
Den Grandy
74 posts






















ntah kenapa gua setuju dengan opini yg lagi viral mengenai: “sebenarnya Jakarta tuh GAK KERAS, cuma emang kebanyakan orang indo aja yg pengen hidup slow living, padahal di Jakarta tuh normal/standar ny orang kerja aja gimana”





Seperti bukan di Jogja


Merokok di usia anak-anak SANGAT BERBAHAYA karena otak, paru-paru, dan organ tubuh lainnya masih dalam tahap pertumbuhan pesat. Nikotin dan ribuan zat kimia beracun dalam rokok dapat langsung mengganggu perkembangan tersebut, menyebabkan kecanduan, dan meningkatkan risiko penyakit yang lebih tinggi, termasuk kanker, dibandingkan dengan orang yang mulai merokok saat dewasa. Beberapa efek yang dapat muncul pada anak yang merokok antara lain: - Anak yang mulai merokok dini lebih cepat kecanduan karena otak masih berkembang. Nikotin merusak jalur otak yang mengatur perhatian, pembelajaran, dan emosi, sehingga lebih sulit berhenti nanti. - Anak yang merokok lebih tinggi risiko mengalami gangguan pernapasan antara lain asma yang lebih sering kambuh, bronkitis, dan pneumonia. Paru-paru anak belum matang, jadi pertumbuhannya terhambat dan kapasitas paru menurun. - Gangguan perilaku dan kognitif meliputi sulit konsentrasi belajar, daya tangkap menurun, cemas, depresi, dan perilaku agresif. Semoga dapat menjelaskan 🙏













