didit

2.5K posts

didit banner
didit

didit

@dididiiith

Mother of two, astrophile, terran

Katılım Kasım 2019
48 Takip Edilen19 Takipçiler
didit
didit@dididiiith·
Ini horang kaya di Indo ga ada yang pengen mengikuti jejak Bruce Wayne atau Tony Stark gitu tah? Ga ada laba-laba super pengen gigit mahasiswa gitu misalnya? Atau keturunannya Si Pitung wis. Wiro Sableng juga boleh. Mak Lampir wis Mak Lampir. Ya Allah, nanges.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Polri Targetkan 1.500 Dapur MBG pada 2026

Dawe, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
24
didit
didit@dididiiith·
Ini kenapa tiap hari adaaaaaaa aja ya Allah Kapan bisa kerja yang lama, kapaaaannnnn??? 😭😭😭😭😭
Dawe, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
2
didit
didit@dididiiith·
Mo marah juga marah sama siapa Gini amat jadi anak pertama
Dawe, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
4
didit
didit@dididiiith·
Capeknya tuh yang cuapeeeeekkk bgt yg ga pengen ngapa²in cuma pengen rebahan aja sambil diem gitu. Better klo ada yg mau bikinin hot choco sama mijitin kaki sih sebenernya. Tp diem aja gtu ga usah ngajak ngobrol. Diem. Sssst!
Indonesia
0
0
0
47
didit
didit@dididiiith·
@NoelAlejandr0 "Pendidikan terakhir bapakmu apa?" Bwahahahhahahahahahahahaaaa
Indonesia
0
0
0
5
Alejandro
Alejandro@NoelAlejandr0·
Tanpa menyebutkan namanya, spill kata atau kalimat terjahat yang pernah kalian terima dari mulut seseorang, yang tidak bisa kamu lupain sampe sekarang.
Indonesia
418
42
786
120.4K
didit
didit@dididiiith·
@kdrama_menfess Di D.P Pertama nonton D.P karena ada Jung Hae-In, tapi langsung olenge ke Koo Kyohwan begitu karakter dia muncul 😬😬
Indonesia
0
0
1
308
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
•kdm• Koo Kyohwan seganteng ini, tp di We Are All Trying Here bisa se-madesu dan sekucel itu 😭 Dia kalau meranin sesuatu emang ga nanggung-nanggung ya, pertama kali kepincut di Kingdom: Ashin of The North, mana dekil banget dia disana. Kalian tau Koo Kyohwan dari project apa?
K-Drama Menfess tweet media
Indonesia
155
76
1.1K
41.5K
didit retweetledi
Sara
Sara@piousdeenn·
You need Vitamin S Salah, Sabr, Shukr, Sujood, Salawat, Sadaqah, Silence, Smile, Sincerity.
Indonesia
24
1.9K
9.1K
90.6K
didit retweetledi
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Di lagu potong bebek angsa, kita ga pernah tau jumlah bebek/angsanya krn masaknya pake kuali... ... beda kalo pake kuanti.
Indonesia
868
11.8K
46.8K
814.1K
didit retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
420
20.8K
51.7K
1.4M
didit retweetledi
•
@Alquranconnect·
If you’re reading this, say: “𝗥𝗮𝗯𝗯𝗶 𝗶𝗻𝗻𝗶 𝗹𝗶𝗺𝗮𝗮 𝗮𝗻𝘇𝗮𝗹𝘁𝗮 𝗶𝗹𝗮𝘆𝘆𝗮 𝗺𝗶𝗻 𝗸𝗵𝗮𝘆𝗿𝗶𝗻 𝗳𝗮𝗾𝗲𝗲𝗿.” Now open the tweet.
English
9
371
2.7K
107.1K
didit
didit@dididiiith·
Marah dan burn out karena memikul dunia sendirian. Literally sendirian. Sampe masak pun enggak karena sesimpel mikir hari ini mau masak apa, aku gak mau. I overuse my brain and my body to the point where I don't want to use 'em for the simplest task.
Indonesia
0
0
0
31
didit
didit@dididiiith·
Nonton BEYOND EVIL mulai tahun 2025 awal. Trus stop di pertengahan krn slow burn dan beraaaat bgt. Trs mulai nonton lagi bulan Februari 2026. Barusan nyelesaiin eps terakhir. Gileeee eduuun setressss ini series kenapa bagooosh banget huhuhu... Nanges di eps terakhir 😭😭
Indonesia
0
0
0
15
didit
didit@dididiiith·
Me: *nyobain baju* Temen: jelek sih kalo kamu yang pake. Kalo aku yang pake nah, baru bagus 😂😂 Udah puluhan tahun tapi masih inget banget diginiin sama so-called "temen". Emang dasar ubur-ubur tuh orang.
Tanyarl 💚@tanyakanrl

💚 guyss menurutt kalian, bajuu inii jelekk kaah?? (🧕🏻=aku, 👩🏻‍🦰=temenku) 👩🏻‍🦰ih baju yg ini jelek banget 🧕🏻ga lucu bercandanya 👩🏻‍🦰siapa yg bercanda?orang aku ga bercanda 🧕🏻... sedih bangett jujurr, aku tiap beli baju pasti milihnyaa lamaa...

Indonesia
0
0
0
53
didit
didit@dididiiith·
@elisabethmurni Inisial T ya? Samar² inget suaranya di Taman Pancasila 🤣🤣🤣🤣
Indonesia
1
0
0
22
Sash
Sash@elisabethmurni·
@dididiiith kakak tingkat jurusan sebelah geees. yang pacaran sama anak nonreg muahahaha.
Indonesia
1
0
0
13
didit
didit@dididiiith·
@elisabethmurni Hah??? Cowok yg mana ini??? Kok aku lupaaaaaaaaaaa 😭😭😭
Indonesia
1
0
0
9
Sash
Sash@elisabethmurni·
@dididiiith tentu saja cowok-cowok fiksi dan para ahjusi. ada di dunia nyata pun kita langsung ilfil saaat denger dia nyanyi di taman pancasila
Indonesia
1
0
0
9
didit
didit@dididiiith·
@elisabethmurni Ye kaaan? Dari semasa gadis sampe jadi budhe², gak pernah kita objektifikasi cowok di grup. Cowok yg kita bilang cakep pun langka populasinya. Gak ada tuh ngomongin bagian tubuhnya yg laen selaen mukanya. Emang klo otaknya pada soag mah suka gitu, dikiranya semua manusa kek dia.
Indonesia
1
0
0
18
Sash
Sash@elisabethmurni·
@dididiiith ngobrolin cowok hanya di seputar "duh kok dia bisa cakep banget sih" dan tidak lebih.
Indonesia
1
0
0
15