Dendi Pradipta

32.4K posts

Dendi Pradipta banner
Dendi Pradipta

Dendi Pradipta

@dendiPS

Ad Astra Per Aspera

Semarang, ID Katılım Şubat 2010
469 Takip Edilen468 Takipçiler
Dendi Pradipta retweetledi
Mario
Mario@fxmario·
Saking busuknya "in this economy", jadi pegawai tetap bisa merupakan suatu kemewahan
Indonesia
80
3.4K
8.4K
154.1K
Dendi Pradipta retweetledi
HyL
HyL@itsurboihyl·
Oh iya tambahannya Tenaga Pendidik, dari guru PAUD sampe Dosen dan semua pendidik Mogoklah seminggu, ayok bareng Kita semua udah ga diperhatikan, dieksploitasi, dipukulin atas bawah Saatnya bikin semua orang itu sadar frontline peradaban itu siapa
Indonesia
5
86
925
16.6K
Dendi Pradipta retweetledi
HyL
HyL@itsurboihyl·
Mimpi basah gua malah Harusnya dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dokter gigi spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, dan semua nakes dan named itu harus berani mogok seminggu Biar ketampol semua Akar rumputnya ketampol, dan pemerintah ketampol
sigbovik jester@dynmcprogishard

@azharieazharou ga kebayang kalo yang mogok dokter

Indonesia
91
2K
11.9K
303.2K
Dendi Pradipta retweetledi
Sponsman
Sponsman@SponsmanAcc·
@direktoridosen apakah sudah pernah ada jurnal yang bahas dampak kebijakan yang diambil jika pejabat publik diisi oleh pensiunan militer dibanding sipil?
Indonesia
13
5
23
165.7K
Dendi Pradipta retweetledi
Dendi Pradipta retweetledi
Aldhitama Ramadhan
Aldhitama Ramadhan@AldhitamaR·
Normalisasi Rumah Sakit kalo kekurangan tenaga kerja ya buka lowongan, jangan malah daftar jadi wahana internship. Internship itu ya magang, kok jadi bertanggung jawab penuh kaya orang beneran kerja. Emang rumah sakit ngasih gaji? Trus Kemenkes juga harus muhasabah diri, kejadian bukan yang pertama kok masih berulang trus. Masalah sakit kok dibenturin sama masalah prolong, Sakit ya sakit kok mau dipaksain. Pembimbing tak ada otak. Tutup itu wahana selamanya, audit semua wahana yg ada. Kalo dirasa ga pantes jadi wahana ya tutup aja. Akal akalan bener.
Indonesia
50
1.9K
4.1K
75.3K
Dendi Pradipta retweetledi
🍉
🍉@txtdarijasputih·
Untuk seluruh pegawai @KemenkesRI, terkhusus bapak dirjen keslan, kami tantang kalian untuk bekerja 30 jam dengan jeda istirahat 2 jam. Jika mampu, kami akui peraturan anda. Jika tidak, silakan revisi aturan atau mundur dari jabatan.
🍉 tweet media
Indonesia
35
1.7K
4.7K
141.4K
Dendi Pradipta
Dendi Pradipta@dendiPS·
@dancinqgueen_ @merapi_uncover Kasian kudanya, sama yang punya mobil. Itu kusir aja gak peduli kudanya lho, kurus kerempeng gitu, masih dicambuk palanya sampe pup, artinya stress tuh Kuda. Zaman sekarang menurut gw delman udah gak relate. Mentok utk pariwisata dan harus diperhatikan kondisi hewannya.
Indonesia
1
1
17
478
Bubu🍉
Bubu🍉@dancinqgueen_·
@merapi_uncover yaAllah.. kasian semuanya. kasian kudanya, kasian bapaknya, kasian yang punya mobilnya. semoga ada hikmahnya dari kejadian ini semua, dilapangkan semua rezekinya, aamiin
Indonesia
2
0
129
11K
Dendi Pradipta retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada sesuatu yang sangat ironis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di Indonesia. 1 Mei — Hari Buruh. Prabowo hadir di Monas. Berdiri di panggung bersama puluhan ribu buruh. Bernyanyi. Berpidato. Mengumumkan cicilan KPR 40 tahun dan potongan ojol 8%. Kaos 200 ribu lembar dibagikan. Sangat meriah. 2 Mei — Hari Pendidikan Nasional. Prabowo rapat tertutup di Hambalang. Tidak ada seremoni khusus. Tidak ada pidato untuk guru dan siswa. Tidak ada satu pun agenda yang secara khusus merayakan atau memperingati Hardiknas. Bukan kebetulan ini adalah pilihan. Ketika seorang presiden memilih hadir secara dramatis di Hari Buruh dengan panggung besar dan ribuan orang tapi memilih rapat tertutup di rumah pribadi pada Hari Pendidikan Nasional itu bukan soal jadwal yang padat. Itu adalah pernyataan tentang apa yang dianggap lebih penting secara politik. Buruh hadir secara fisik dan bisa dimobilisasi. Guru honorer yang gajinya Rp300 ribu per bulan tidak membawa massa ke Monas. Anak-anak di sekolah rusak tidak bisa berteriak di depan istana. Siswa disabilitas yang dibuang sistem tidak punya organisasi yang bisa mengancam stabilitas politik. Makanya satu dirayakan dengan meriah. Yang satu dilewati dengan rapat tertutup di Hambalang. Dan ini bukan pertama kali Hambalang dijadikan tempat rapat kabinet: 8 Maret 2026 — lima rapat dalam satu hari di Hambalang. Membahas pendidikan, geopolitik Timur Tengah, mudik Lebaran. 2 Mei 2026 — rapat tertutup lagi di Hambalang. Membahas aspirasi buruh dan perguruan tinggi. Pola ini konsisten. Dan setiap kali hasil rapatnya dirilis isinya selalu berakhir dengan kalimat yang sama: "Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia." Tanpa angka. Tanpa target. Tanpa timeline. Tanpa akuntabilitas. Sementara di luar Hambalang kondisi pendidikan Indonesia hari ini: Guru honorer masih ada yang menerima gaji Rp150-300 ribu per bulan. Ratusan ribu ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Anak disabilitas masih bisa dikeluarkan sekolah secara diam-diam dan tidak ada yang menindak. Perguruan tinggi terbaik masih terkonsentrasi di Jawa. Angka putus kuliah karena faktor ekonomi masih sangat tinggi. Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2026 solusi yang ditawarkan adalah: manfaatkan fakultas teknik perguruan tinggi untuk membangun daerah. Bukan ide buruk. Tapi itu bukan jawaban atas masalah struktural yang sudah puluhan tahun tidak selesai. Ki Hajar Dewantara pasti sangat sedih: Hardiknas ditetapkan untuk mengenang beliau — yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia tanpa kecuali. Yang berjuang agar anak-anak pribumi bisa mengakses pendidikan yang bermartabat. Yang mendirikan Taman Siswa karena sistem yang ada tidak berpihak kepada rakyat kecil. Dan di hari yang didedikasikan untuk mengenang perjuangannya presiden rapat tertutup di rumah pribadi. Tanpa satu pun momen yang secara khusus menyapa guru, siswa, atau orang tua yang berjuang keras menyekolahkan anaknya. "Ing ngarsa sung tulada." Di depan memberi teladan. Teladan seperti apa yang diberikan ketika Hari Buruh dirayakan dengan meriah tapi Hari Pendidikan Nasional dilewati tanpa pesan khusus untuk anak-anak Indonesia? Indonesia merayakan Hari Buruh dengan kaos, panggung, dan janji-janji besar. Dan keesokan harinya Hari Pendidikan Nasional dilewati dengan rapat tertutup di kediaman pribadi presiden yang hasilnya hanya satu paragraf rilis. Bukan salah buruhnya. Mereka memang harus diperjuangkan. Tapi kalau energi, perhatian, dan kehadiran fisik presiden hanya muncul ketika ada massa yang bisa dimobilisasi dan tidak hadir ketika yang membutuhkan perhatian adalah guru honorer yang tidak punya serikat besar dan siswa yang tidak bisa berteriak di depan istana maka yang terjadi bukan keberpihakan. Itu politik. Dan politik yang mengorbankan pendidikan demi popularitas jangka pendek adalah utang yang akan dibayar oleh generasi berikutnya bukan oleh kita yang sekarang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
168
2K
4.1K
202K
Dendi Pradipta retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
baca ini sedih banget🥹
gara tweet media
Indonesia
594
32.9K
111.9K
1.4M
Dendi Pradipta retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu. Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin). Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi. Berarti kemampuan teknisnya ada. Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang. Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi. Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama. Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada. Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat. Karena ternyata tombolnya memang ada. Cuma rakyat sering kebagian tulisan: “mohon menunggu”. Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas. Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan. Paham kan ya.. cc:cakraadinegara
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
336
6.6K
17.7K
418.2K
Dendi Pradipta retweetledi
BP™
BP™@BangPino__·
Kita bantu viralin, biar cepet ketangkep pelakunya guys... Sebuah mobil diesel menabrak gerobak sayur di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Setelah kejadian, kendaraan tersebut langsung melarikan diri, 02/05/2026
Indonesia
618
9.9K
22.9K
2.4M
Dendi Pradipta retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Gimana gak sakit? - Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000 - IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin - Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB) - Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara - Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India - BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya - Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina - Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES cc: threads
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
592
11.1K
38.5K
1.3M
Dendi Pradipta retweetledi
🐢💨
🐢💨@Kkuuroo___·
pendidikan penting, tapi akses yang adil itu lebih penting. selamat Hardiknas pict : google
🐢💨 tweet media
Indonesia
32
4.7K
13.7K
95.5K
Dendi Pradipta retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Jujur, ya, kelakuan oknum orang Indonesia di Mekah itu kelewatan. Gw sebagai yang pernah haji aja ilfeel sama mereka. Pelaku yang hobi fasilitasi haji ilegal, itu banyak orang Indonesia. Biasanya mereka berkoordinasi sama petugas setempat, tapi sekarang makin sulit karena pengawasan Saudi makin ketat. Yang melakukan penipuan haji badal (haji untuk menggantikan orang wafat), itu banyak orang Indonesia. Caranya? cuman kasih foto dan video lagi di Arafah (tapi pakai video lama) atau ya ga ngabarin sama sekali dan kabur. Yang melakukan makelar kurban dan dam (denda haji tamattu yang mana seorang jamaah haji harus menyembelih 1 domba), itu banyak orang Indonesia. Yang makelar ini unik, karena banyak dari mereka menipu jamaah atau ya menaikkan harganya gila2an tidak sesuai dengan harga semestinya. Yang akhirnya bikin saudi bikin aturan larangan jamaah haji untuk beli kurban dan dam ke makelar, dan harus beli langsung ke pemerintah Saudi. Ini belum lagi kasus-kasus yang lebih gelap... Dari pengalaman haji selama 40 hari itu, gw semakin yakin...Bahwa bangsa kita ini mentally corrupt. Jadi ga usah heran sama kondisi negara ini. Lah di tanah suci saja, mereka berani menzalimi jamaah haji wwlwlwllw
KSA Expats@ksaexpats

