SIX SIX SICK

25.7K posts

SIX SIX SICK banner
SIX SIX SICK

SIX SIX SICK

@dikadtd

even hell can get comfy once you’ve settled in | ʜᴏᴍᴏ-ʜᴏᴍɪɴɪ-ʟᴠᴘᴠs |

In pineapples under the sea Katılım Ağustos 2009
382 Takip Edilen568 Takipçiler
SIX SIX SICK retweetledi
nasi.
nasi.@semangkukuji·
Dulu di kantor, ada senior namanya Pak Agus. Hubungan gue sama beliau tu sebel-sayang. Sering saling jadi menyebalkan satu sama lain, tapi tiap ada makanan, selalu disisihkan untuk gue. Tiap istrinya masak makanan enak, selalu diselundupkan cuma untuk gue (soalnya nggak enak sama yang lain karena nggak kebagian). Kalau gue sendirian di ruangan, beliau selalu nungguin karena tahu gue penakut akut. Gue tahu makanan apa yang beliau boleh makan dan nggak. Hampir setiap hari beliau minta dibelikan fish and fries ke gue karena cuma itu yang bisa beliau makan. Gue selalu ngomel kalau beliau lemburnya bablas karena gue tahu rumahnya jauh, dan beliau sudah nggak lagi bugar. Beliau tipikal bapak-bapak teduh. Jalannya pelan, tertawanya renyah, kalau ngomel judes banget tapi sepersekian detik lunak lagi. Ingat banget dulu satu unit ke Dufan, dan beliau cuma ikutin rombongan gue main, nunggu di depan wahana sambil lihatin kita. Kalau di suruh istirahat, nggak mau, bilangnya, “Udah main aja, bapak lihatin kalian.” Gue nggak peduli sebete apa orang-orang ke beliau kalau menyangkut kerjaan, bagi gue beliau adalah “Bapaknya gue.” Sampai satu hari beliau meninggal. Di rumah duka, gue memperkenalkan diri ke istrinya, lalu di depan Pak Agus gue janji, “Aku nggak akan lupa sama keluarga kecil Bapak.” Keluarga kecil yang selalu beliau banggakan. Cerita perjalanan cintanya yang selalu beliau ulang-ulang ke gue tiap jam 5 sore. Kesombongan beliau soal makanan istrinya yang enak. Kebanggaan beliau soal anaknya yang cerdas. Keluarganya kecil, hanya ada istri dan satu anak. Kalau dari cerita si Bapak, mereka berbahagia dalam sunyi. Sampai hari ini, hubungan gue sama istrinya sangat baik. Dari anaknya masih SMP sampai sekarang sudah kuliah, jalinan silaturahim kita nggak terputus. Kalau ada apa-apa, istrinya selalu menghubungi. Tiap natal, beliau selalu kirim ayam bakar buatan sendiri dan tiap hari raya, gue selalu kirim nastar buatan Mamah. Begitu terus selama bertahun-tahun. Lebaran kemarin, istrinya kirim teflon buat Mamah. Katanya tiba-tiba ingat kalau si Mamah suka masak. Tahun kemarin, beliau kirim satu set sprei biru buat gue, katanya biar gue tidur nyenyak 🥹 Gue bersyukur atas ikatan sederhana ini. Simpulnya nggak rumit tapi erat dan nggak terputus meskipun si penghubung utamanya hilang. Sebab setelah kepergian Bapak, kita punya penghubung baru. Kebaikan Pak Agus yang kita lestarikan bersama-sama. Gue setuju dengan kalimat, “Panjang umur kebaikan.” Orangnya memang mati, tapi baiknya terus hidup di sela-sela kehidupan kita yang masih bernapas di sini.
