taperwhere

933 posts

taperwhere banner
taperwhere

taperwhere

@demennethink

hobi yapping aja dan baca buku |

Jakarta Capital Region Katılım Haziran 2023
122 Takip Edilen118 Takipçiler
taperwhere
taperwhere@demennethink·
pov: lu baru selesai utbk day 1
Indonesia
0
0
1
113
Schoolfess
Schoolfess@schfess·
sch! guyss kalo make outfit ini buat utbk boleh gaa?? celananya yang bahan kaya gituu tapi atasannya tetep kemejaa?? tiaaa 🫶🏻🫶🏻
Schoolfess tweet media
Indonesia
412
8
1.2K
622.9K
taperwhere retweetledi
lea
lea@eathislutt·
ciri-ciri orang stres : 1. main twitter 2. dengerin kicau mania 3.
Indonesia
836
11.5K
42.9K
591.6K
taperwhere
taperwhere@demennethink·
Projections on the drapery as my wedding wishlist
taperwhere tweet mediataperwhere tweet mediataperwhere tweet mediataperwhere tweet media
English
0
0
0
122
taperwhere
taperwhere@demennethink·
4) kepala kas dimata nasabah pasti legit & memang BNI punya pickup service. BNI wajib review ulang GCG nya krn fraud belasan tahun tetap adem sampai kepala kas resign & bertanggung jawab sbg lembaga yg menghimpun dana masyarakat
Indonesia
1
0
0
119
taperwhere
taperwhere@demennethink·
remark dan validasi bukti transaksi masuk juga kan harusnya ada dari print komputernya. masa sedetail itu cuma 1 orang? 2) heran sama auditor internalnya. masa sih pegawai tiba2 punya ini itu gabisa ke trace? 3) anehnya sampai 7 tahun tidak terdeteksi
Indonesia
1
0
0
124
taperwhere
taperwhere@demennethink·
calling all bankers: gimana pendapat kalian tentang kasus BNI @BNI Suster Natalia dgn Paroki Aek Nabara? beberapa hal janggal di sistem BNI yang gue liat: 1) pick up service kan ga mungkin melibatkan 1 orang. ada surat tugasnya juga. tanda terima pas diserahkan uangnya–
Indonesia
1
0
0
563
taperwhere
taperwhere@demennethink·
@LambeSahamjja drpd boikot McD, Sbucks yg masih bisa memanusiakan staff-nya, mending boikot BNI yg merugikan gereja (which obviously itu utk sosial) ga sih?
Indonesia
4
3
56
7.5K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, jujur gue kaget banget. Ternyata masih banyak orang baik di republik ini. Gue jadi makin yakin, warga bantu warga itu nyata dan masih ada. Di tengah banyak kasus, masih banyak yang punya empati, mau peduli, dan berani bersuara buat orang lain yang lagi kesusahan. Kadang memang rasanya kita yang di bawah ini cuma bisa saling menguatkan satu sama lain. Jadi jangan mau diadu domba ya, ges. Sayangi sekitar, bantu sesama. Karena kalau bukan kita yang saling jaga, mau berharap ke siapa lagi?
Indonesia
8
196
3.5K
221.3K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.4K
10.7M
taperwhere
taperwhere@demennethink·
obrolan gua dan temen gua di parkiran uwiw soal kasus KS anak FH UI yang viral kmrn 👤: minta maapnya ga dari hati kali mereka🙏🏻
Indonesia
0
0
1
351
taperwhere
taperwhere@demennethink·
@hidanieldisini marah sambil pegang teazzi adalah SIKAPPPPP🙂‍↕️ izin
taperwhere tweet media
Indonesia
0
137
2.1K
123.7K
Daniel
Daniel@hidanieldisini·
Appreciation post for this diva yg lg marah2 sambil megang teazzi
Daniel tweet mediaDaniel tweet media
Indonesia
208
3.4K
42.1K
2.4M
taperwhere
taperwhere@demennethink·
dana itu hak orang bnyk, bkn buat foya-foya pelaku dan istrinya. kasus kyk gini biasanya cpt anyep kl netizen ga berisik/viral jgn biarin kasus ini tenggelam. kita kawal trs sampai ada transparansi dr pihak bank& pengembalian dana ke jemaat. org jujur jgn sampe kah sm mafia.
Indonesia
0
0
0
251
taperwhere
taperwhere@demennethink·
keperluan mendesak, pelakunya mulai banyak drama. pas dicek ke sistem bank? ZONK. duitnya gak pernah ada. skrg pelakunya emang udah ketangkep setelah sempat kabur ke luar negeri. tapi masalahnya: mana duitnya? Suster Natalia dan jemaat cuma minta keadilan.
Indonesia
1
0
0
360