zhil@zhil_arf
Soal copyright:
Di dunia akademis, ada perusahaan mafia raksasa bernama Elsevier.
Grup pemilik Elsevier merampok £3.3 miliar per tahun.
Mafia Jurnal Elsevier menguasai distribusi jurnal akademis di planet.
Padahal, mereka tidak berkontribusi terhadap pengecekan kualitas jurnal.
Dosen dan peneliti yang mengecek keabsahan jurnal yang dipublikasi tidak menerima royalti apapun dari Elsevier.
Untuk mempublikasikan paper ke jurnal milik Elsevier, harus bayar.
Untuk mendownload paper dari jurnal milik Elsevier, juga harus bayar.
Elsevier sendiri hanya gabut saja. Mereka tidak melakukan apapun kecuali merampok dan memalak.
Akibat biaya random dan mencekik yang dipalak oleh Elsevier, hingga ratusan dollar per access paper, universitas-universitas di negara miskin menjerit.
Perkembangan riset di negara-negara miskin itu pun terhambat bahkan mati.
Bukan hanya negara-negara miskin, universitas di negara-negara kaya juga menjerit dan sempat mengadakan boikot.
Budaya publikasi preprint ke Arxiv salah satunya berasal dari sini. Jika paper dipublikasi gratis sebelum dipublish, kita tinggal download preprintnya saja.
Sekelompok peneliti di Kazakhstan pun membuat alternatif bernama Sci-Hub yang dengan berani membajak sebanyak-banyaknya paper dari Elsevier dan menguploadnya secara gratis