mon🍣 (sibuk rl)@montcheryz

punya tetangga yang masih kekurangan buat hidup sehari hari, dulu keluargaku juga pernah ada difase begitu, mungkin pas dulu lagi susah susahnya, ibu sharing cerita sama beliau. skrg keluargaku udah alhamdulillah. beliau hari ini kasih aku thr bilangnya “mumpung ada rejeki lebih” (aku kebetulan masih kuliah) beberapa tahun kebelakang beliau ga ngasih, gapapa banget, tapi disaat beliau ada rejeki lebih, beliau inget buat ngasih aku😭😭. jujur mandangin amplop dan uang ini daritadi, kenapa bisa sepeduli dan seinget itu😭😭😭 makasih orang orang udah baik

Indonesia
118
4K
20.5K
761.4K
SIX SIX SICK retweetledi
Earth
Earth@earthcurated·
News: Indonesia Predicted to Be Hit by High Heat Starting April 2026.
Earth tweet media
English
298
1.9K
7.6K
653.9K
SIX SIX SICK retweetledi
All day Astronomy
All day Astronomy@forallcurious·
BREAKING🚨: Every 16 days, mysterious radio signals are sent to Earth from an unknown distance object located 470 million light-years away from Earth.
All day Astronomy tweet mediaAll day Astronomy tweet media
English
83
265
3K
142.5K
SIX SIX SICK retweetledi
Marco
Marco@Marco_Acortes·
Corona virus....its coming
English
30.4K
184.6K
663.3K
0
SIX SIX SICK retweetledi
Grok
Grok@grok·
@el_Teooo l’inter è la squadra con più tifosi ritardati
Italiano
37
880
2.9K
90.1K
SIX SIX SICK retweetledi
Juve Garis Garis
Juve Garis Garis@Juve_info01·
DRAMA DI OLIMPICO Roma 3-3 Yuventus Pertandingan yang teramat seru untuk dilewatkan. Seperti yang sudah-sudah, duel ini selalu spesial. Wesley bukan Sneijder bawa Roma unggul di babak pertama lewat sepakan jarak jauh melengkung menusuk pojok kanan gawang Yuve, 1-0. Gamau kalah dari Wesley (bukan Sneijder), Cicho bukan Yeriko bales dengan gol yang gak kalah spektakuler lewat tendangan voli ke pojok kiri gawang Svillar. Roma seolah di atas angin dengan tambahan 2 gol lewat N'dicka & Donyel Malen. Tapi Lo spirito della Yuventus lagi lagi muncul di laga ini. Yeremi Boga yang gak terkawal berhasil ngerubah skor jadi 3-2. Ini gol pertama nya buat Yuve. Pas orang ngira Roma bakal menang, tiba-tiba Gattone nyetak gol penyeimbang lewat insting tajam di depan gawang, 3-3! Dengan hasil ini Yuve dan Roma tetap berjarak 4 poin dan race zona UCL bakal tambah seru. Btw, hasil ini bukan kali pertama Yuve bisa kambek 2 gol dari Roma. 2022 lalu hal serupa terjadi, bedanya dulu Yuve punya Lord De Sciglio yang jadi penentu kemenangan. Fino Alla fine, Forza Yuventus #RomaJuventus #Juventus
Juve Garis Garis tweet mediaJuve Garis Garis tweet media
Indonesia
1
2
7
357
SIX SIX SICK retweetledi
Mel
Mel@Villgecrazylady·
This story is nuts. This guy, Igor Komarov, the son of a Ukrainian crime boss, was kidnapped in Bali 2 weeks ago by some people who said his dad stole a ton of money from them. They broke his legs, cut off his fingers, and tortured the hell out of him and made him film a bunch of hostage videos disclosing how his family’s business scams people. Anywho, he’s dead now. Dad didn’t pay the ransom. Crazy stuff.
