Diendha Febrian

76K posts

Diendha Febrian banner
Diendha Febrian

Diendha Febrian

@dindasays

.:: Mrs.@WVLV | Mom of Symphony @NawaLOISa | everything 'bout the blue::.

ÜT: -7.797903,110.378822 Katılım Haziran 2009
665 Takip Edilen1.9K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
"Kalau dalam iman saya, saya katakan : "The Lord will work out His plans for my life" (Mazmur 138:8a)" ~ Ahok's Quote ... AMEN
Gondokusuman, Indonesia 🇮🇩 English
0
0
1
0
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
@FSTVLST utk FSTVLST III.I barusan aja kelar...The Secret of Secret - Dan Brown... kongslet ak kongslet membacanya...
Diendha Febrian tweet media
Indonesia
0
0
0
109
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
baca. buku apa saja. halaman 31. rekam dan atau potret. posting di laman sosmed. mention dan tag FSTVLST. . mari kita membaca. bersama.
festivalist = tweet media
Indonesia
72
250
1.1K
34.8K
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
sampai jumpa besok jumpa di lapangan pancasila ugm. mari kita lakukan, bersama~
festivalist = tweet mediafestivalist = tweet media
Indonesia
10
6
73
10.7K
Diendha Febrian retweetledi
PDF
PDF@prodvokatif·
Kolaborasi 2 band yang diawali di Jogja ini selama 2025 kemarin telah berbagi panggung di beberapa kota. Di 2026 ini mereka mengawali peristiwanya kembali di acara @senang2festival. OODK, dari @FSTVLST bersama @theadamsband, selamat menyaksikan. youtu.be/YtPrvEJao08?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
0
1
2
223
Diendha Febrian retweetledi
nanas
nanas@sophrosyln·
kerja kreatif dibilang hobi, freelance dibilang ga stabil. tapi semua total pendapatan wajib lapor spt hahahahahahahahahahahahaa negara lucu
Indonesia
52
9.5K
26.6K
270.6K
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
mari kita robloxan. bersama.
festivalist = tweet media
Eesti
25
78
460
13.2K
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
syawalan yaa~ 🙏🏼
festivalist = tweet media
Indonesia
25
157
954
15.9K
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
kalo bisa ribet kenapa cari yg simpel...
Indonesia
0
0
0
22
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
mari kita lakukan.bersama.
Diendha Febrian tweet media
Indonesia
0
0
0
10
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
Rabu mari berjumpa dengan semangat menggebu, untuk ke JEC sebagai lokasi yang kita tuju. dah gitu aja dulu. sampai jumpaaa~ 🙌🏼
festivalist = tweet mediafestivalist = tweet media
Indonesia
11
7
124
8.6K
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
welkam dobel namber...bi gut ya...
Indonesia
0
0
0
30
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
selamat merayakan imlek – bertahun baru, bagi yang merayakan. selamat berpuasa – berbulan baru, bagi yang sudah (maupun besok) menjalankannya. atas nama dunia dan segala sebelumnya, atas nama dunia demi segala setelahnya. doa kami panjatkan~ 🙏🏼
Indonesia
2
76
318
17K
Diendha Febrian
Diendha Febrian@dindasays·
ciomi tak pernah ingkar janji...
Diendha Febrian tweet media
Indonesia
0
0
0
50
Diendha Febrian retweetledi
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Tulisan ini mengambil perspektif yang berbeda dari kejadian di Ngada... Kami diajarkan bahwa Gereja berdiri di pihak yang miskin, bahwa para suster, frater, dan romo meninggalkan kenyamanan dunia demi melayani manusia, terutama mereka yang kecil dan tersisih. Namun hari ini, iman terasa semakin mahal, dan pendidikan justru menjadi barang mewah. Sekolah-sekolah Katolik yang dibangun di bawah naungan susteran dan frater berlomba berdiri megah, namun uang SPP-nya menjulang tinggi, tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin. Di mana letak keberpihakan itu? Di mana suara Injil yang berkata: “Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku”? Kami bertanya dengan sedih, bukan dengan kebencian: apakah para biarawan sungguh masih peduli pada kemiskinan yang nyata di depan mata? Ataukah misi kemanusiaan kini kalah oleh kebutuhan lembaga dan kenyamanan hidup? Ada anak di Ngada yang memilih mengakhiri hidupnya karena orang tuanya tak sanggup membeli buku tulis dan pulpen. Setiap hari ia makan umbi dan pisang, sementara sekolah—yang seharusnya menjadi jalan harapan— justru menjadi tembok yang tak bisa ia lewati. Peristiwa ini bukan sekadar angka, ini adalah luka kemanusiaan yang dalam. Di saat yang sama, kami melihat sebagian suster, romo, dan frater hidup berkecukupan: makan enak, tidur nyaman, bepergian dengan mobil. Kami tahu mereka juga manusia, mereka juga butuh hidup. Namun apakah wajar bila kenyamanan itu dibayar dengan tertutupnya pintu pendidikan bagi yang miskin? BAHKAN ADA DRAMA YG LAGI TREND... REAL BENAR TERJADI DI SD/SMP KATOLIK FAFORIT KALAU TIDAK LUNASI UANG Sekolah TIDAK BOLEH IKUT UJIAN....!!! ANAK YG TDK LUNAS TERPAKSA GIGIT JARI !!KASIHAN......😭😭 Kritik ini lahir dari cinta, dari harapan agar Gereja kembali pada wajah aslinya: wajah yang sederhana, wajah yang berpihak, wajah yang berani menggratiskan pendidikan demi masa depan anak-anak kecil. Jika Gereja kehilangan kepekaan pada tangisan orang miskin, maka bangunan sekolah semegah apa pun akan terasa kosong. Karena iman tanpa kemanusiaan hanyalah simbol tanpa jiwa. Miris, sungguh miris. RIP (Yohanes Bastian Roja) Bahagia bersama para kudus di Surga
KakekHalal tweet media
Indonesia
92
367
1.1K
77.2K
Diendha Febrian retweetledi
festivalist =
festivalist =@FSTVLST·
akhir pekan ini mari berjumpa di parkiran Taman Kyai Langgeng, Magelang. segala informasi dan pertanyaan, silakan langsung menuju akun: ceremonasi, di instagram. sampai jumpa, mari kita lakukan~ ✊🏽
festivalist = tweet mediafestivalist = tweet media
Indonesia
1
6
87
4K