daripeh

109 posts

daripeh banner
daripeh

daripeh

@daripeh

berjalan-jalan disemua yang ada | melihat-lihat | berbagi info untuk menambah wawasan dan pengetahuan

Katılım Temmuz 2026
225 Takip Edilen397 Takipçiler
daripeh
daripeh@daripeh·
@guekimmy tapi dua-duanya sama aja, sama-sama butuh rasa aman untuk bisa menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.
Indonesia
0
0
0
18
kimmy
kimmy@guekimmy·
di umur segini, ternyata yang paling susah bukan cari pasangan. tapi cari lingkungan yang bikin kita gak capek jadi diri sendiri... ((boong deng, dua duanya😃))
Indonesia
5
0
2
94
daripeh
daripeh@daripeh·
@kucingmerdu banyak sih sebenernya, mungkin salah satunya literasi emosi, banyak orang diajari cara menyelesaikan soal, tapi tidak diajari cara memahami rasa cemas, menghadapi penolakan, atau mengelola stres
Indonesia
1
0
1
51
Rev
Rev@kucingmerdu·
Semakin dipikir-pikir, sekolah menghabiskan belasan tahun mengajarkan kita rumus, teori, dan hafalan. Tapi hampir tidak pernah mengajarkan cara mengatur uang, menghadapi penolakan, menjaga kesehatan mental, membangun relasi, atau mencari pekerjaan. Padahal setelah lulus, justru hal-hal itu yang paling sering kita hadapi. Kalau kamu boleh menambahkan satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah, itu apa?
Indonesia
1
0
2
51
daripeh
daripeh@daripeh·
@mamad_kuncoro setuju, dengan mindset ini hidup kita jauh lebih tenang
Indonesia
0
0
0
41
mamad kuncoro
mamad kuncoro@mamad_kuncoro·
@daripeh Kita tidak bisa mengendalikan apa2 yg asalnya dari luar diri kita, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana diri kita meresponsnya.
Indonesia
1
0
0
46
daripeh
daripeh@daripeh·
@wnars_ betul kak, demi menjaga kewarasan kita. semoga kita semua makin berani jaga batasan masing-masing
Indonesia
0
0
2
30
Win
Win@wnars_·
@daripeh Menjaga diri sendiri bukan berarti egois. Kadang memang perlu belajar bilang "nggak" demi kesehatan diri. Btw thanks kak 🫶🏻
Indonesia
1
0
0
46
daripeh
daripeh@daripeh·
Kalau kamu perempuan, saatnya berhenti jadi people pleaser. Belajarlah tidak takut disebut: egois, males, atau kasar. Jadi keset itu bukan kebajikan. Semakin kamu selalu bilang “iya”, semakin orang terbiasa memanfaatkan kebaikanmu. Bukan menghargainya. Kenyataan yang pahit: Kamu tidak akan pernah cukup baik atau cukup rela berkorban. Dan orang jarang se bersyukur seperti yang kamu harapkan. Banyak yang melihat kepedulianmu sebagai sesuatu yang bisa dieksploitasi, bukan sesuatu yang harus dibalas. Praktiknya sederhana: • Biasakan bilang “tidak” tanpa penjelasan panjang. • Kalau sudah lelah, izinkan dirimu terlihat “cuek”. • Jangan takut orang kecewa. Kecewa mereka bukan tanggung jawabmu. Semakin kamu takut disebut jahat, semakin mudah orang mengendalikanmu dengan rasa bersalah. Lebih baik sesekali dianggap “kurang baik”, daripada terus dikuras.
Indonesia
2
9
25
1.1K
daripeh
daripeh@daripeh·
@IgIndi_ bener, dunia gak selalu jahat, tapi orang-orang yang cuma dateng pas butuh doang yang bikin kita ngerasa kayak gitu.
Indonesia
1
0
1
28
indi
indi@IgIndi_·
dibilang dunia jahat? belum sih. kmu baru beneran ngerasain pahitnya dunia pas disayang cuma pas ada butuhnya, dicari cuma pas kmu jadi opsi terakhir, sama dimanfaatin abis-abisan cuma gara-gara kmu tipe orang yang "ya sudahlah" dan ga bisa ngamuk. itu baru level akhir sakitnya.
Indonesia
5
3
15
366
daripeh
daripeh@daripeh·
@icukprayogi ada benarnya, asal bukan untuk merendahkan diri
Indonesia
1
0
1
24
