amel 🐼💥

46.7K posts

amel 🐼💥 banner
amel 🐼💥

amel 🐼💥

@ddarumda

everybody put ur hands up cmon!

Katılım Eylül 2023
557 Takip Edilen267 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
amel 🐼💥
amel 🐼💥@ddarumda·
[BENGKEL LNGSHOT] Menyediakan OLI LNGSHOT — Saucin' sebelum mudik OPEN PRE-ORDER IDR 50,000 Details, cek pict 2 Order? Scan qr atau klik link bit.ly/bengkel_lngshot Oli Lngshot? Pasti Bonjour 🤙🏻🤪
amel 🐼💥 tweet mediaamel 🐼💥 tweet media
Indonesia
2
12
21
4.4K
amel 🐼💥
amel 🐼💥@ddarumda·
nah udah nih, kita we ngomong juga baik2 "1 aja mas, pada ga doyan" DIJAWAB ENGGA, DIRESPON ENGGA MAKASIH PUN ENGGA ga lagi lagi dah begitu 👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻
Indonesia
0
0
0
13
amel 🐼💥
amel 🐼💥@ddarumda·
NAH TERUS udah nih, ke si abang2 kan. kita dateng tuh disambut dengan baik, ya kita tanya harga dong. "cempedak berapa mas satunya?" dijawab lah, 10ribu. UDAH NIH ya terus diskusi lah, mau beli berapa, siapa aja yang makan. ternyata cuma 2 yang makan, yaudah lah beli 1 kan ....
Indonesia
1
0
0
21
amel 🐼💥
amel 🐼💥@ddarumda·
baru kejadian tadi... kan di surken pengen nyoba cempedak goreng, gue udah mikir AH DI SI TANTE-TANTE AJA DEH, tapi kak ay bilang "yang depan aja tuh" yang depan tuh abang2 masih ngegoreng, dan keliatan sepi. jadi gue kayak OH OKE DISITU AJA DEH TERUS ................
(Bukan) Dosen Killer@buburrkacangg

Tadi aku ketemu ibu2 jualan bawang goreng, 1 bks nya 7rb. Krn kasian, yaudah aku beli lah meski ga ada rencana beli itu jg. Aku bawa uang 20rb (1 lembar 10rb dan 2 lembar 5rb). Aku bilang beli 1 bks aja, soalnya uangnya mau ke atas beli kacang tanah jd takut ga cukup. Jadi aku kasi lah 10rb, harusnya kembalian 3rb kan. Kuperhatikan kok dia ribet banget sampe nyari receh, padahal ada tuh dia uang 2rb di dompet dan receh jg. Aku masih bingung, tiba2 dia ngomong. 🧕🏼: "Kamu siniin dulu 5 ribunya." 👨🏻: "Gmn bu maksudnya, Bu?" 🧕🏼: "Siniin dulu." Ya sambil bingung, aku kasi uang 5rb, dia sambil rogoh2 dompet. Aku pikir tuh ada sistem kayak silang2an duit gitu loh biar gampang kembaliannya. Eh ternyata ... 🧕🏼: "Nah ini kembaliannya buat kamu (ngasi 2 keping uang 500an), kamu ambil 1 lagi bwg nya ya." Lah aku kaget, kan dr awal udh bilang cuma mau beli 1 aja. Aku agak ngegas sih. 👨🏻: "Loh ga boleh gitu, Bu. Kan sejak awal sy mau beli 1, kok dipaksa jadi 2." (Sambil aku ambil balik uang 5rb aku) 👨🏻: "Ibu langsung kembaliin 3rb aja, tadi kan ada di dompetnya uang 2rb." Mungkin dia kaget krn aku ngga yg mode ga enakan gitu ternyata, malah defense kan. 🧕🏼: "Eh iya kalo gitu gpp. 1 aja kan ya." Lalu dia ngasi kembalian 2rb (krn tadi udh ngasi 2 keping 500an). Ibunya agak canggung abis itu. Lalu ngalihin topik segala nanya libur lah, masak apa lah, knp ga pulkam lah, dll. Pelajaran hari ini: niat baik tidak selalu berakhir dengan hasil yang baik.

