☀️

39.4K posts

☀️ banner
☀️

☀️

@dianu__

biasalah

South Borneo, Indonesia Katılım Aralık 2010
572 Takip Edilen633 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
☀️
☀️@dianu__·
Anakku, Wilis. Habis mandi, main lagi ditaneman. Goler - goler. Gimana gak kotor tiap hari.. Hhh
☀️ tweet media
Indonesia
1
0
0
0
☀️ retweetledi
Wicaksono Management LC
Wicaksono Management LC@bigdigjohnny·
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish": "Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024. Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah. Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar. Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis. Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya. Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi. Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk. Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman. Persimpangan jalan baru Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu. Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan. Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
18
1.9K
4.6K
113.6K
☀️ retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel). Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik. Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
tempo.co@tempodotco

Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

Indonesia
56
175
710
30.9K
☀️ retweetledi
Arcana lagi Open Order | Asta Ebrahim
soal ini juga harus berlaku di restoran. beberapa kali aku makan di restoran, saat tanya ke pramusaji bagaimana dengan makanan A, B, atau C mereka tidak tau. kemarin baru saja kejadian, ada yang menjawab "maaf kak, saya belum coba, kakaknya mau coba?" sedih dengarnya. jadinya aku hanya memesan apa yang sudah pernah mereka coba. untukku pribadi, aku ga nyaman ketika yang mengantarkan makanan untukku, belum mencoba makanan tersebut. buat pengusaha resto, saat kamu menyetujui seseorang menjadi karyawan pramusaji, berikan dia 3 hal. pertama, gaji yang pantas. kedua, edukasi produk. ketiga, izinkan mereka menyicip walau sesendok dua sendok. mereka garda terdepan untuk melayani dan menawarkan apa yang paling oke di lembar menu restoranmu. paling berapa piring yang harus disediakan saat training, anggap makan-makan sekaligus bercengkrama bersama. orangtuaku punya resto, ada satu menu yang kami sepakati paling enak namanya daging bumi hangus, dan ini tergolong lumayan harganya. di hari pertama pramusaji diterima, mendiang ayah dan ibuku beli banyak sekali daging untuk dimasak bumi hangus dan dimakan bersama. cara supaya ketika ada yang tanya "apa itu daging bumi hangus?" pramusaji jawab dengan experience mereka sendiri, bukan penjelasan dari ayah ibuku atau catatan yang disediakan.
Mas Gee@masgee__

Pernah masuk toko buku terus iseng nanya, “Bang urutan seri Bumi Tere Liye apa aja?” atau “Dee selain Supernova punya semesta apa lagi? Dan lucunya, beberapa pramuniaganya malah bengong 😭 Ada yang baca blurb belakang, ada yang googling, ada juga yang akhirnya saya yang jelasin. Kadang saya mikir, kasihan juga industri buku di Indonesia. Campaign literasi di mana-mana, tapi orang paling depan yang ketemu pembaca langsung malah sering gak dikasih ruang buat kenal sama bukunya sendiri. Karena yang penting sekarang display rapi, promo jalan, target aman, membership naik, stok muter cepat. Buku akhirnya diperlakukan kayak barang retail biasa, cuma bedanya ini dibungkus kertas dan ada nama penulis di cover. Padahal bookstore should feel more than transactional. Harusnya ada obrolan, rekomendasi, dan rasa “orang sini ngerti buku.” Kalau enggak, toko buku lama-lama cuma jadi minimarket yang jual bacaan. Literasi tinggal jargon marketing, bukan kultur.

