rai ✶

22.9K posts

rai ✶ banner
rai ✶

rai ✶

@dbluunais

there’s no curse more twisted than love. ✧*✶☆⋆✦. *⋆⚝

personal content ! Katılım Eylül 2023
237 Takip Edilen15 Takipçiler
rai ✶ retweetledi
Aisa! ★
Aisa! ★@sorenavistha·
Selamat hari pendidikan nasional. ( @sorenavistha/pendidikan-harusnya-tak-menjadikan-miskin-sebagai-hukuman-ed25e5e8981f" target="_blank" rel="nofollow noopener">medium.com/@sorenavistha/… )
Aisa! ★ tweet mediaAisa! ★ tweet media
Indonesia
16
8.1K
18.7K
210.1K
rai ✶ retweetledi
Fiersa Besari
Fiersa Besari@FiersaBesari·
Negara dirusak secara sistematis, dan kita cuma bisa menonton
Indonesia
789
19K
45.6K
923.1K
rai ✶ retweetledi
Mohamad Fuad
Mohamad Fuad@_BangFu·
Ada donks. Karena gak ada di program 01 dan 03 bikin MBG Sampe sini faham nggak?
IndraS77@Indra77Sahaja

@_BangFu Emangnya ada jaminan klo 01 atau 03 yg menang, harga harga gak akan naik? 😏

Indonesia
219
14.9K
54.9K
974.3K
rai ✶ retweetledi
nana kopaja (deera)
nana kopaja (deera)@diraism·
indonesia panas bgt fakmen ini kita dihukum mother nature karena presidennya wowok
Indonesia
105
22.2K
61.3K
507.8K
rai ✶ retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Tri Wibowo, Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Meninggal
Indonesia
416
14.9K
55K
2M
rai ✶ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
420
20.8K
51.7K
1.4M
rai ✶
rai ✶@dbluunais·
wni stress
Indonesia
0
0
0
1
rai ✶ retweetledi
Saa
Saa@aarummanis·
kasus FHUI sampe go internasional btw
Saa tweet media
Indonesia
341
18.4K
93.5K
2M
rai ✶ retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
⚠️ KABAR PERLAWANAN! ⚠️ Karena pihak kubangan lumpur (SPPG) Kaliagung Sentolo, Kulon Progo, telah meracuni hingga DUA KALI para penerima manfaat di SD IT Budi Mulyo Sentolo, dan tak mengindahkan kesempatan yang diberikan oleh para guru, pada akhirnya, para guru memberikan PERLAWANAN BALIK, dengan cara memohon kepada Kepala SD IT Budi Mulyo, agar berkenan menutup PERMANEN penerimaan embege dari kubangan lumpur Kaliagung Sentolo. TIDAK BOLEH ADA YANG MERACUNI ANAK SEKOLAH HINGGA DUA KALI!! Tak mengindahkan kesempatan yang diberikan oleh para guru adalah bukti kuat, bahwa pihak kubangan lumpur cenderung cuek dan sama sekali tak serius membenahi keamanan pangannya. Dear espepege Kaliagung Sentolo, jangan kalian kira empati guru itu 0 seperti kalian, goblok. Guru itu orang tua kedua bagi anak-anak sekolah. Mereka pasti akan protektif kepada anak-anaknya. Sekali meracuni saja sudah cukup dikatakan sebagai biadab, maka tidak harus membiarkan hal itu terjadi lagi agar bisa dikatan absolut biadab. #SampaiMenang✊🏻
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
Indonesia
130
1.3K
3K
112.8K
rai ✶ retweetledi
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Bisa viral gak ini? Makin banyak warga sipil yang mati di tangan TNI.
Indonesia
194
11.2K
24.9K
585.6K
rai ✶
rai ✶@dbluunais·
halo warga
Indonesia
0
0
0
5
rai ✶ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Artis udah pada speak up Influencer juga udah akademisi juga udah mahasiswa juga udah ini emang kagak mau di gubris kek nya
Lambe Saham tweet media
Indonesia
763
19.8K
70.4K
812.4K
rai ✶ retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
⚠️ KABAR KERACUNAN EMBEGE (LAGI)! ⚠️ Korbannya berjumlah 150+++. Sebuah rekor yang membikin kita istigfar berkali-kali. Terjadi baru kemarin, 15 April, 2026. Sebagai rakyat yang tedzolimi oleh si botak iblis dadan, do'a atau kutukan apa yang layak dilayangkan kepadanya?
Jeni_Ly again@Jelli_cent

Jatuh korban lagiii 😓 Kenapa ga boleh divideokan? Ini Kasus yg hrs dibongkar Makan Bergizi Gratis bukan Makan Beracun Gratis. Klo smp ada masalah spt ini mau ditutupin, bahagia tuh para boss yg bisa maling dr sini 😤

Indonesia
69
5.2K
8.2K
114.6K
rai ✶ retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
⚠️: TW // BLOOD Siswa, Guru, dan Penjaga Sekolah Terluka Hingga Berdarah Karena Ompreng Embege! Seolah tak puas meracuni siswa-siswi, lewat pengawasannya yang carut-marut dan jauh dari kata becus, bege'en juga mulai haus darah. Literally haus darah. Ompreng yang dibagikan oleh salah satu kubangan lumpur (espepege) di Sukabumi tak sesuai standar, memiliki ujung yang tajam, dan berhasil melukai sejumlah siswi penerima manfaat, bahkan hingga guru dan penjaga sekolah. Menghancurkan ekonomi ✅ Melecehkan marwah guru dan profesi gizi ✅ Meracun ✅ Melukai ✅ Next apa? Menghilangkan nyawa? 🤷🏻‍♀️
MBG Jelek tweet mediaMBG Jelek tweet media
MBG Jelek@menuembegejelek

⚠️ ALERTA!!! ⚠️ Telah tejadi 'pertumpahan darah' siswi sekolah tak berdosa yang disebabkan oleh embege.

Indonesia
93
2.8K
6.8K
369K