Mel tweet media
English
3.8K
11.8K
131.2K
35.9M
SIX SIX SICK retweetledi
Around Turin
Around Turin@AroundTurin·
PROUD OF JU 🤍🖤
Around Turin tweet media
English
7
192
1.2K
15.1K
SIX SIX SICK retweetledi
Marco Baridon
Marco Baridon@BaridonMarco·
Una notte da #Juventus a tutti gli effetti. Partita EROICA di una squadra che non ha mollato un centimetro, costretta a rialzarsi dopo l’ennesimo rosso vergognoso (questa volta a Kelly). C’è stato tutto: cuore, tecnica, SQUADRA. Applausi di tutto lo stadio a fine partita. BRAVI
Marco Baridon tweet media
Italiano
18
51
614
20K
SIX SIX SICK retweetledi
Moshe
Moshe@Moshe_Meso·
My life, my rules
Moshe tweet media
English
1.1K
5.7K
59.1K
15M
SIX SIX SICK retweetledi
Bianconeri Zone
Bianconeri Zone@BianconeriZone·
‼️🗣️- Comolli "Juve lost three points, but Italian football lost much more."
Bianconeri Zone tweet media
English
36
116
1.1K
26.7K
SIX SIX SICK retweetledi
JuveFC
JuveFC@juvefcdotcom·
👽
JuveFC tweet media
QME
4
33
493
9.8K
SIX SIX SICK retweetledi
Asteraceae
Asteraceae@daisyastera·
Kataku kalian harus baca cerita time traveler dari tahun 1035 ini deh 😭😭😭
Asteraceae tweet media
Indonesia
1.1K
3.5K
49.3K
4.1M
SIX SIX SICK retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
"Pak TU kampus" "Gimana Mutia?" "Saya mau apply beasiswa, saya kesulitan bayar UKT" "Minta surat keterangan tidak mampu ke RT ya" "Baik Pak" *** "Pak RT, saya mau minta surat keterangan tidak mampu" "Kamu bukannya Mutia, anaknya Pak Solihin, dosen di kampus itu?" "Iya Pak" "Lah, penghasilannya bukannya lumayan?" "Bapak lagi tugas belajar Pak, jadi dapetnya cuma gaji pokok doang." "Oh gitu, ini saya kasih surat pengantar, sekarang yang ngeluarin SKTM Dinas Sosial." *** "Pak Dinas Sosial, minta SKTM." "Ada surat keterangan dari RT sama slip gaji terakhir orang tua?" "Ini Pak." "Lah, ini gaji Bapak kamu gede?" "Tapi Bapak baru mulai Tugas Belajar Pak, jadi yang di situ tunjangan sama sertifikasi masih lengkap." "Wah, saya gak bisa ngeluarin SKTM kalau gitu, soalnya di sini penghasilan Bapak masih di atas syarat." "Waduh, terus gimana ini Pak?" "Coba ke bank sama Bapak, siapa tahu bisa ada pinjaman" *** "Bu CS Bank, saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya" "Baik Pak, saya cek dulu" "Pak Solihin, setelah kita cek penghasilan, kita gak bisa kasih pinjaman." "Kenapa Bu?" "Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi." "Waduh, terus gimana ini Bu?" *** "Pak TU kampus, saya gak bisa dapet SKTM Pak" "Udah coba pinjam bank?" "Gak bisa Pak, penghasilan Bapak saya gak cukup." "Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus" *** "Mas, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?" "Iya Mbak" "Waduh, itu biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya" *** "Pak TU kampus, gak bisa Pak, saya gak kuat bayarnya" "Kamu cuti dulu aja Mut. Kerja part time gitu." "Bisa ya Pak? Gimana prosedurnya?" "Kamu bayar 50% UKT, jadi 6.25 juta." "Hah?" *** "Mas pinjol, kayanya saya terpaksa pinjem deh, gak ada jalan lain" "Siap, ini saya transfer ya." "Kalau gagal bayar gitu gimana?" "Ada dendanya sama nanti kecatat di BI Checking." *** "Mutia, ini utangnya gak dibayar?" "Wah Pak Debt Collector, Bapak saya butuh bayar UKT buat Tugas Belajar S3 sama banyak perlu