalu hancur, kemudian hilang..
Sia2 diguyur hujan, luntang lantung menunggu tikad.
Memang lantaran kosong isinya: -“rasa dan pikiranmu.”
Selamat untuk yang bengis, cintaku telah mati.