Indonesia
1
0
0
44
amel 🐼💥 retweetledi
salsabila
salsabila@sliceofsals·
Kasus BNI Suster Natalia sebagai mantan banker, ak mau kasih perspektif yang lebih jernih. Ini bukan sistem BNI yang jebol. Ini fraud oknum yang pakai nama & fasilitas institusi untuk menipu korban selama 7 tahun. Modus yang rapi dan terencana. Soal bilyet yang “diserahkan” Suster Natalia bukan naif. Beliau dimanipulasi oleh seseorang yang sudah dipercaya bertahun-tahun. Itu beda. Tapi BNI juga ga bisa lepas tangan sepenuhnya. Oknum pakai jabatan & nama BNI. Ada prinsip hukum Vicarious Liability korporasi ikut bertanggung jawab atas tindakan pegawainya. Soal ajakan tarik dana massal aku ngerti emosinya, tapi ini berbahaya. Ada UU ITE Pasal 28 yang bisa jerat penyebarnya dengan pidana 6 tahun. Lebih penting lagi, rush money itu senjata yang balik nyakitin rakyat kecil bukan petinggi bank. Yang bisa kita lakuin: desak transparansi BNI, kawal proses hukum Andi Hakim, dorong OJK audit internal. Share kasusnya bukan kepanikannya. Suster Natalia berhak dapat keadilan penuh. Tapi jalan ke sana lewat sistem hukum, bukan chaos.
Indonesia
127
939
3.2K
205.4K
amel 🐼💥 retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Pokoknya Ada.....
¥@N'$ tweet media
Indonesia
72
6.9K
22.7K
141.6K
amel 🐼💥 retweetledi
bengshark | LP and Yield
bengshark | LP and Yield@bengsharksol·
Catholic Church Parish Rugged by Big Bank > + 1,900 church folks lost Rp28 Billion ($1.7M) life savings > They parked money in “safe” BNI deposito (turns outfake with 8% yield) for 7 years > BNI branch head scammed them using official uniform, ID, and pick-up service > He burned most deposit certificates as evidence, go Australia > Got arrested and has confessed > $$$ allegedly used for sports centers, cafe, mini zoo, land, etc. > BNI (state-owned) only offering Rp7B (already transferred unilaterally), calls it “one bad ex-employee” problem huft > Church rejects it and demands full Rp28B refund citing vicarious liability > Suster Natalia now in personal debt, fighting hard so people still can pay for school fees, hospital bills 
Turns out even in big state banks → Not your keys, not your coins Hope they get the full refund they deserve. #KembalikanUangUmatAekNabara
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

English
20
1.3K
2.5K
57.5K
amel 🐼💥 retweetledi
Ir. IPGSPR
Ir. IPGSPR@gunasatwam·
𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧 𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐤 𝐁𝐔𝐌𝐍 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝟏.𝟗𝟎𝟎 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐠𝐮𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐤𝐢𝐛𝐚𝐭 𝐮𝐥𝐚𝐡 '𝐨𝐤𝐧𝐮𝐦' 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦? > Suster Natalia, seorang biarawati tanpa harta pribadi yang mengabdikan hidupnya untuk gereja, kini terancam dipenjara setelah tabungan Rp28 miliar milik 1.900 umat miskin di Labuhanbatu raib. > Pengurus koperasi gereja percaya penuh menabung di sana karena ditawari produk 'BNI Deposito Investment' berbunga 8% oleh Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, yang datang membawa atribut dan fasilitas resmi bank. > Menggunakan kewenangan jabatannya, Andi menjalankan skema penipuan mematikan ini dengan sangat mulus selama tujuh tahun tanpa sekalipun terdeteksi oleh radar pengawasan internal BNI. > Tragedi ini baru meledak di akhir 2025 saat dana umat gagal dicairkan, di mana pelaku sengaja menarik lalu membakar seluruh bilyet deposito asli nasabah untuk melenyapkan bukti sebelum kabur ke luar negeri. > Setelah pelaku ditangkap Interpol, terungkap bahwa uang 'receh' hasil keringat ribuan umat tersebut digelapkan untuk membangun sport center, kafe, kebun binatang mini, hingga diduga kuat dipakai untuk membiayai ibadah umrah. > Alih-alih mematuhi aturan POJK untuk bertanggung jawab penuh atas kesalahan pegawainya, BNI justru terkesan cuci tangan dengan menyebut ini murni tindakan oknum karena produk bodong itu tidak ada di sistem mereka. > Alibi "oknum" ini terasa usang jika melihat rekam jejak kelam BNI dalam 10 tahun terakhir, di mana kasus serupa oleh pegawai mereka sendiri kerap terjadi berulang kali, mulai dari skandal pembobolan Rp58,9 miliar di Ambon hingga hilangnya puluhan miliar dana deposito nasabah di Makassar. > BNI bahkan mengambil langkah sepihak tanpa transparansi dengan hanya mentransfer ganti rugi Rp7 miliar, seolah menganggap sisa hak umat puluhan miliar yang dirampok kepala kasnya bukan lagi urusan negara. > Selama enam kali mediasi bergulir, tidak ada satu pun pejabat BNI yang menunjukkan empati atau meminta maaf, malah terus menekan nasabah untuk menyerahkan bukti fisik yang seharusnya bisa dilacak langsung melalui riwayat transaksi sistem bank. > Akibat bank BUMN yang terus menahan hak nasabah ini, Suster Natalia terpaksa menanggung utang pribadi agar umatnya yang kritis di rumah sakit tidak sampai kehilangan nyawa hanya karena uang koperasinya ditahan. Jika rentetan penggelapan oleh pegawai bank milik negara terus terjadi tanpa pertanggungjawaban penuh kepada rakyat kecil, apakah memang harus bank swasta seperti BCA jawabannya?
Ir. IPGSPR tweet mediaIr. IPGSPR tweet mediaIr. IPGSPR tweet media
Indonesia
33
406
807
71.6K
amel 🐼💥 retweetledi
ivy ⋆˚࿔
ivy ⋆˚࿔@eufrasiart·
guys tolong bantu rt like lagi karena ga rame = masalah ga selesai 😭😭 ini masih sepi bgt bgt bgt bahkan ga di up di tv nasional postinganku yang sebelumnya miss info ternyata dana yang hilang adalah dana koperasi umat yang berada di bawah naungan paroki, bukan dana gereja (persembahan) ya dan fyi ternyata bukan 28 M tapi 31 MILIAR (tonton di podcastnya menit 19an). WOI 31 M TUH GEDE BANGETTT, banyak umat yang percayain dananya ke BNI dan pasti butuh dana tersebut untuk sehari-hari mereka jadi tolong bantu ramein biar masalah ini tuntas!!! halo @BNI tolong selesaikan kasus ini dan kembalikan dananya secara full, terlepas ternyata dana dititipkan ke produk gelap si kepala bank tapi tetep aja hal ini merupakan bentuk kelalaian bank karena telah meloloskan kepala bank (orang berstatus & dipercaya) sampe2 bisa nipu sampai 31 miliar gini :(((
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
28
2.7K
4.3K
56.1K
amel 🐼💥 retweetledi
Margaret Morgenstern
Margaret Morgenstern@MadameSuga·
Jadi biarawan/biarawati Katolik itu ada 3 kaul (janji suci): 1. Kaul kesucian —> tidak menikah demi melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang tidak terbai 2. Kaul ketaatan 3. Kaul kemiskinan Jadi dalam kasus penggelapan dana oleh pegawai BNI, kalau ada tuduhan terhadap biarawati, dia ga paham Gereja Katolik dan soal kaul kemiskinan. Udahlah ga paham, lalu mikir jahat.
Indonesia
26
886
2.6K
86.8K
amel 🐼💥 retweetledi
Fortis Est Veritas
Fortis Est Veritas@VeritasArdentur·
Hi @BNI, mending umumkan no HP dirutnya deh, biar para nasabah bisa kroscek semua produknya. Kalau level kacab BNI saja tidak bs dipercaya dan bukan dianggap bagian dari BNI, siapa lg yg harus dipercaya selain langsung ke pucuk pimpinan?
Indonesia
33
1.3K
4.9K
134K
amel 🐼💥 retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Halo @BNI Kalau kasus Suster Natalia uang jemaatnya gak bisa dikembaliin, saya tutup rekening ya.
Indonesia
596
10.4K
49.1K
1.5M
amel 🐼💥 retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Ga cuma umat Katolik, semua org. Senin bareng2 tutup rekening BNI. Yg karyawan tutup rekening koran. Yg pengusaha pindahin Payroll. Yg investor, cabut dari BIONS. Yg trader, lepas semua BBNI. Yg nyicil rumah, oper kredit. Mulai Senin.
Billy@Billy_Naravit

Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.

Indonesia
205
5.7K
18.2K
429.5K
amel 🐼💥 retweetledi
Billy
Billy@Billy_Naravit·
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
804
11.1K
39K
2.4M
amel 🐼💥 retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban. Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Indonesia
66
3.8K
14.2K
294.7K
amel 🐼💥 retweetledi
eng-Ky
eng-Ky@KWETlAW·
Bye @BNI Gue udah nggak pake lu lagi. Lu menyelesaikan masalah dengan matiin komen di sosmed 🤣
eng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet media
Indonesia
140
3K
13.2K
417.6K
amel 🐼💥
amel 🐼💥@ddarumda·
pak, bu malu dikit pls. lu pikir umroh lu bakal berkah gitu? ga sama sekali. semua orang sekarang doain kalian yang jelek-jelek. ga bakal tenang seumur idup kalian tuh. bni juga, gabisa lepas tangan. itu orang kalian, kok bisa kecolongan sampe segitu? ini MILIAR ya, bukan JUTA
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾

Indonesia
0
0
0
17
amel 🐼💥 retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
448
5.4K
11.3K
396.2K
amel 🐼💥 retweetledi
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar. Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll. Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak. Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
351
15.1K
31.4K
1.4M
amel 🐼💥 retweetledi
kiki ⛈️
kiki ⛈️@bbibbiriwoo·
woonhak said he won't change his profile pic bcuz he likes it so much and thought riwoo looks really cute but i guess he got a new fav dubuz pic now #두부우정은콩물보다진하다
kiki ⛈️ tweet media
English
0
54
306
2.3K
amel 🐼💥 retweetledi
Starfess || CEK PINNED UNTUK KIRIM MENFESS
-star before never let go, habit merupakan lagu kebangsaan sender.... gak nyangka bisa dengerin habit lagi di 2026 ini😭🥹💐💖
Indonesia
2
248
1.5K
11.7K