scøusê

5K posts

scøusê banner
scøusê

scøusê

@davGbas

Keep calm, Because Youll Never Walk Alone !!

west batavia Katılım Ocak 2014
80 Takip Edilen65 Takipçiler
scøusê
scøusê@davGbas·
@id_lgk dan tolol nya momen chelsea yg lg bgini nnt malah pool yg kalah .
Indonesia
0
0
0
625
Liverpool - LGK
Liverpool - LGK@id_lgk·
Chelsea telah menelan 5x kekalahan beruntun di liga Kalian tau siapa lawan mereka selanjutnya? Selamat untuk Chelsea yang akan memecah rentetan buruk
Liverpool - LGK tweet media
Indonesia
18
9
133
8.6K
Jalan Arsenal
Jalan Arsenal@JalanArsenal·
Tampaknya banyak fans Liverpool mulai menyadari kalau Arne Slot bukan manager elit. I told you so. Liverpool juara musim lalu lebih banyak faktor eksternal drpd kehebatan Slot. Kalau saja Klopp memiliki keberuntungan seperti yg Slot dapatkan musim lalu, ia akan juara liga 3-4x
Indonesia
24
6
53
8.4K
Pos Ronda Anfield
Pos Ronda Anfield@PosRondaAnfield·
Kedua tim sama-sama berada di tengah winning streak 2 laga beruntun, tapi derby adalah derby. Persetan dengan form, ini adalah soal siapa yang lebih ingin menang. Dan sayangnya, salah satu pemain yang sangat paham ini, Mo Salah, sedang mengalami cedera.
Pos Ronda Anfield tweet media
Indonesia
5
1
22
1K
scøusê retweetledi
LFC ID
LFC ID@LFC_ID·
Otak overthinking gue abis nonton full video interview Gerrard & Mo ini, ada semacam kekhawatiran dari bbrp kalimat Mo. Barangkali klean yg udah nonton punya feel yg sama ... Interview ini, menurut gue nih, kek versi yang jauh lebih elegant dari outburst nya dia akhir tahun lalu. >>> Tentang gimana Klopp handle pemain. Ini kek clue situasi dressing room sekarang. Kata dia, Klopp ga perlu ngomong banyak, pemain udah tau harus fight kek mana. >>> I'm happy that I'm leaving now. Ditutup dengan It's time to leave Kek dia udah muak banget dengan situasi klub sekarang >>> Pas ditanya situasi dressing room, Mo jawab dengan elegan bahwa bergantinya squad emang bikin bonding berubah juga. Tapi dia bilang smoga pemain yg ada (nanti) bisa pertahanin kek jaman Mo >>> Request dia buat nanti kasih apresiasi juga ke Hendo ini, kedengarannya biasa. Tapi ini kek seruan atas "kekecewaan" dia terhadap "kultur" manajemen yg mengesampingkan romantisme. Kek kalo ke pemain, kok B aja gitu. Padahal pemain jelas punya kontribusi besar terhadap kesuksesan klub. Hendo itu kapten lhoh mau gimana juga. Pas ngomongin hal ini, dia ke Gerrard jg bilang "Lo tau lah gimana seharusnya" Sebuah seruan, meski secara bisnis emang ada lah itu mengesampingkan romantisme, tapi ini Liverpool Football Club, gak gini adatnya. youtu.be/qhzPLzcqPLA?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
13
53
220
35.6K
Football Fandom
Football Fandom@FandomID_·
Kejadian Gerrard kepleset itu di pekan ke 36 Nah, di pekan 35, posisinya seperti ini City yg sempat kalah dr Liverpool, akhirnya bisa menyalip dan juara Salah satu what if besar di dekade lalu, andai Liverpool juara maka Gerrard punya medali Premier League What if apalagi yg kalian ingat dr Premier League?
Football Fandom tweet media
Football Fandom@FandomID_

