Setelah menjalani hidup single sekian lama, sejujurnya aku sudah sampai di titik ikhlas jika aku ternyata ditakdirkan untuk tidak bertemu jodohku di dunia, tapi mungkin di akhirat. I've made peace with that. Dan kalau dipikir-pikir, hidupku juga nggak menderita. Banyak mimpi-mimpiku yang alhamdulillah tercapai, banyak pula bahagia yang datang. Tapi, seseorang yang sudah ikhlas sendiri bukan berarti tidak merasa kesepian. Seseorang yang hidupnya bertabur bahagia bukan berarti merdeka dari rasa sepi. I'm happy, but I'm also lonely sometimes. Satu kesepian terbesar yang kurasakan adalah setiap orangtuaku sakit. Sendiri, aku harus memikirkan semuanya, mengatur semuanya. Terduduk di ruang IGD menunggui bapakku yang serangan jantung di satu malam, ada secuil andai-andai yang muncul: andai aku punya suami yang bisa membantuku dan menguatkanku. Berupaya kuat sendiri itu bukan sesuatu yang mustahil, tapi nggak mudah.
Momen-momen kesepian itu yang kuingat saat aku menulis #Satine. Momen di mana aku kadang bertanya-tanya: apakah seorang Ika Natassa berhak bahagia untuk semuanya kecuali urusan cinta? Apakah seorang aku memang tidak ditakdirkan untuk dicintai? Pertanyaan yang sebenarnya tidak ada gunanya.
Aku menulis #Satine untuk menjadi 'teman' dan 'cermin' bagi siapa pun yang pernah merasa kesepian. Tempat berkaca dan belajar berkawan dengan kesepian itu, karena justru dalam sepi, kita dimampukan untuk mengenal dan mencintai diri sendiri.
Novel #Satine sudah hadir di toko buku seluruh Indonesia.
Dulu cuman dengerin cerita org & temen-temenku kalo kadi istri bakal begini begitu, setelah menjalani baru paham dan skrg udah jadi ibu juga bener kalo "me timenya" ibu sesimpel bisa makan ga di ganggu, mandi ga buruburu, bisa main hp ketika anak turu, nikmatnya jadi ibu :")
Tiap hari tidur kurang tapi tetap bisa ini itu urusin rumah dan cuamik, tidur 2 jam sehari udah jadi hal yg biasa aja, suka ngerasa bersalah tentang apapun itu. Gini rasanya jadi ibu :")
Semenjak jadi ibu, aku jadi tau rasanya "sedih" kalo denger anak nangis ga tau sebabnya apa, jd makin sensitif. Makanan keburu dingin karna harus menyusui anak dulu, mandi buru" kalo cuamik lagi ga dirumah, bisa gendong anak berjam-jam kalo dia lagi rewel, nikmatnya jadi ibu :')
Oh gini rasanya ngasih mimik ke anak, ninggalin anak sebentar aja (dijaga sama neneknya) rasanya ada yg aneh pas keluar rumah, bener jadi ibu itu banyak cemasnya :")