
senandika
19K posts

Sabitlenmiş Tweet

@bentarabumi sudah ku sadari dari beberapa bulan yang lalu bahwa ada 'sesuatu yang lain' di dalam diriku, apa iya ini sebutannya? aku yang selalu ingin menangis jika merasa sedang diabaikan lalu mencoba bertahan dengan beranggapan 'ah ngga, ini cuman pikiran sementara aja kok'.
Indonesia
senandika retweetledi

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia

ada juga yang sering nongol tapi ga dianggep kayak mas-mas konten kreator yang pake topi hapenya dikaretin yang kameranya ngeblur itu
Warga Tudum 🎬✨@wargatudum
Jadi inget someone says: "Sebagian besar permasalahan hidup sebenernya bisa kelar hanya dengan show up/be present" Lucunya, menjadi orang yang selalu nongol itu ngga sesederhana prakteknya, which makes it one of the most important pieces of wisdom in human history.
Indonesia

@GoodRecom kok bisa merasa tersindir, ya? malah jadi keliatan dan seakan menegaskan kayak belio yang nga kerja
Indonesia

bagus banget oyyyyy!!!
LucaPonsato.eth/tez@LucaPonsatoArt
wallpaper versions of a few of my favorite recent artworks
Indonesia

ahahahahha ghost papa
herman basquito@rustyvandal
Not a real man, but the ghost doing something nice 🤣
Filipino

@RefodanFauna terima kasiiii kak refooo, darimu aku belajar untuk goreng nugget sendiri ✨
Indonesia

@RefodanFauna kalo ada yang butuh desainer grafis atau ilustrator bisa hubungi aku ya ✨ beneran sedang jobless alias pengangguran semenjak terdampak efisiensi awal juni kemarin 🤝🏻💯
Indonesia

Twitter do your magic
Siapa yang lagi butuh kerja. Ku kepikiran biar jadi positip impact (ayahku bilang soalnya twitnya rame kemarin) disuruh bikin bantuin temen temen yang lagi nyari kerja juga. Reply dah nanti aku ritwit
#helpus #helpme #helpyou #wargabantukita #impactful
Indonesia
senandika retweetledi

Hari ini, dua kawan kita, Andika Lutfi Falah dan Iko Juliant Junior, telah meninggal setelah disiksa dan dianiaya polisi 🥀
salam4jari@salam4jari
Per hari ini, korban bertambah menjadi 10 orang
Indonesia
senandika retweetledi