Ternyata ini salah satu momen paling dikenang dari Steven Gerrard 😱😱😱 Ketika sy memantik obrolan tentang apa yang paling diingat dari seorang Steven Gerrard, ternyata banyak sekali yang menjawab tentang momen kepleset Tentu kalian masih ingat kan? atau kalau agak lupa-lupa, coba sy tuliskan lagi ya Jadi begini ceritanya Bisa dibilang Gerrard kepleset adalah salah satu momen paling ikonik sekaligus tragis dalam sejarah Liga Inggris Kejadian itu terjadi 27 April 2014 dalam laga Liverpool melawan Chelsea di Anfield. Liverpool saat itu berada di puncak klasemen dan sangat difavoritkan untuk menjuarai liga setelah puasa gelar selama 24 tahun. Laga di pekan ke 36 itu memang memberi tekanan bagi Liverpool, karena mereka dituntut untuk meraih hasil imbang atau menang agar tetap memegang kendali dalam perburuan gelar juara bersaing dengan Manchester City. Perjalanan berlangsung imbang sepanjang babak pertama hingga kemudian... Di masa injury time babak pertama, Steven Gerrard menerima umpan pendek dari Mamadou Sakho di area pertahanan sendiri. Bola yang tampak mudah untuk dikontrol, pressing pemain Chelsea juga tampak tidak terlalu ketat. Sayangnya, saat mencoba mengontrol bola, Gerrard kehilangan keseimbangan dan terpeleset. Demba Ba yang ada di dekatnya langsung menyambar bola liar tersebut, berlari bebas ke arah gawang, dan langsung berhadapan 1v1 dengan kiper. Dengan mudah dia mencetak gol ke gawang Simon Mignolet. Gol itu sebenarnya masih sangat mungkin dikejar. Masih ada cukup waktu. Namun, mungkin gol tersebut memberi tekanan psikologis bagi Gerrard yang berdampak kepada rekan-rekannya. Mereka gagal membalas, bahkan Willian bisa mencetak gol kedua jelang akhir laga. Kalian nonton laga ini ga dulu? Saya inget banget ini nobar bareng teman-teman hehe Biar kalian inget, videonya ada di bawah yaaa

Indonesia
72
76
716
297K
scøusê retweetledi
LFC ID
LFC ID@LFC_ID·
Mo Salah pengen nanti pas game terakhir, fans juga kasih "tribute" khusus buat Hendo. Ga cuma buat dia. Dan Mo ini pinter banget manfaatin momen, ngomong begini ke Gerrard. Sosok yg disegani dan dikagumi fans dan juga jajaran manajemen.
Indonesia
6
67
354
13.3K
RisangP
RisangP@rsngprad·
Ayoo tebak ini alat apa? Yang ga bisa jawab berarti….
RisangP tweet media
Indonesia
2.1K
1.2K
13.2K
864.7K
scøusê
scøusê@davGbas·
@urbbyssst kalo ga ada pentil ya gabis dipompa ban nya
Indonesia
0
0
0
46
byyy.
byyy.@urbbyssst·
Kenapa cowo suka pentil?
Indonesia
8
0
22
1.7K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
Venezia resmi memastikan promosi ke Serie A musim depan! 🇮🇹 Jay Idzes ikut berikan apresiasi: "Kembali ke tempat seharusnya kalian berada 👏🏾👏🏾👏🏾" Venezia sudah dipastikan finsih di top 2. Saat ini Venezia memuncaki klasemen, masih ada sisa satu pertandingan (vs Palermo) untuk menentukan jadi juara Serie B musim ini.
FaktaBola tweet media
Indonesia
44
167
3K
226.4K
Obigran
Obigran@obigran·
@The_RedsIndo Antip murah,kirain ampir 50jt 🤣 Gakpo gak out juga,ganti barcola?
Indonesia
2
0
0
634
scøusê retweetledi
BalBalan
BalBalan@dikhawirya·
Steven Gerrard adalah definisi loyalitas dan kekuatan di lini tengah. Sebagai kapten abadi Liverpool, ia adalah pemain yang bisa memenangkan pertandingan sendirian lewat tendangan jarak jauhnya yang legendaris. Berikut adalah ringkasan kariernya yang ikonik: ​Steven Gerrard: Sang Kapten Fantastis ​Keajaiban Istanbul (2005): Momen paling ikonik dalam kariernya adalah memimpin Liverpool bangkit dari ketinggalan 0-3 melawan AC Milan di final Liga Champions. Sundulannya menjadi pemicu semangat hingga Liverpool juara lewat adu penalti. ​"The Gerrard Final" (2006): Final FA Cup melawan West Ham dikenal dengan namanya. Saat Liverpool hampir kalah, Gerrard mencetak gol tendangan jarak jauh yang spektakuler dari jarak 35 yard di menit-menit akhir untuk memaksakan perpanjangan waktu. ​Satu-satunya yang Mencetak Gol di 4 Final: Gerrard memegang rekor unik sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di final Liga Champions, final Piala UEFA (Liga Europa), final FA Cup, dan final League Cup. ​Tragedi "The Slip" (2014): Kisah pilunya terjadi saat melawan Chelsea, di mana ia terpeleset yang berujung pada hilangnya peluang Liverpool menjuarai Premier League. Ini adalah satu-satunya trofi mayor yang tidak pernah ia menangkan. ​Loyalitas Tanpa Batas: Meski sempat digoda oleh tawaran mewah dari Chelsea dan Real Madrid, Gerrard memilih bertahan di Liverpool selama 17 musim profesional karena cintanya pada klub kota kelahirannya. ​Fun Fact: Steven Gerrard adalah pemain yang paling sering masuk dalam PFA Team of the Year (Tim Terbaik Liga Inggris) sebanyak 8 kali, membuktikan konsistensinya sebagai gelandang elit selama satu dekade lebih.
BalBalan tweet media
Football Fandom@FandomID_