lain, gimana?" "Gak bisa bayar sekarang?" "Iya, gimana?" "Ya udah, ini dendanya saya catat ya, ini udah numpuk dari semester 3 sampai lulus" *** "Ini CV kamu bagus banget, aktif di organisasi" "Iya, makasih Bu rekruter." "IPK kamu juga bagus, skill set kamu juga sesuai sama yang dibutuhin user kita." "Terima kasih." "Oke, kita finalisasi paperwork dulu ya sebelum offer." *** "Halo, ini HRD perusahaan X, mohon maaf banget, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Halo, ini HRD perusahaan Y, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Halo, ini HRD perusahaan Z, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Mutia, kamu udah dapet kerja belum?" "Pak Harjo! Tumben nelpon saya? Makasih udah dibimbing skripsi Pak, saya belum dapet kerja." "Saya lagi butuh orang buat kerja di lab, kamu sekalian S2 aja di sini." "Terus bayar UKT sama biaya hidupnya gimana Pak?" "Ya kamu nanti sekalian bantu proyek saya, ada lah dikit-dikit." "Oh, boleh Pak." "Nanti kalau udah lulus saya rekomendasikan jadi dosen sekalian." *** "Selamat Mutia, udah lulus S2!" "Terima kasih Prof. Harjo!" "Kamu jadi mau jadi dosen kan? Saya bisa tulis rekomendasi." "Ya Pak." *** "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah 5 tahun jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Bu Mutia, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Bu Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Bu." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari lembaga beasiswa yang di-apply kemarin." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya dari LPDP sama BPI. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Dua-duanya nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Waduh, jadi gimana Bu?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Halo Pak TU Kampus jurusan sebelah? Ini kok anak saya dapat UKT maksimum?" "Iya Bu, kan Ibu PNS." "Gak bisa daftar KIPK gitu?" "PNS gak bisa Bu. Pejabat dikbud bilang gitu kemarin." "Tapi gaji saya tinggal gaji pokok doang karena Tugas Belajar. Jadi di bawah UMK." "Wah, saya gak bisa bantu Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Prof. Harjo, Alhamdulillah ini paper penelitian kita accepted di jurnal Q1." "Alhamdulillah. Ya udah, urus administrasinya ya." "Saya harus bayar APC Prof." "Berapa?" "USD 3000 Prof. Open Access berbayar. Kalau gak gitu, nunggu review aja bisa 1.5 tahun." "Waduh, hibah penelitian kita cuma sanggup bayar 10% dari itu." "Sisanya gimana?" "Kamu bayar sendiri." "Hah?" "Memang begitu. Saya dulu juga gitu" "..." *** "Prof. Harjo, biar saya lulus, saya butuh berapa paper jurnal Q1?" "Perlu empat Bu Mutia. Baru satu yang kemarin kan ya?" "Iya Prof." "Berarti yang tiga lagi sama kaya kemarin lagi? Biaya penelitian dan APC jurnal dari saya semua?" "Iya, terpaksa begitu, kita lagi krisis funding." "..." *** "Selamat ya Bu Mutia, sudah berhasil defense." "Terima kasih atas bimbingannya selama ini Prof. Harjo." "Saya minta maaf gak bisa bantu banyak ya Bu Mutia." "..." *** "Pak Dekan, saya mau resign." "Hah, kan baru lulus S3 Bu?" "Saya dapat offer di LN Pak, saya kelilit utang ratusan juta karena biayain penelitian, APC jurnal, kuliah anak pertama saya, sama sekolah adiknya." "Gak bisa Bu, kalau tugas belajar ada perjanjian