Three Indonesians held for Hajj scam advertisements.

Indonesia
174
2.7K
7.3K
338.4K
Dendi Pradipta retweetledi
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Selamat Hari Buruh! "Tidak ada yang peduli pada nasib buruh selama mereka mendapat kepuasan secara instan" - Squidward.
Indonesia
48
8.1K
15.9K
214.8K
Dendi Pradipta retweetledi
Quds News Network
Quds News Network@QudsNen·
“Either they will kill us, or we will enter Gaza.” Global Sumud Flotilla activist Şuayb Ordu says preparations are underway for a new flotilla, with ships being readied in Turkey and across Europe to gather and sail toward Gaza.
English
249
4.1K
11.6K
222.1K
Dendi Pradipta retweetledi
International and Monetary Economics Network
Super interesting! "Financial Liberalizations, Booms, and Crashes" by Maximilian Grimm, Moritz Schularick, and Emil Verner. "Financial liberalization is often seen as a way to deepen credit markets and stimulate economic growth, but it may also fuel credit booms that end in crisis. We construct a new cross-country database of banking regulation policies covering 21 regulatory indicators for 18 advanced economies since World War II. We distinguish liberalizations that directly relax constraints on credit supply from broader financial reforms. Liberalizations that directly affect credit supply lead to substantial expansions in private credit. Credit expansion is concentrated in non-tradable sectors and is not accompanied by higher interest rates or credit spreads in the short run, consistent with an outward shift in credit supply. Real GDP rises over the following 2 to 4 years, but the gains are temporary. On average, GDP returns to trend in the medium run, and there is an increase in the risk of financial crisis and worse downside growth outcomes. Only liberalizations that directly expand credit supply generate these boom-bust dynamics. Based on these estimates, financial liberalization is welfare-improving for coefficients of relative risk aversion below 7.2, a moderately high value." papers.ssrn.com/sol3/papers.cf…
International and Monetary Economics Network tweet media
English
4
292
832
201.8K