Indonesia
9
92
520
34.3K
☀️ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gue perlu lo baca ini baik-baik karena ini menurut gue salah satu potret paling absurd yang pernah terjadi di republik ini dalam satu hari yang sama. Pagi — Prabowo bilang di depan ribuan rakyat: "Mau dolar berapa ribu kek, di desa kan enggak pakai dolar." Siang — Kapolri Listyo Sigit laporan ke Prabowo soal hasil panen jagung Polri. Dan Prabowo memberi apresiasi. Bukan panen raya hasil tangkap pengedar narkoba. Bukan laporan pemberantasan korupsi. Bukan statistik kejahatan yang berhasil ditekan. tapi Panen jagung. sekali lagi karna panen jagung Kapolri sekarang tugasnya apa: 661.112 hektar lahan jagung ditanami Polri di 2025. Hasil panen 3,9 juta ton. Target 2026 naik jadi 1,37 juta hektar. Polri punya gudang ketahanan pangan. Polri punya SPPG dapur MBG. Polri ekspor jagung ke Malaysia dengan margin Rp500 per kilogram. Dan Kapolri berdiri di depan Presiden melaporkan ini semua dengan bangga. Gue perlu tanya dengan sangat serius: Ini Kapolri atau Menteri Pertanian? Sementara itu di tempat lain di hari yang sama: Josepha Alexandra siswi SMA yang hafal konstitusi sampai tidur komat-kamitstres berat di rumah setelah diancam lewat WhatsApp oleh nomor tak dikenal karena berani mempertanyakan ketidakadilan juri di lomba cerdas cermat. Dia bertanya kepada kakaknya: "Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh." Nadiem Makarim yang membangun ekosistem yang menghidupi jutaan keluarga driver ojol, yang hartanya berkurang selama menjabat, yang tidak ada satu sen aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke rekeningnya dituntut 27 tahun. Tom Lembong mantan menteri juga pernah mengalami hal yang dan masih banyak lagi Dan ini yang paling bikin gue tidak habis pikir: Di negara ini sekarang: Ahli serangga bisa jadi Ketua BGN. TNI bisa jadi dirut BUMN. Kapolri tugasnya nanam jagung. Pejabat yang ketahuan merokok dan main game waktu rapat cuma ditegur. Tapi orang yang membangun lapangan kerja jutaan orang dituntut 27 tahun. Anak SMA yang berani jujur diancam somasi. Wartawan yang laporkan fakta bencana ditekan bosnya untuk diam. Lo tanya kenapa Amerika bisa sejahtera padahal kapitalis. Kenapa China bisa jadi ekonomi nomor dua padahal komunis. Sementara kita yang katanya demokrasi berlandaskan Pancasila malah makin jauh dari Pancasila itu sendiri. Gue akan jawab dengan jujur. Amerika sejahtera bukan karena kapitalisnya. Tapi karena institusinya bekerja. Polisi Amerika tugasnya penegakan hukum bukan nanam jagung. Jaksa Amerika membuktikan kasusnya di pengadilan yang fair bukan dengan audit dari lembaga di bawah presiden. Anak muda Amerika yang mempertanyakan ketidakadilan dilindungi hukum, bukan diancam WhatsApp. China jadi ekonomi nomor dua bukan karena komunisnya. Tapi karena mereka punya satu musuh bersama yang konsisten dikejar: korupsi. Xi Jinping mencopot jenderal bintang empat kalau terbukti korup. Tidak ada yang kebal. Tidak ada yang terlalu besar untuk dijatuhkan. Sementara kita? Kita punya Pancasila yang indah di atas kertas. Kita punya konstitusi yang dihafal anak SMA sampai tidur komat-kamit. Kita punya semboyan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tapi eksekusinya adalah Kapolri nanam jagung, siswi SMA diancam WhatsApp, dan orang yang menutup celah korupsi pendidikan dituntut 27 tahun. Yang paling miris dari semua ini: Bukan pejabatnya. Bukan sistemnya. Tapi fakta bahwa kita semua sudah mulai terbiasa. Kita baca berita Kapolri nanam jagung dan kita scrolling terus. Kita baca anak SMA diancam dan kita bilang "kasihan" lalu lanjut. Kita baca Nadiem dituntut 27 tahun dan kita berdebat di kolom komentar. Normalisasi itulah yang paling berbahaya. Karena ketika absurditas sudah terasa normal tidak ada lagi yang merasa perlu berubah. Negara yang Kapolrinya bangga laporan panen jagung ke presiden sementara anak SMA yang hafal konstitusinya diancam WhatsApp adalah negara yang sedang kehilangan arah dengan sangat serius. Bukan karena tidak ada orang baik di dalamnya. Josepha ada. Nadiem ada. Para wartawan yang tetap meliput dengan jujur ada. Para guru yang tetap mengajar dengan tulus ada. Tapi sistem yang seharusnya melindungi mereka justru sedang sibuk nanam jagung.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
75
621
1.3K
64.1K
☀️ retweetledi
Corry Laura Sianturi
Corry Laura Sianturi@CorryLauraS·
Harimau juga suka durian. Waktu kami kecil, opung suka cerita kalau orang menunggu durian jatuh (manarutung) kerap ketemu harimau. Kalau duriannya jatuh, harus cek sekeliling ada matanya atau baunya. Lalu cek arah tampuk duriannya, kalau mengarah ke manusia berarti boleh diambil, kalau mengarah ke harimau berarti itu milik si harimau. Kalau sudah duriannya sudah hilang duluan sebelum dicek, nah si petani katanya akan bilang “yang berikutnya buatku ya, Opung”. Banyak sekali mitos tentang harimau yang dituturkan kepada kami saat kecil. Saat membaca buku Sitor Situmorang ini, kenangan masa kecil tentang Opung kembali membanjiri ingatan. Buku memang selalu menemukan pembaca di saat yang tepat.
Corry Laura Sianturi tweet media
Indonesia
7
18
136
5.9K
☀️ retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Ini VALID banget! Soalnya pas lg stres/OVT berat, otak tuh lg kejebak dlm mode rumination. Pikiran muteerrr terus di topik itu2 aja tanpa henti. Makanya makin lama mendem di kamar, malah makin anxious, sumpek, & mentally exhausted. Nah, keluar rumah sambil jalan2 tuh bisa bantu mindahin fokus kerja otak dari loop pikiran yg muter terus tadi ituu. Tentu minimalkan gadget yee saat jalan2! Fokus dan mindful aja sama surrounding.
🦋@spillbyamy

