Dhea Nadhilah Savetri | ndo

28.1K posts

Dhea Nadhilah Savetri | ndo banner
Dhea Nadhilah Savetri | ndo

Dhea Nadhilah Savetri | ndo

@dheanads

chirping own opinion~ Here in a queue, before α phase, spontaneous thought + self coping | An antisocial extrovert👽

indonesia Katılım Haziran 2010
1.1K Takip Edilen746 Takipçiler
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh TS sering post kondisi Aceh terkini, khususnya di Takengon Aceh Tengah: masih blm kembali normal 6 bulan sejak bencana. Masih byk di pengungsian, anak2 sekolah di tenda, akses sulit. Tiba2 muncul bbrp akun bodong pake nama & foto ayah TS, follow2in org terdekat TS.
afinasyif@afinasyif

semenjak post tentang Aceh, banyak akun bodong mengatasnamakan ABAH (ayahku) dan dia follow semua orang terdekatku heran banget ya garagara post sesuatu yang real ya emang Aceh belum pulih tapi malah diserang buzzer lol aneh bgt

Indonesia
41
3.7K
9.7K
230.2K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Welcome to New Orde Baru. Sejarah membuktikan kebangkrutan BUMN di masa lalu lahir dari manajemen top-down yang korup dan militeristik. Mengobati borok inefisiensi BUMN itu pakai sistem audit independen dan penegakan hukum, bukan dengan bikin bootcamp politik. Video : liputan 6
Indonesia
173
2K
4.9K
183.7K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
kim 🍵
kim 🍵@matcha_creamyy·
SPPG Bojongkaso Agrabinta, Cianjur, Jawa barat nunjukin video distribusi MBG di jalur yang rusak berlumpur dari video ini justru nunjukin lebih butuh perbaikan fasilitas umum (jalan) daripada dapur MBG kan 😂😂😂 unik banget skala prioritasnya cr ig TVRInasional
Indonesia
707
14.5K
39.3K
1M
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Teror pocong, meski beberapa disinyalir sebagai AI, tetapi isunya begitu masif dan tersebar di beberapa kota. Itu artinya apa, Saudara-Saudara? Yak betul. Pengondisian, sama seperti isu begal beberapa tahun lalu. Akal-akalan we know who agar bisa menurunkan pasukan dengan dalih menjaga ketertiban dan keamanan. So, stay safe. Jangan panik. Selalu cross check sebelum menyebarkan berita.
Indonesia
25
1.1K
3.3K
82.6K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
💔😭😭😭😭
QME
143
3.8K
8.3K
200.2K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Dua hari listrik padam tanpa pemberitahuan yang jelas telah melumpuhkan puluhan peternakan ayam di Deli Serdang. Ribuan ekor ayam mati massal karena ventilasi dan pendingin kandang berhenti total. Bukan cuma rugi materi, tapi mata pencaharian peternak ikut hancur. 😌😌😌😌😌
Indonesia
547
8.5K
21.1K
545K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Twips | AI & Crypto
Meet Nicko Widjaja. Dia punya semua alasan untuk tidak pulang. Dia tinggal lebih dari 10 tahun di Amerika, Oregon State, Dominican University, dia kerja di tempat dimana semua uang mengalir di sana yaitu Silicon Valley. Tapi dia lebih memilih pulang ke Indonesia pada tahun 2003 alih-alih stay di Amerika. Bukan karena tidak dapat kerja di sana. Tapi karena dia lihat sesuatu yang orang lain tidak lihat waktu itu, Indonesia butuh orang yang mau masuk dan bangun dari dalam. Karir pertamanya di Indofood. Perusahaan mie instan. Jauh banget dari Silicon Valley. Tapi dari sana dia mulai susun visinya. - 2010 dia diriin salah satu venture fund pertama di Indonesia yaitu Systec Ventures senilai $10 juta namun gagal. - 2014 dia bangun MDI Ventures dari nol buat Telkom dan dalam lima tahun berhasil menjadikannya salah satu VC paling profitable di Asia Tenggara dengan tiga unicorn, dua IPO internasional, dan tujuh exits. - 2019 BRI minta dia bangun BRI Ventures dan hasilnya sama, dua unicorn, satu IPO di IDX, dan $250 juta dikelola. Dan di tengah semua itu, dia pilih invest ke TaniHub. Startup agritech yang mau bantu petani Indonesia jual hasil panen langsung ke pembeli. Bukan ke tengkulak. Bukan lewat rantai distribusi panjang yang makan margin mereka. Orang yang tinggalkan Silicon Valley demi Indonesia, invest ke startup yang mau bantu petani. Kalian bisa bayangkan kenapa dia tertarik. TaniHub bangkrut 2022. Dan September 2025 Nicko ditahan. Jaksa sebut investasi $5 juta ke TaniHub itu korupsi. Padahal semua prosedur sudah dijalankan, due diligence, rapat direksi, komite berlapis, tidak ada yang dilewati. Startupnya gagal. Dan kegagalan itu sekarang dianggap kejahatan. 21 Mei 2026, jaksa tuntut 11 tahun penjara. Dari dalam rutan, dia tulis surat tangan: "Tidak ada penyalahgunaan wewenang. Tidak ada konflik kepentingan. Tidak ada kickback, tidak ada keuntungan pribadi, tidak ada niat jahat." Gue tidak tahu dia bersalah atau tidak. Itu urusan hakim. Tapi coba bayangkan sebentar. Orang yang punya pilihan tinggal di Silicon Valley, memilih pulang. Orang yang sudah gagal sekali dengan dana $10 juta, tidak menyerah dan balik lagi. Orang yang bisa invest ke startup tech yang aman dan menguntungkan, memilih invest ke startup yang mau bantu petani. Setiap keputusan dalam hidupnya menunjuk ke satu arah yang sama, dia mau bangun Indonesia dari dalam. Dan sekarang dia duduk di Rutan Cipinang, dituntut 11 tahun, gara-gara satu investasi yang gagal, yang semua prosedurnya sudah dijalankan, yang tidak ada satu sen pun masuk ke kantong pribadinya. Di negeri yang katanya butuh lebih banyak orang seperti dia.😔🙏
Twips | AI & Crypto tweet media
#IndonesiaGelap@LuckyLaki24