Legenda Liverpool yg akan terus kukenang Benar2 penggendong The Reds pada masanya Kesetiaannya tak perlu diragukan lagi Gol2nya berkelas dan ikonik bagi fans bola era 2000an The one and only, Steven Gerrard Apa yg km ingat ttg dirinya?

Indonesia
4
16
53
1.8K
Betakopites
Betakopites@BetaKopites·
Mohamed Salah dalam 9 Tahun di Liverpool. Mana musim terbaik Mo Salah menurut kalian?
Betakopites tweet media
Indonesia
45
44
483
24K
Betakopites
Betakopites@BetaKopites·
Besok minggu kalian nobar dimana?
Indonesia
5
0
1
1.3K
scøusê
scøusê@davGbas·
@nobitaro gue kiri tuh, dr bocil diajarin yg kiri
Indonesia
0
0
0
10
herwin
herwin@bangherwin·
Prabowo: MBG bermanfaat atau tidak? Buruh: Tidaaaaaaakkk! Gue: 🤣🤌
Indonesia
3.5K
43.1K
116.7K
4.5M
scøusê
scøusê@davGbas·
@dikhawirya si gondrong tampan . jersey nameset pertama ogut wktu bocil 🔥
Indonesia
1
0
1
121
scøusê retweetledi
BalBalan
BalBalan@dikhawirya·
Patrik Berger adalah definisi nyata dari "pahlawan kultus" (cult hero) sepak bola era 90-an. Dengan rambut gondrong khas bando, wajah bak bintang rock, dan kaki kiri yang bagaikan meriam, ia adalah idola publik Anfield yang ironisnya karena tertutup sinar kebintangan rekan setimnya jarang mendapat panggung utama yang layak ia terima. ​Berikut adalah deretan fun facts dan kisah ikonik dari karier sang gelandang asal Republik Ceko ini: ​1. Meledak di Euro 1996, Dibajak Liverpool ​Dunia mulai melirik Berger setelah ia tampil luar biasa membawa Republik Ceko ke final Euro 1996. Ia bahkan mencetak gol penalti di partai final melawan Jerman (meski akhirnya Ceko kalah oleh Golden Goal Oliver Bierhoff). Penampilan heroik ini membuat pelatih Liverpool saat itu, Roy Evans, langsung membelinya dari Borussia Dortmund seharga £3,25 juta sebuah keputusan yang langsung membuahkan hasil instan. ​2. Debut Impresif dan "Meriam" Kaki Kiri ​Berbeda dengan pemain yang butuh adaptasi, Berger langsung mengamuk di Premier League. Di bulan pertamanya (September 1996), ia mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan beruntun (dua gol melawan Leicester City dan dua gol ke gawang Chelsea). Ciri khas utamanya lahir di sini: tendangan jarak jauh kaki kiri yang sangat keras dan lurus, sering kali dari luar kotak penalti, tanpa banyak lengkungan tapi murni mengandalkan kekuatan destruktif. ​3. Terjebak di Era "Spice Boys" ​Berger tiba di Liverpool tepat saat budaya pop dan sepak bola melebur di era "Spice Boys". Ruang ganti Liverpool didominasi oleh pemain lokal Inggris yang flamboyan dan sangat populer di media: Robbie Fowler, Steve McManaman, Jamie Redknapp, dan Stan Collymore. Sebagai pemain Eropa Timur yang lebih pendiam dan profesional, kebintangan Berger secara natural tertutup oleh pesona dan sensasi rekan-rekan setimnya di luar lapangan. ​4. Assist Ikonik yang Terlupakan (FA Cup 2001) ​Kisah paling ikonik tentang bagaimana ia "hidup di bayang-bayang" terjadi di Final FA Cup 2001 melawan Arsenal. Saat Liverpool tertinggal dan waktu hampir habis, Berger masuk sebagai pemain pengganti. Di menit ke-88, Berger melepaskan umpan jarak jauh kaki kiri yang membelah pertahanan Arsenal dengan presisi kelas dunia. Bola itu jatuh tepat di jalur lari Michael Owen yang kemudian mencetak gol kemenangan dramatis. Seluruh dunia memuja kecepatan dan penyelesaian akhir Owen, sementara umpan jenius Berger sering terlupakan dari narasi sejarah. ​5. Kutukan Cedera Lutut ​Seperti banyak pemain kidal jenius lainnya, karier Berger di puncak sangat dipengaruhi oleh cedera. Cedera lutut parah mulai menghantuinya di awal tahun 2000-an. Saat ia cedera, posisinya di lini tengah Liverpool mulai direbut oleh bintang lokal baru yang sedang naik daun: Steven Gerrard. Cedera ini membuatnya kehilangan kecepatan dan menit bermain, hingga akhirnya ia pindah ke Portsmouth pada 2003.
BalBalan tweet media
BalBalan@dikhawirya