dosen linguistik biasa
dosen linguistik biasa@icukprayogi·
Selalu merasa nggak penting sangatlah penting ... agar tetap waras menjalani kehidupan. Demikian nasehat dosen cowok yg sering dikira masih mahasiswa.
Indonesia
2
0
2
61
daripeh
daripeh@daripeh·
@Marlotalks secara tidak langsung iya, hasil dari pengalaman masa lalu yang berulang kali
Indonesia
0
0
1
59
Marlo.
Marlo.@Marlotalks·
@daripeh Berarti secara tidak langsung, people pleaser adalah produk dari banyak penolakan ya?
Indonesia
1
0
0
57
daripeh
daripeh@daripeh·
People pleasing kronis itu bukan sifat baik. Menurut psikologi, itu trauma response. Bukan karena kamu memang baik hati, tapi karena di masa lalu kamu belajar: jadi diri sendiri = ditolak. Otakmu menciptakan mekanisme bertahan hidup: “Kalau aku selalu menyenangkan orang, aku akan aman dan diterima.” Makanya kamu otomatis bilang iya, meski sebenarnya tidak mau. Bukan karena mulia, tapi karena takut ditolak. Masalahnya, cara ini sudah tidak relevan lagi. Yang dulu melindungi kamu, sekarang justru menguras energi dan menghilangkan jati diri. Kamu jadi sulit membedakan: mana keinginanmu sendiri, mana keinginan orang lain. Cara mulai lepas: Setiap kali mau otomatis bilang “iya”, berhenti sejenak dan tanya: “Kalau aku tidak takut ditolak atau dianggap jahat, apakah aku tetap mau melakukan ini?” Kalau jawabannya tidak, latihan bilang tidak — meski canggung. Ingat: Kebaikan yang lahir dari rasa takut bukan kebaikan sejati. Kebaikan sejati datang dari pilihan, bukan dari kebutuhan untuk merasa aman.
Indonesia
1
5
20
1.3K
daripeh
daripeh@daripeh·
@itsrealarin aamiin, kadang Allah ambil sesuatu biar kita sadar, tapi Ia juga bisa kasih yang jauh lebih indah di waktu yang tepat.
Indonesia
1
0
1
24
a-rin.a
a-rin.a@itsrealarin·
Friendly reminder🌱 Kalau hari ini Allah bisa ambil sesuatu yang kamu ga nyangka bakal hilang maka (mungkin besok) Allah juga bisa memberikan sesuatu yang kamu ga pernah sangka bakal memilikinya. Untuk siapapun yang sedang diberi ujian kehidupan, tetap sabar dan semangat. 🤍
Indonesia
4
0
25
345
daripeh
daripeh@daripeh·
@Zeefx77 betul, dan hasilnya biasanya malah lebih bagus kalau kita gak terlalu mikirin
Indonesia
0
0
2
169
ZeeFx
ZeeFx@Zeefx77·
@daripeh Yes hasil gak pernah ada yang tau, makanya kita perlu fokus ke movement aja dulu 👍
Indonesia
1
0
1
230
daripeh
daripeh@daripeh·
@Srney2o @bbarbiena menurutku perusahaan seharusnya lebih terbuka buat fresh grad dengan program training atau probation yang lebih manusiawi
Indonesia
0
0
0
13
Serene
Serene@Srney2o·
@bbarbiena Fresh graduate sekarang dituntut punya pengalaman, portofolio, sertifikasi, dan siap kerja dari hari pertama. Pertanyaannya, kalau semua perusahaan maunya yang sudah berpengalaman, siapa yang mau ngasih kesempatan buat mulai?
Indonesia
1
0
0
8
biena
biena@bbarbiena·
loker di indo itu sejahat ini: - minimal pengalaman kerja 1-2 tahun - kalo gada, minimal pengalaman magang 1 tahun - kalo gada juga, minimal sertifikasi (sertifikasi bisa 200-jutaan rupiah tergantung ambil pendidikan apa) kalo gada juga, minim peluangnya bisa keterima kerja. kalopun keterima, gaji kita udah pasti ditawarin di bawah umr. mungkin ini lebih relate sama mahasiswa yang lulusan dari PTN ya, karena klo Swasta biasanya mereka ada kelas khusus buat bangun jenjang karirnya (cmiiw), dan itu semua karena apa? karena duit swasta MAHAL BANGET ga kaya masuk PTN. udah kebayang kan kita tuh emang gada harganya di negara sendiri?
amora 💌@soraipena