guys sumpah kalau lagi stress, mumet, atau pikiran chaotic banget…. GO OUTSIDE! muter-muter komplek, jajan ke indomaret, jogging sore, atau cuma jalan kaki sambil denger musik. beda banget rasanya dibanding diem di kamar doang~🕊️💯

Indonesia
24
868
3.7K
99.5K
☀️ retweetledi
Aul
Aul@aultutorialidup·
gue bilangin ke lu lu pada ye
Indonesia
427
14.5K
42.4K
566.7K
☀️ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
145
2.5K
4.5K
153.5K
☀️ retweetledi
orgnya 1 hatinya 10
orgnya 1 hatinya 10@cocolemonzs·
@rofmeov INI AJA PLS? SEMOGA NEGARA GUA DIJAUHKAN DARI ORG ORG BERBAHAYA AAMIIN.
orgnya 1 hatinya 10 tweet media
Indonesia
2
49
489
8.7K
☀️
☀️@dianu__·
@plisitin Sekarang mulai olahraga lagi soalnya biar gak lemah ky rupiah
Indonesia
0
0
0
46
sabo
sabo@plisitin·
nyoba ganti password jadi "Rupiah", malah dibilang password anda terlalu lemah
Indonesia
249
9.8K
32.2K
346.5K
☀️ retweetledi
☀️
☀️@dianu__·
@myshawti Jack soalnya mati di lautan yg dingin
Indonesia
0
0
0
962
T0361M4N
T0361M4N@toe_giman·
tiktoker alvradian menelusuri hutan alam dari citra satelit , di distrik klasof, Sorong Papua Barat daya, hasilnya...??? Membagongkan...😔i
Indonesia
63
3.5K
8.8K
170.6K
☀️ retweetledi
ReneO177
ReneO177@IreneLim177·
@toe_giman Pantes kalo pada takut dengan film pesta babi krn tnyta mmg benar adanya penggundulan hutan Papua.. takut kalo aibnya tersebar sampai ke luar negeri.. pdhl sdh omon2 di forum PBB kalo mau menjaga kelestarian hutan
ReneO177 tweet media
Lima, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
2
19
114
3.7K
☀️ retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Nasib +62 seminggu terakhir : - Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN - Sambo Kuliah S2 di lapas - Nadiem divonis 18 + 9 tahun - Ibam divonis 4 tahun - Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras - Nonton Film Dokumenter dilarang - Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder Ada yg mau nambahin?
Indonesia
404
15.3K
39.3K
676.1K