
Dimas Satrio
6.8K posts

Dimas Satrio
@dimassrio
Easy going Geek, Professional Digital Product Developer, owner at Ordent. All opinion is my own.



I made a tweet about Refused Classification in Indonesia Game Rating System and Indonesian players had reported "RC" or "not fit for distribution" rating is on Steam as well. Games Affected so far: Persona 5 Baldur's Gate 3 GTA V Metaphor ReFantazio





Refused Classification (RC) is a thin line of free speech. If you get this, then it is banned games. I'm saying this because Indonesia developer made a game about the 1998 economy crisis. It's not funny if they banned the game for mentioning the dark side of the history



Titik terendah pria dewasa adalah ketika harus merelakan barang kesayangan nya utk keberlangsungan hidup keluarga. Pernah ada di titik dimana harus jual semua mobil sampai cuma sisa 1 scoopy di rumah utk kebutuhan hidup dan modal usaha. Buat kalian yg lg berjuang, tetap semangat. Walaupun tidak ada yang bilang "cemungud ya cayang". Teruslah berusaha, jangan ada kata menyerah, tetap berdoa kepada Tuhan. Tapi ingat, jangan hanya pas ada maunya aja.



4 tahun tidak ada gen baru Holostars. Holostars ID pun tidak ada kabarnya. Sekarang, Holostars JP kehilangan support. Sementara, kita kedatangan EOS dan Pandavva, yang bisa jadi membuktikan bahwa: Cover Corp itu skill issue dalam menangani Vtuber cowok. Gimana tuh detailnya? -------- Sebelum lanjut, mari kenalan dulu sama konsep psikologi bernama Efek Pygmalion. Intinya sederhana: kalau kamu percaya seseorang bisa berhasil, kamu akan memberikan dukungan yang bikin mereka benar-benar berhasil. Ekspektasi tinggi → dukungan besar → performa tinggi → ekspektasi makin tinggi. Siklus positif yang terus berputar. Kebalikannya disebut Efek Golem. Ekspektasi rendah → dukungan minim → performa rendah → "tuh kan, emang nggak bisa." Lingkaran setan. Dan Cover Corp sedang menjalankan dua efek ini secara bersamaan, di perusahaan yang sama, di waktu yang sama. -------- Jadi, Holostars JP (versi cowok dari Hololive) baru dapat pukulan berat. Semua fasilitas besar dicabut, mereka harus jalan tanpa dukungan. Ibarat anak ditinggal bapaknya beli susu. Hal kebalikannya terjadi. Maret 2026. Hoshimachi Suisei Anniv ke-8. Hadiah dari Cover? Agensi pribadi bernama Studio STELLAR. Manajer talenta khusus dari Nerd Inc. Otonomi penuh untuk karier solo. Tetap di bawah payung hololive, tapi bebas nentuin arah sendiri. Cover bilang ini untuk "elevating VTuber culture to the next level." Iya naik level, tapi party member-nya nggak semua diajak. "Tapi kan Suisei emang perform bagus, wajar dong dapat lebih?" Iya, itu betul. Pertanyaannya, apakah Holostar pernah dapat kesempatan yang setara? Support minim → viewership kecil → dianggap nggak potensial → support makin minim. Terus yang disalahin Vtubernya? Kayak nggak ngasih makan ikan, terus marah karena ikannya nggak kurus. Kasihan banget gak sih? Ketimpangannya nggak cuma di Jepang. Hololive ID diperlakukan ibarat anak emas. Holoh3ro (Kobo, Kaela, Zeta) dapat outfit baru bernuansa fantasy. Anya di ulang tahun ke-5 dapat special guest Hatsune Miku di 3D Birthday Live-nya, Maret 2026. Holostars ID? Nggak pernah ada. Bahkan nggak ada bocoran bakal ada atau enggak. Padahal Hololive ID sudah 5+ tahun berdiri. Sinyalnya jelas: vtuber cowok bukan prioritas Cover Corp, di mana pun itu. Tapi di sinilah situasinya jadi ironis. Faktanya, vtuber cowok indie Indonesia justru lagi booming. Kenalan sama EOS (Eon of Stars). Harris Caine, Gingitsune Gehenna, Souta, dan Mikazuki Arion. Per 1 Januari 2026, mereka kompak lepas dari agensi. 24 Januari 2026, debut sebagai EOS. Penonton berkurang? Enggak, malah semakin bersinar. Lalu ada Pandavva. 5 vtuber cowok indie yang debut 30 Januari 2026, digagas Arjuna Arkana. Nama mereka semua diambil dari tokoh Pandawa dalam pewayangan Mahabharata: Arjuna Arkana, Yudistira Yogendra, Bima Bayusena, Nakula Nalendra, Sadewa Sagara. Konsep keindonesiaan yang kental dan langsung bikin komunitas ramai sejak hari pertama. Mereka sukses, karena mereka percaya dan totalitas dengan konsep dan eksekusi yang mereka lakukan. Cover Corp punya modal miliaran yen. Tapi nggak percaya pasar male vtuber Indonesia ada. Sementara kreator indie, modal Wi-Fi kos-kosan, buktiin pasarnya ada dan ramai. Bener-bener bukti nyata Efek Golem & Pygmalion. EOS dan Pandavva nggak pakai capital raksasa untuk exist. Mereka cuma ngerti satu hal yang Cover Corp kayaknya belum mau akui: Penonton Indonesia sudah siap untuk vtuber cowok lokal yang keren, dan mereka sudah datang. Seandainya Cover memberikan Holostars perlakuan yang sama: kepercayaan, investasi, kesempatan yang setara. Siapa yang bisa bilang hasilnya nggak akan berbeda? Nggak ada yang tahu, karena mereka nggak pernah mencoba. Kayak speedrun any % gagalin divisi sendiri. Itu artinya, apa yang menimpa Holostars bukan kegagalan pasar, tapi kegagalan imajinasi Cover Corp. -------- Menurutmu gimana? Apakah benar Cover menganaktirikan Vtuber cowok? Atau hasil risetku ini lebay? 😌








no matter how talented you are, you might not end up being successful. whats needed then is either incredible luck with algorithm, or support from others to push you towards where you need and deserve to be. its frustrating when you have neither of those.







✨\\𝗡𝗘𝗪 𝗢𝗥𝗜𝗚𝗜𝗡𝗔𝗟 𝗦𝗢𝗡𝗚//✨ TV Anime #俺自販機 3rd Season ED 「めくるめくランデヴー/Mekurumeku Rendezvous」 🩵 youtu.be/vSwxof0K8lk 🩷 ✨\\迷宮で待ってる//✨