suara hati WNI

Indonesia
64
552
2.7K
44.6K
daripeh
daripeh@daripeh·
@kaaviiy betul sekali, lingkungan yang suka ngejudge pas lagi proses, beda banget sama yang supportive kayak gini
Indonesia
0
0
0
8
daripeh
daripeh@daripeh·
@Marlotalks insight yang bagus, banyak yang terjebak sama cerita outlier kayak gini. kadang kita butuh 'cadangan' seperti gelar untuk menghadapi realita yang gak selalu sesuai rencana.
Indonesia
1
0
1
96
Marlo.
Marlo.@Marlotalks·
Dulu, pas baru lulus SMA, aku hampir aja nggak kuliah. Argumenku waktu itu simpel banget: “Ngapain kuliah? Mark Zuckerberg aja drop out dan sukses besar.” Apalagi saat itu aku sudah punya usaha sendiri. Penghasilan di atas UMR, bisa nabung lumayan. Rasanya sudah mapan, buat apa repot-repot kuliah? Orang tua ngotot. Biayanya berat buat keluarga, tapi mereka tetap memaksa demi masa depanku. Akhirnya aku nurut, murni karena permohonan ibuku. Bukan karena aku percaya kuliah itu penting. Dan sekarang aku baru sadar, apa yang aku alamin waktu itu ada namanya: survivorship bias Apa itu? Sini aku jelasin. Bayangkan Perang Dunia 2. Militer Amerika mau pasang lapisan besi di pesawat tempur. Tapi nggak bisa di semua bagian, takut terlalu berat. Mereka lalu mengamati pesawat-pesawat yang berhasil pulang dari pertempuran. Bagian mana yang paling banyak bolong kena peluru? Awalnya mereka mau perkuat di situ. Padahal itu salah besar. Pesawat yang mereka lihat hanyalah yang selamat. Jadi bagian yang bolong-bolong justru bagian yang aman, pesawat masih bisa terbang meski kena tembak berkali-kali. Yang benar-benar mematikan adalah bagian yang tidak pernah bolong. Karena pesawat yang kena di situ langsung jatuh dan tak pernah kembali. Kita hanya belajar dari survivor. Padahal yang mati membawa pelajaran paling berharga. Persis yang terjadi sama aku dulu. Aku hanya melihat cerita “yang selamat” tanpa kuliah: Zuckerberg, Bill Gates, dan segelintir orang sukses lainnya. Aku hampir tidak pernah melihat ribuan orang lain yang juga nggak kuliah, lalu hidupnya biasa-biasa saja atau bahkan berat. Cerita sukses tanpa gelar memang langka, dramatis, dan gampang viral. Sementara cerita “nggak kuliah, hasilnya biasa saja” hampir tidak pernah muncul. Untungnya aku tetap kuliah. Karena tidak lama setelah itu, usahaku bangkrut total. Kalau waktu itu aku keras kepala, hanya modal semangat dan usaha yang sedang jalan, mungkin sekarang aku sedang kelimpungan tanpa cadangan apa-apa. Bukan berarti kuliah adalah satu-satunya jalan sukses ya.. Tapi mengambil keputusan besar hanya berdasarkan cerita segelintir orang yang “selamat”, itu jebakan berpikir paling berbahaya.
Marlo. tweet media
Indonesia
12
1
26
1.8K
daripeh
daripeh@daripeh·
@jurnal_riani aku setuju, yang bikin seseorang alim itu ilmunya dan pengamalannya, bukan cuma rajin sholat
Indonesia
1
0
1
43
daripeh
daripeh@daripeh·
@miamorjun wah bete ya kak… biasanya pagi-pagi paling enak jalan-jalan
Indonesia
1
0
0
14
nesi
nesi@miamorjun·
pagi ini ak di rumah ajaa, maw keluar ga bolehin😣
Indonesia
11
0
8
367
daripeh
daripeh@daripeh·
@hsumantri00 kembali kasih. sederhana tapi butuh konsistensi. terus semangat ya
Indonesia
1
0
0
753
daripeh
daripeh@daripeh·
Tanpa menggunakan obat... apa senjata paling kuat melawan kecemasan dan depresi? Bukan motivasi. Bukan affirmasi. Bukan “pikir positif”. Tapi tiga hal ini: 1. Olahraga teratur Gerak dulu, baru mood ikut. Bukan sebaliknya. 30–45 menit, 4–5 kali seminggu sudah cukup untuk banyak orang. Jalan cepat, lari, angkat beban, sepeda — pilih yang paling mungkin kamu lakukan konsisten. 2. Tidur yang dijaga Kalau tidur berantakan, semua usaha lain jadi jauh lebih berat. Ini bukan pelengkap. Ini fondasi. 3. Berhenti menghindar Depresi dan cemas suka bilang “nanti saja”. Lawan itu. Lakukan 1 hal kecil yang biasanya kamu tunda karena tidak ada mood. Setiap hari. Ringkasnya: Gerak. Tidur. Jangan kabur dari tugas kecil. Konsisten lebih penting daripada sempurna. Mulai dari yang paling mudah hari ini.
Indonesia
3
152
606
14.4K
daripeh
daripeh@daripeh·
@catatanberdaya betul banget ini. kadang malah bikin capek mental kalau terus ikutin timeline orang lain. fokus ke target sendiri jauh lebih penting.
Indonesia
0
0
0
11
Growing Daily
Growing Daily@catatanberdaya·
Ada fase di mana kita sadar: tidak semua update harus diketahui, tidak semua cerita harus diikuti. Fokus ke target sendiri, bukan timeline orang lain. #GrowingDaily
Indonesia
3
0
3
139
daripeh
daripeh@daripeh·
@hokitervs aamiin ya Allah 🤲 semoga hari ini segala urusan kita dilancarkan dan dimudahkan. barakallah
Indonesia
0
0
1
25
JBX
JBX@hokitervs·
bismillahirrahmanirrahim hari ini segala urusan kita dilancarkan.aamiin
Indonesia
1
0
1
24