Nicko Widjaja adalah potret nyata talenta global yang rela melepas karier besarnya demi pulang dan membangun ekosistem digital pertanian di tanah air.

Indonesia
106
1.7K
4K
344.7K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
FUN FACT⚠️ Anggota DPR Indonesia pnya rasio gaji trhdp GDP per capita TERTINGGI KE-2 SEDUNIA stlah Filipina! 🤯🤯 Gaji DPR = 14,7 kali GDP per kapita Indonesia🤑💸 Gmana kl kita ngide: Gaji DPR diset max 5x GDP per kapita? Biar mereka jg concern naikin kesejahteraan warganya
Ricky Ho@rickyho_1989

This chart is a brutal reflection of why public frustration toward political elites in many emerging markets continues intensifying because it shows that Indonesian lawmakers are compensated at levels that look extraordinarily disconnected from the underlying economic reality faced by the average citizen, with parliament salary reaching roughly 14.7x GDP per capita, among the highest ratios globally and second only to the Philippines in this dataset, despite Indonesia still remaining a country where purchasing power remains relatively weak, informal employment is massive, public service quality remains uneven, infrastructure bottlenecks persist, legal enforcement often feels inconsistent, and upward economic mobility for large parts of the population remains structurally difficult. And this is precisely why charts like this become politically toxic because citizens naturally begin asking a very simple question: what exactly are taxpayers receiving in return? In high-income countries, lawmakers may also earn very large nominal salaries, but those economies simultaneously generate far stronger productivity, higher institutional quality, better healthcare systems, stronger education outcomes, more efficient bureaucracy, higher legal predictability, and materially better public goods overall, meaning political compensation exists within a much larger and wealthier economic ecosystem. But in Indonesia, the optics become far more uncomfortable because the political class increasingly appears capable of extracting upper-middle-class or even developed-market lifestyles from an economy that still struggles to generate broad-based prosperity for much of the population itself. And perhaps the harshest part is that compensation alone is probably not even the real issue. The real issue is performance. Citizens are generally willing to tolerate highly compensated leaders if the country visibly becomes richer, more efficient, more meritocratic, less corrupt, and economically stronger over time. But when corruption scandals remain persistent, policymaking appears inconsistent, infrastructure projects repeatedly face rent-seeking concerns, and wealth creation remains concentrated among political insiders, conglomerates, and connected elites, high political compensation begins looking less like professionalization and more like institutionalized extraction. Importantly, this also helps explain why anti-elite sentiment, populism, and distrust toward institutions continue rising globally because once the gap between elite living standards and ordinary household realities becomes too visible, citizens increasingly stop believing the system operates primarily for collective national advancement and instead begin viewing politics as a mechanism for self-enrichment among those already close to power. Ultimately, this chart reflects something much deeper than salary levels alone because it exposes the uncomfortable reality that in many emerging markets, the political class often succeeds in upgrading its own prosperity far faster than the nation it supposedly represents, and over time that divergence itself becomes corrosive to institutional trust, social cohesion, and long-term political legitimacy.