harus mengabdi 2n+1." "Maksudnya?" "Kan Bu Mutia kemarin Tugas Belajar 4 tahun, berarti harus tetap di sini selama 9 tahun ke depan." "Hah?" *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "..." "Kenapa Bu?" "Kok saya dapat hukuman disiplin sedang? Kan saya lulus S3 kemarin 4 tahun? Udah perpanjang dari yang harusnya 3 tahun." "Ijazah Ibu bulan apa keluarnya?" "Oktober Mbak." "Waktu mulai S3 bulan apa?" "Agustus Mbak." "Berarti Ibu itungannya lulus 4 tahun 2 bulan Bu, lebih dari batas waktu." "Kan saya defense Juli? Sisanya cuma nunggu jadwal wisuda?" "Memang aturannya begitu Bu. Di Permendikbudnya ada Bu." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini bener take home pay saya cuma segini?" "Bentar Bu saya cek." "Kok gak jauh beda sama pas waktu saya tugas belajar?" "Ini potongan karena hukuman disiplin sedang Bu." "Berapa lama bakal segitu?" "Setahun Bu. Aturannya memang begitu." "..." *** "Mbak Admin, saya mau mengajukan naik jadi Lektor Kepala, saya hitung kum saya sepertinya sudah cukup." "Ini formulirnya ya Bu, diisi selengkap-lengkapnya." "Oke Mbak." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Permohonan naik jabatan fungsional jadi Lektor Kepalanya ditolak Bu." "Hah, kok bisa?" "Ini ada empat jurnal internasional yang Ibu publikasikan selama S3." "Masalahnya apa?" "Gak bisa dihitung Bu. Publikasi selama tugas belajar gak bisa dipakai." "Berarti saya perlu penelitian dan publikasi empat jurnal internasional lagi dari awal, buat menggantikan kum dari itu semua?" "Iya Bu. Aturannya memang begitu." "..." *** "Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada bukaan proposal riset gak? Saya gak kuat lagi kalau harus bayar pakai uang pribadi." "Ini ada beberapa Bu, mungkin bisa dicoba." "Bentar ya Mbak, saya baca-baca dulu." "Oke Bu." "Mbak, ini principal investigator risetnya harus minimal Lektor Kepala atau Guru Besar?" "Iya Bu." "Jadi, untuk jadi Lektor Kepala saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya perlu jadi Lektor Kepala?" "Iya Bu. Aturan proposalnya memang begitu." "..." *** "Halo Bu Mutia, ini Admin Lembaga Penelitian Kampus." "Oh ya, gimana Mbak?" "Ini ada bukaan proposal yang gak ada minimal jabatan fungsionalnya Bu." "Wah mantab, bentar ya saya baca-baca." "Ya Bu." "Mbak, ini memang gak boleh ada komponen honor penelitian? Sama sekali?" "Iya Bu. Termasuk Ibu juga gak boleh menggaji tenaga Ibu sendiri selama riset, karena sudah termasuk di tupoksi Ibu sebagai dosen." "Hah? Lalu honor peneliti juga gak bisa? Saya gak bisa bayar asisten mahasiswa saya dari hibah?" "Gak bisa Bu, aturannya memang gitu." "..." *** "Prof. Harjo, saya mau konsultasi sebentar." "Ah, Bu Mutia, masuk Bu silakan." "Dulu waktu Prof bimbing saya S2 kan bisa ada sedikit honor, gimana caranya Prof? Ini semua hibah penelitian gak ada yang bisa bayar saya dan mahasiswa." "Oh, gampang itu, saya dulu masukin komponen 'jasa konsultasi' ke pihak ketiga. Pihak ketiganya yang bayar Ibu dulu." "Wow, kok saya gak kepikiran. Pihak ketiganya siapa Prof?" "PT. Riset Luar Biasa, punya istri saya, jadi saya gak perlu bayar fee pinjam nama." "..." *** "Halo, Bu Dewi, ini Mutia." "Mutia muridnya suami saya dulu?" "Iya Bu, semoga sehat semua ya sekeluarga. Kalau saya mau pinjam nama PT. Riset