Robbie Fowler bukan hanya dikenal sebagai pencetak gol ulung dengan julukan "God" oleh fans Liverpool, tapi juga sebagai sosok yang tidak pernah melupakan akar kelas pekerjanya. ​Berikut adalah kisah ikonik saat Fowler menggunakan panggung sepak bola Eropa untuk menyuarakan isu kemanusiaan: ​1. Konteks: Mogok Kerja Buruh Pelabuhan Liverpool ​Pada pertengahan 1990-an, terjadi krisis besar di kota Liverpool. Sebanyak 500 buruh pelabuhan (dockers) dipecat secara sepihak setelah melakukan aksi mogok kerja untuk membela rekan mereka. Konflik ini berlangsung bertahun-tahun dan menjadi simbol perlawanan rakyat Liverpool terhadap ketidakadilan. ​2. Momen Ikonik: 20 Maret 1997 ​Dalam laga perempat final Cup Winners' Cup melawan klub Norwegia, Brann Bergen, Fowler mencetak gol kedua bagi Liverpool. Alih-alih melakukan selebrasi biasa, ia mengangkat jersey merahnya untuk memamerkan kaus dalam berwarna putih. ​Pesan di Kaus: Di kaus tersebut tertulis: "Support the 500 Sacked Dockers". ​Desain Cerdas: Ia menggunakan logo "cK" yang ikonik milik Calvin Klein, namun dimodifikasi menjadi tulisan "DoCKers". ​Aksi Spontan: Fowler melakukan ini sebagai bentuk solidaritas kepada para buruh di kampung halamannya yang sedang kesulitan ekonomi. ​3. Hukuman dari UEFA ​Sepak bola punya aturan ketat mengenai pesan politik di lapangan. UEFA tidak memandang bulu, meskipun aksi Fowler bersifat kemanusiaan dan solidaritas lokal. ​Denda: UEFA menjatuhkan denda sebesar 2.000 Franc Swiss (sekitar £900 pada saat itu) kepada Fowler. ​Alasan: UEFA menyatakan bahwa lapangan sepak bola bukanlah tempat untuk mempromosikan aksi politik atau serikat buruh. ​Fun Fact: Lebih dari Sekadar Striker ​Meski didenda, aksi ini justru membuat status Fowler sebagai legenda di mata warga Liverpool semakin tak tergoyahkan. Ia membuktikan bahwa dirinya adalah "Local Lad" yang peduli.

Indonesia
8
22
71
4.1K
Betakopites
Betakopites@BetaKopites·
Gak ada yang mau call out orang ini? Byon atau Rodtang gitu 😆
Indonesia
414
537
11.7K
3.1M
Cityzens Indonesia
Cityzens Indonesia@CityzensIDN·
Rekor mana yang sulit di pecahkan? 🤔
Cityzens Indonesia tweet media
Indonesia
160
82
1.2K
79.4K