Indonesia
120
2.2K
4.4K
108.6K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ
Hewan Langka Khas Papua Kangguru Pohon Wondiwoi ia sudah pernah di nyatakan punah sejak puluhan tahun yang lalu Hewan langka ini kembali ditemukan di Papua Barat dan juga kembali terancam punah akibat pembabatan Hutan yang terus berlangsung di Papua
Indonesia
204
8.9K
18.8K
221.5K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Lex Wu
Lex Wu@LexWu_13·
si Mama kan ada dtg waktu kamisan... kalau tiba2 ada rekaman dengan narasi, berbeda... ya gk usah heran... artinya kan ada sesuatu. ada yg takut bola panas "PESTA BABI". ada babi yang terusik "Proyeknya".
Lex Wu tweet mediaLex Wu tweet mediaLex Wu tweet mediaLex Wu tweet media
Indonesia
113
6.7K
26K
393.6K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
IDAI
IDAI@idai_tweets·
Tujuan kami mengingatkan, agar Pak Dadan dan jajaran pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak salah langkah dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia. #MBG #IndonesianPediatricSociety #IDAI
IDAI tweet mediaIDAI tweet mediaIDAI tweet media
Indonesia
2
145
270
14.8K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Saya tidak bangga Indonesia dicap sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Saya mendukung hukuman mati bagi koruptor.
Indonesia
3.7K
14.8K
19.1K
0
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
🍒BLISS 🍒
🍒BLISS 🍒@Elegi_519612·
Tadi pulang lewat depan Museum Nasional, liat bapak jualan ganci ini beliau sering disini tp baru td punya cash buat beli satu ganci nya.. guys kalau lewat depan Museum dn ada rejeki tolong dibeli yah cuma 10k tadi nanya bapaknya bahkan kdg ga ada yg beli dalam sehari 🥲 yaAllah
🍒BLISS 🍒 tweet media
Indonesia
78
6.2K
19.6K
322.2K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
TxtdariHI
TxtdariHI@TxtdariHI·
BREAKING 🚨 UK, Perancis, Jerman, Italia, Kanada, Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Belanda dalam pernyataan bersama 23 Mei 2026 mengecam kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat yang mencapai level tertinggi, menyatakan pemukiman ilegal, dan menegaskan komitmen terhadap solusi dua negara.
TxtdariHI tweet media
Indonesia
74
3.3K
9.5K
188.1K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹
WATCH OUT INDONESIA. The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China. The goal? Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline. We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere. Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change. Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests. This is coordinated. There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp. Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script. Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence. They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown. Stay vigilant, Indonesia. Separate real domestic issues from foreign-funded chaos. The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure. Don’t let them turn your country into the next pawn.
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet media
English
390
4.8K
10.9K
724.9K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Zakka Fauzan
Zakka Fauzan@zakkafm·
Inflasi sekolah ini mengerikaaaaaan, bahkan sampai 467% dalam 9 tahun untuk tingkat SD. Kita coba breakdown lebih detil ya, termasuk jika kita punya anak sekolah, berapa ya kira-kira biaya yang akan dibutuhkan? TLDR: #KaburAjaDulu jadi pilihan yang masuk akal loh.
Zakka Fauzan tweet media
Indonesia
5
24
76
10.8K
Dhea Nadhilah Savetri | ndo retweetledi
Suppressed News.
Suppressed News.@SuppressedNws1·
WOW A website is DOCUMENTING Israel’s crimes with GEOLOCATION, dates, categories of crimes, and footage of the incidents themselves. One click and you can see EXACTLY what Israel did. An enormous digital archive built for ACCOUNTABILITY. Link: genocide.live Direct Link: #zoom_to_selection=true" target="_blank" rel="nofollow noopener">experience.arcgis.com/experience/3fb…
Suppressed News. tweet media
English
614
32.5K
54.5K
1.6M