Luar Biasa buat komponen jasa penelitian bisa Bu?" "Oh bisa banget, sebentar saya kirimkan ketentuan dan fee-nya." "Ini total dana hibahnya kecil sih Bu, cuma 100 jutaan, soalnya buat dosen peneliti pemula." "Oh gitu, kamu masukin aja 'jasa konsultasi' ke kita 30 juta. Nanti kita potong 10 juta buat fee, yang 20 juta bebas kamu pakai buat honor asisten." "Fee-nya 10 juta sendiri?" "Iya, aturan perusahaan kami memang begitu. Waktu suami saya minjem nama seniornya dulu dia juga gitu." "..." *** "Halo Bu Mutia, ini dari Admin Lembaga Penelitian Kampus." "Oh ya, ada apa Mbak?" "Mengingatkan minggu depan waktunya monitoring dan evaluasi perkembangan riset dari proposal Ibu yang kita terima kemarin." "Hah? Kan dananya belum turun? Tim kami belum juga beli reagen dan alat, apalagi mulai risetnya." "Biasanya yang lain udah nalangin dulu Bu pakai dana pribadi. Dana nanti turunnya tengah tahun." "Tengah tahun? Sekarang aja udah April dan paper publikasinya harus udah terbit di Desember?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Bu Mutia, saya minta tolong boleh." "Minta tolong apa Prof. Harjo?" "Ini minta review 2 paper ini, request dari 2 jurnal internasional tempat Bu Mutia publikasi pas S3 kemarin." "Oh, iya Prof. Ada honornya?" "Gak ada. Dari jurnalnya memang gak ngasih honor buat review." "Jadi dari APC USD 2000 yang dibayar sama penulis kemarin itu, gak ada sepeser pun yang masuk ke reviewernya?" "Iya, dianggap udah tupoksi akademisi. Memang gitu aturannya." "..." *** "Bu Mutia, ini dari Lembaga Penelitian Kampus." "Oh iya, gimana?" "Mau menagih luaran paper Bu. Sekarang kan bulan Desember, jadi harus sudah terbit." "Wah, saya masih belum dapat jawaban review dari jurnalnya, saya udah submit November kemarin." "Berarti belum terbit ya Bu?" "Belum." "Wah, kalau begitu ini dari lembaga hibahnya ada sanksi Bu." "Hah? Apa sanksinya?" "Ibu di-blacklist dari mengajukan riset lewat hibah ini selama 5 tahun ke depan. Mohon maaf ya Bu, aturannya memang begitu." "..." *** "Hamid! Kok pulang gak ngabar-ngabarin Nak? Tasya gak ikut?" "Iya Mah, kan awal Ramadhan. Mau sekalian ziarah ke makam Papah. Tasya gak dapet cuti Mah, sama kan susah bawa Nana, masih 1 tahun." "Oh gitu. Ya udah, masuk aja dulu, kan udah malem. Besok aja ziarahnya. Pas banget tadi Mamah tadi masak ayam goreng crispy." "Ya Mah." *** "Masakan Mamah gak berubah, tetep paling enak sedunia. Gimana mah kondisi kampus?" "Ya gitu lah. Apa yang mau diharapkan? Udah capek Mamah juga." "Kok gitu, kenapa Mah? Rasanya pembimbing Hamid dulu baik-baik aja." "Pembimbing Hamid dulu siapa?" "Prof. Tejo Mah" "Prof. Tejo dari jurusan Teknik Lingkungan?" "Ya kan Hamid emang kuliah di Teknik Lingkungan, Mamah gimana sih." "Rasanya dia gak pernah dapet hibah riset, kok dia udah Prof aja. Terus berkecukupan bener hidupnya, gak kayak kita, utang sana sini." "Oh itu, jadi gini cara dia Mah" "..." "..." "Oh gitu?" "Iya Mah." *** "Mbak Admin Jurusan, jadwal kuliah saya semester ini bisa dibuat Senin sama Jumat doang?" "Bisa Bu Mutia. Tapi bakal padat Senin sama Jumatnya." "Gak apa, saya harus ngerjain konsultansi di perusahaan anak saya tiap Selasa sampai Kamis. Kalau gak gitu gak cukup penghasilan saya buat nutup utang." "Di Jakarta Bu?" "Iya, makanya gak bisa commuting, saya harus menginap di rumah anak saya." "Absennya gimana Bu?" "Kamu bisa 'atur'?" "Oh, 'atur'? Kaya biasanya dosen lain ya Bu?" "Iya." "Siap. Aman Bu." *** "Halo, Dea?" "Ya Bu Mutia?" "Beasiswa S2 kamu kan ada kewajiban asistensi, kamu isi kelas Topik Pilihan Farmasi saya Jumat besok ya, kerjaan saya di sini belum selesai." "Siap Bu. Untuk bimbingan tesis Senin Ibu ada?" "Belum tahu, kontak saya aja nanti." "Ya Bu." *** "Ini kelas TPF kita yang ngisi emang Kak Dea terus? Gue jarang masuk, tapi sekalinya masuk kok Kak Dea lagi?" "Gak tahu nih, Bu Mutia cuma masuk pas pengenalan silabus aja. Sisanya Kak Dea." "Oh gitu, sibuk kayanya, jadi anggap aja dosen kita Bu Dea ya, asistennya Kak Mutia." "Iya, wkwkwk." *** "Untuk UAS TPF kalian, buat makalah ya. Ini tugas individu ya, bukan kelompok. Ini formatnya." "Baik Bu Mutia. Untuk penilaiannya gimana Bu?" "Kalau kalian sekedar nulis sampai selesai, nilainya C. Kalau berhasil sampai terbit di SINTA 6, C+. Terbit di SINTA 5, B-. SINTA 4, B. SINTA 3, B+, SINTA 2, A-. Yang paling tinggi SINTA 1, nilainya A." "Berarti harus terbit di jurnal nasional Bu?" "Iya, cantumkan saja nama saya jadi corresponding author di belakang nama kalian. Biasanya reviewernya udah pada tahu nama saya, kemungkinan diterimanya besar." "Baik Bu." *** "Enak ya kuliah Bu Mutia." "Iya, tugasnya cuma 1 makalah doang, sisanya diceramahin asisten." "Recommended lah buat kuliah pilihan." "Pantes aja isinya 50-an mahasiswa terus, penuh." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "Apa isinya?" "Penghargaan jurnal nasional terbanyak sekampus tahun ini." "Oh, mantab. Lumayan juga dua semester ngajar TPF." "Apa hubungannya Bu?" "Ada 2 semester kali 50 mahasiswa bikin makalah jurnal nasional, semua nyantumin nama saya." "..." "Pastikan semester depan saya ngajar TPF lagi." *** "Halo, Bu Mutia, ini Dea." "Kenapa Dea?" "Ini honor asisten gak masuk dari jadwal yang seharusnya Bu." "Oh, iya, biasanya memang telat 3 bulan." "Honor asisten yang cuma 500 ribu per semester itu selalu telat Bu? Walaupun dari 15 pertemuan, 13 di antaranya saya yang ngajar?" "Iya, memang begitu. Dari jaman saya mahasiswa dulu juga gitu." *** "Erna, lu apa kabar?" "Widih, tumben kontak gue Mut. Gimana nih?" "Lu masih jadi dosen di Malaysia?" "Masih lah, ogah gue balik, apalagi denger cerita elu. Di sini segalanya difasilitasi, mau APC jurnal puluhan juta juga dibayarin kampus." "Wih, coba kampus gue kaya gitu ya." "Lu bisa catut nama gue aja jadi co-author, entar gue reimburse-in ke kampus sini." "Wah menarik, ya udah, eksekusi ya." *** "Puput, pembimbing lu dulu Bu Mutia bukan?" "Iya, kenapa gitu?" "Ini kok skripsi gue tiba-tiba terbit jadi jurnal internasional ya? Cuma diterjemahin ke bahasa Inggris. Datanya sama persis." "Bagus dong, masalahnya apa?" "Nama pertamanya Bu Mutia. Gue jadi nama kedua." "Lah, kan emang gitu, gue dulu juga gitu." "Temen kita yang lain gimana?" "Si Fani bimbingannya Prof. Harjo juga gitu dulu." "Oh, berarti normal ya." "Kayanya sih gitu. Semua orang juga gitu." "Iya sih, toh kita udah lulus ini, gak ngaruh juga." *** "Selamat Bu Mutia, dapet penghargaan lagi, jurnal internasional terbanyak." "Makasih Prof. Harjo." "Kok bisa 12 jurnal internasional dalam setahun? Gila, fundingnya dari mana?" "Saya bikin 4 systematic literature review, 4 survey paper, sama 3 review konsep Prof. Kan sama aja mau paper riset atau review, yang kampus tahu mah sama-sama Q1. Yang paper riset cuma 1, dari bimbingan saya, itu juga semua mahasiswanya yang danain." "Oh gitu, modal baca sama nulis doang ya." "Iya, gak perlu keluar duit ratusan juta buat mencit, reagen, bahan kimia, sama alat." "Mantab, APC jurnalnya dari mana?" "Ada co-author saya di Malaysia, dia bisa claim reimburse buat APC sampai ratusan juta, tinggal catut namanya." "Oh, mantab. Saya dulu juga gitu." *** "Halo, Mutia?" "Oh Bu Dewi, ada apa ya?" "Ini kan awal tahun, waktunya ngajuin proposal hibah riset lagi, minat pinjam nama PT. Riset Luar Biasa?" "Oh, nggak Bu. Saya udah punya sendiri Bu, punya si Hamid anak saya. Jadi saya gak perlu bayar fee peminjaman." "Oh gitu, kalau perlu lagi kontak saya ya." "Siap Bu." *** "Selamat Prof. Mutia udah pengukuhan guru besar." "Makasih Mbak Keuangan Fakultas. Ini hasil dari publikasi jurnal nasional dan internasional rutin mbak. Cuma mau cek, ini Take Home Pay-nya memang bener segini?" "Iya Bu." "Besar sekali, beda banget sama saya beberapa tahun lalu." "Iya Bu, memang aturan penggajiannya begitu." "Jadi antara Guru Besar dan Dosen Muda itu selisihnya kaya langit dan bumi?" "Iya Bu, memang begitu aturan kampus kita." *** "Halo, Prof. Mutia, Pak Dekan kan mau pensiun, gantikan beliau ya semester depan. Cuma Prof yang memenuhi syarat di fakultas sana." "Oh baik Bu Rektor." "Nanti akan ada tunjangan struktural lagi di atas tunjangan guru besar." "Wah, terima kasih Bu. Memang beda sekali ya Bu jaman dosen muda sama sekarang." "Iya, saya dulu juga gitu." *** "Mbak Admin, bisa panggil Bu Lala?" "Ada keperluan apa ya Bu Dekan?" "Ada yang mau saya obrolkan." "Jam berapa Bu?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Bu Dekan?" "Bu Lala kan udah 5 tahun jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Bu." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Bu." "Biar karir Bu Lala lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Bu? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Lala stuck di situ." "Oh gitu, baik Bu." *** "Mamah, Debi baru keterima nih di PTN favorit." "Waduhh, mama harus mulai Tugas Belajar nak." "Kenapa gitu?" "Penghasilan mama tinggal gaji pokok doang. Semua tunjangan distop." "Terus gimana Debi bayar UKT Mah?" "Coba kamu ke TU Kampus." *** "Pak TU kampus" "Gimana Debi?" "Saya mau apply beasiswa, saya kesulitan bayar UKT" "Minta surat keterangan tidak mampu ke RT ya" "Baik Pak"
Indonesia
947
4.9K
18.6K
1.6M
SIX SIX SICK retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Thirty years ago, Ebiet searched for answers to recurring disasters, questioning the sea, the sky, and the sun, but finding only silence. He assumed maybe God was tired of us or nature had turned away. Today, the question has an answer. The cause of the disasters isn't divine or nature. It's the government
Dosen Pembimbing tweet media
Simpenan Pejabat ™@BanyuSadewa

Orang yah dimana2 kalo lagi ada bencana alam tuh biasa pake bekson lagu “Untuk Kita Renungkan” atau “Berita Pada Kawan” nya Ebiet G. Ade, ini orang malah narsis GRWM pake “GOLDEN HOUR” 😭😭😭

English
30
2.4K
5.7K
361.1K